[ Bagian 5 : Misi Terakhir ]

31 1 0
                                        

Aku berpura-pura mengangkat tanganku ke atas, seakan-akan aku bertindak sebagai orang awam yang tidak tahu apapun. " Aku bisa pastikan aku bersih dari apapun. Tidak ada senjata atau benda aneh lainnya. Aku datang kesini dengan niat tulus, aku ingin bergabung dengan pemberontak. Aku ingin berjuang untuk menegakkan pilar penyatuan dan meruntuhkan tirani di seluruh negeri. Sejak peristiwa besar 5 tahun yang lalu itu terjadi, aku merasa jiwaku terpanggil. Aku harus berjuang bersama kalian, para penggerak Revolusi. Bawa aku bertemu dengan Pena Revolusi, bawa aku pada Sang Revolusionis Agung."

Tuan Revan menodongkan senjatanya padaku, sebongkah batu terasa mengganjal di leher. Ia mengelilingi tubuhku, terkadang sesekali menepuk tubuhku kasar. Aku mencoba sebisa mungkin tenang ketika ia merambah ke saku belakang dan aku merasakan ia mengambil sesuatu dari sana. Semoga ia tidak menyadari tongkat aneh yang merupakan Pistol plasma portabel tersebut. Ia memeriksa seksama, lalu menunjukkan padaku dengan tatapan tanya.

" I-itu tongkat pijat energi panas, benda biasa yang dibawa para penambang saat bekerja, efektif mengurangi pegal yang mengganggu produktivitas kami." Karangku asal yang berhasil membentuk kepercayaannya. Ia berikan tongkat pijat—yang sebenarnya pistol portabel tersebut—padaku kembali.Tegang ototku kembali normal. Lalu Revan tersenyum aneh, sangat aneh malah menurutku.

Ia mendekatiku yang menatapnya dalam, lalu menyentuh pundak kananku" Anak tampan dari dsitrik 3, kau berhasil mendapatkan kepercayaanmu, tak pernah aku mendengar semangat sebesar ini. Keinginanmu untuk merubah semua ini adalah hal yang selalu kami cari. Jarang sekali aku menemukan anak muda dengan semangat seperti dirimu. Kau telah menjadi anggota keluarga kami Arga, kau akan berjuang bersama kami melawan tirani dan menyatukan daratan kita seperti yang sang Revolusianis Agung ajarkan. Segera kau akan menjumpai dirinya, Aku berjanji padamu"

Ada pancaran kepercayaan yang ia sorotkan kepadaku padahal aku telah berbohong padanya. Aku adalah mereka yang ia takuti akan menghancurkan perjuangan mereka. Namun, bagaimanapun tugas tetaplah tugas, mereka adalah teroris yang ingin menghancurkan eksistensi Agni, berhasil atau tidaknya mereka nanti akan membuat negeri ini jatuh kembali pada keadaan yang sama. Lalu, sebentuk pemahaman lain muncul dan aku yakin jika apa yang mereka lakukan ini adalah kepercumaan. Bagai Anjing yang mengejar ekornya sendiri.

"Kapan aku bisa bergabung?" Tanyaku menggebu-gebu.

"Aku akan membawamu pada saudaraku, Jonah. Hanya dia satu-satunya anggota komunitas yang pernah bertemu dengannya, ia adalah pencerita utama dalam kelompok kami. Sedangkan aku hanya pemberi akses untuknya" Ucapnya agak menyesal tapi kemudian diikuti senyum kebahagiaan. Data dari Baron ternyata benar.

Ada rasa ingin tahu ketika Revan bilang jika saudaranya pernah bertemu si Pena Revolusi, aku begitu semangat untuk mengetahui siapa sebenarnya orang ini.

Revan berjalan cepat dan aku kesulitan untuk mengikutinya, ia membawaku ke bagian gudang toko ini. Kau mungkin membayangkan gudang akan dipenuhi oleh jutaan eksemplar buku-buku bekas yang tidak laku terjual dan menumpuk di sini. Namun kenyataanya hanya ada beberapa tumpukan kardus buku kosong dan beberapa peralatan pertukangan tergantung dan diletakkan berantakan di lemari yang terbuka. Sampai sejauh ini aku tidak melihat adanya aktifitas dari para pemberontak. Aku masih menatap pak tua itu dan melihat apa yang ia lakukan.

Pria tua tersebut membersihkan debu di ruangan tengah gudang dan ternyata ada pintu rahasia di sana, terbuat dari besi dan saat ia membukanya terdengar suara nyaring yang memekakkan telinga. Sepertinya, pintu besi tersebut sudah terlalu lama tidak dibuka dan karatan. Ia menyuruhku masuk bersamanya kedalam lorong gelap yang berbau kombinasi jamur, tanah dan sesuatu menyengat yang entah mengapa mengingatkanku akan saluran pembuangan limbah. Aku sangat yakin kami tengah berjalan di bawah saluran pembuangan, apalagi ketika aku melihat dengan jelas tetesan air berwarna hijau kekuningan dari atas gua yang tidak bertemu ujungnya ini.

Tentang Ursulanda | dan bagaimana kami memenangkannya [ TAMAT ] [Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang