Saat-saat tersibuk Habertrone akan dimulai beberapa jam lagi. Setelah persetujuan dari Dewan Pertahanan dan keamanan Agni di umumkan semalam leewat konferensi besar, Duda beranak satu itu mendadak populer di kalangan istana Agni. Program pengelabuhan adalah salah satu strategi yang dia daaptkan dari riset mendalam selama bertahun-tahun tentang pergerakan pemberontak dan pola-pola mereka. Oleh karena itu, setelah pertemuan penting tersebut ia tidak akan punya waktu lebih dari tiga jam untuk berada di rumah. hidupnya akan sepenuhnya dikendalikan pemerintah. Dia akan berada pada perlindungan tingkat tinggi hampir setara dengan kalangan Arsitrokat yang menduduki posisi Dewan. Maka dari itu, presentasi nanti sangat penting dan rahasia.
Akan tetapi, ada saja orang-orang yang tidak menyukai kesuksesan seseorang. Orang itu adalah Thedeus Zulkarnain, seorang rekan kerja di bagian pertahanan negara. Sejak awal, dia selalu berkontra dengan pendapat Haber. Ia sering membuat Haber tampak bodoh dan hina di mata para Dewan, termasuk yang terjadi semalam ketika ia merepresentasikan tulisannya lewat holo proyeksi danbenar-benar dibuat mati kutu oleh orang ini. Untuk itu, maka kali ini dia merencanakan sesuatu yang akan membersihkan semua rintangan agar programnya di danai. Pagi itu, dia mengundang Thedes untuk makan dirumh, tentu dia melakukan untuk hal lain.
Pintu rumah ada yang mengetuk, dengan sigap Haber membiarkan seseorang yang mengetuk pintu selama tiga kali itu untuk masuk kerumahnya. Sebagai tuan rumah, Haber mempersiapkan meja kursi untuk meluai bercakap-cakap.
" Ini waktu yang cukup berangin dan tidak bersahabat, senang perjalananmu kemari nyaman kawan."
Namun, bukannya menyahut atau membalas ungkapan tulus dari Haber, pria ini malah melihatnya dengan tatapan dalam lagi serius.
" Aku ingin satu hal darimu Haber, program ini cacat, tidak rasional dan terlalu mengada-ada. Kau menggadaikan nyawa jutaan kaum Urban yang tidak bersalah untuk menjalankan program ini. Ini ilegal, ini genosida!"
Thedes sudah naik pitam, namun bukan dirinya jika dia melampiaskan emosi tersebut segera. Pria itu hanya menatap Haber dengan tajam menusuk dan penuh murka. Akan tetapi, itu tidak menakutkan sama sekali bagi Haber. Segala upaya Thedes untuk membatalkan rancangan tidak akan berhasil, begitupun upayanya kesini. Itu yang Haber percayai.
Haber menuangkan minumannya, kini ia sudah habis hampir lima tegukan fermentasi lemon ini. Sedangkan, satu teguk pun tidak Thedes lakukan. Dia sudah kepalang sebal dengan pria yang satu ini.
" Memang apa yang akan kau lakukan untuk mencegah ini? kontrak sudah ditandatangani dan seluruh program akan segera dijalankan beberapa jam lagi. Kau kalah Thed, kali ini aku yang menang."
Sepertinya Haber belum mengetahui, jika Thedes baru saja dipromosikan menjadi kepala bagian divisi pertahanan negara, menggantikan Si tua Shoan yang kini sedang terbaring di rumah sakit karena inveksi paru-paru. Seluruh otoritas utama dibebankan kepada Thed, termasuk juga program baru yang akan segera di presentasikan kepada Dewan Pemerintahan beberapa jam lagi. Maka dari itu, Thedes menyunggingkan senyum dari mulutnya yang hitam, sama hitamnya dengan kulitnya sekarang.
" Kau mungkin belum melihat berita pagi hari ini, secara garis besar projekmu tergantung denganku sekarang. Pria sebelumnya, yaitu Shoan, kini tengah dalam perawatan serius di rumah sakit karena penyakitnya. Aku dipilih langsung oleh dia untuk mengorganisasikan dan menjadi kepala divisi ini. Dengan otoritasku sekarang, aku melarang program ini untuk dilaksanakan. Tanpa pengecualian."
Alih-alih merasa terusik, pria ini malah terlihat santai dan tenang. Seakan-akan tidak terjadi apapun. Ia malah menawari lagi Thed dengan air dan ini membuat dirinya kesal sekaligus bingung.
" Sudah selesai bercakap-cakapnya? Apa kau mau minum?"
" CUKUP! Aku ingin berbicara dengan serius, kau dengarkan aku, seluruh programmu aku tolak, dan sekarang kau tidak bisa melanjutkan semua itu. Berhentilah mellakukan hal bodoh itu dan lakukan dengan cara lama."
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Ursulanda | dan bagaimana kami memenangkannya [ TAMAT ] [Revisi]
Science FictionKisah-kisah lama telah hilang, dunia berganti pada lembaran baru. Tanah-tanah hijau itu jadi saksi dari tumbuhnya Tirani baru yang merongrong di era kebangkitan umat manusia. Jauh setelah gempa besar dan perang nuklir, segelintir umat manusia mulai...
![Tentang Ursulanda | dan bagaimana kami memenangkannya [ TAMAT ] [Revisi]](https://img.wattpad.com/cover/176657590-64-k236586.jpg)