Waktu menunjukkan sudah pukul tujuh malam, semua orang sudah pulang, tinggalah Rasya dan Reksa yang sedang ngobrol sedikit, Teman-teman Rasyapun juga sudah pulang, cukup lama mereka berbincang hingga Reksa mengingat sesuatu.
" Nono !" panggilnya.
" Iya ada apa mas?" Tanya Mang nono, yang masuk dari luar.
" Kira-kira Gesya tadi keluar dari Apart?" tanyanya
" Belum mas, ada apa? mau di bawain makan?" tanyanya.
" enggak usah kamu capek banget kayaknya, biar Rasya saja" ucapnya dan mang Nono kembali ke depan.
" Kenapa mesti di bawain sih? dia kan bisa cari makan sendiri " protes Rasya " gue gak mau " ucapnya.
" Lo kalau tau kehidupan asli Gesya lo bakal kaget Sya, makanya kalau dia ke sini gue selalu nemenin dia duduk biar gak ada yang berani nyentuh dia "
" Emang hidupnya miskin? atau miris apapun itu?"
" gimana dia mau miskin, kalau dia miskin dia gak bakal bisa nyewa Apart semahal itu dan tinggal sendiri! Gesya selalu curhat sama gue, jadi gue tau dia gimana!"
" Yah trus buat apa gue bawain makan ke dia?"
" Buat di makan lah sya, gue tau dia belum makan dari pulang sekolah, biasanya si Nono tadi yang beliin "
" yaudah mana?"
" Lo ngajak dia aja makan di luar, kasian dia laper"
" penting banget ya?"
" Sya, dia itu anak orang paling kaya, rumahnya aja berseblahan kompleks dengan rumah lo, pasti lo gak sadar kan? dia tinggal di Apart karena orang tua dia gak pernah merhatiin tuh anak, makanya dia milih di Apart untuk tinggal"
" Oh yah? pantes___"
" udahhh, sana lo ke Apartnya nomor 289"
" 28 ulang tahun gue, dan bulan sembilan bulan lahir gue?" Gumamnya.
" Pede amat lo, dia juga lahir tanggal 28 bulan 9 "
" siapa juga!" ucap Rasya dan berjalan keluar dari Club .
Apartemen Gesya berada di lantai 3, Rasya memelih berjalan di tangga untuk melatih otot kakinya menaiki tangga, sebab di rumahnya hanya terdapat lift saja.
Iapum mencara Apartemen bernomorkan 289 dan akhirnya ia langsung dapatkan, di depan pintu juga terpampang foto Gesya dan sahabat-sahabatnya.
Tok...tok...tok...
"Siapa" Baru saja Gesya selesai mandi, dan sudah berpakaian namun masih dengan ritual semua cewek yaitu handuk di gulungin ke rambut.
" In...ini bener kamar lo?" tanya Rasya, saat Gesya membuka pintu, namun setelah Gesya melihat wajah Rasya di hadapannya ia langsung mengingat lagi kejadian kemarim malam.
" Iya! knp? mau apa lo?" Tanya Gesya kasar
" Iddihhh gue di suruh juga sama Reksa " bantah Rasya
" Trus?"
" Gue belum juga di suruh masuk"
Gesya berfikir sambil menatap Rasya tajam
" Masuk" suruh Gesya!
" okey " Rasya langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam Apartemen Gesya yang cukup luas itu, Apartemen bernuansa Blue,pink membuat ruangan ini sangat iandah di pandang.
Sebenarnaya Gesya tidak mau menyuruh Rasya masuk ke Apartemenya, karena dia belum tau juga maksud dari Rasya ke sini karena apa terpaksa ia harus mempertimbangkan di otaknya untuk mempersilahhkan Rasya masuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
RASYA Gesya
Teen FictionNalury Gaby Gesya Ranfi, perempuan malam (bukan berarti sering jual diri) tidak. Gesya tidak seperti itu, ia bersekolah, anak orang kaya raya, tinggal di sebuah Apartemen sendiri selama ia jadi anak SMA ia memilih untuk tinggal di Apartemen sendiri...
