Bulan ke bulan perut gue mulai membesar dan kini menginjak bulan ke 6, hidup gue di bali terjamin, gue udah dapat kerja dan untungnya pak boss gue sangat perihatin sama gue juga, dia juga mungkin agak kasihan sama gue karena kondisi gue seperti ini.
dia adalah pak William, pria berumur 56 tahun, yang rela nerima gue jadi apa aja di kantornya, dan sekarang gue jadi resepsionis, dengan gaji yahh lumayan untuk makan gue dan tabungan gue.
" trus suami kamu mana?" tanya Devi, teman kerja gue jadi resepsionis, saat ini kita berdua lagi di kantin kantor
" ehmm..ehmm dia di jakarta sih, ada kerja juga di sana" jawab gue bohong
" kok kalian beda tempat gitu sih? yah kan___"
" aku maunya tinggal di Bali, tapi kata dia harus selesaiin proyek dulu 1 tahun kalau udah selesai bisa ke sini deh, tapi dia setiap bulan jengukin kok" jawab gue lagi bohong.
" ohhhh, rencana melahirkan?"
" di sini" jawab gue jujur.
AUTHOR POV....
pulang kerja Gesya langsung mandi dan langsung ke kamar bibi untuk minta pijat, dan sepertinya bibi sedang siapkan makan malam mereka.
Gesya duduk di meja makan dengan sesekali merapikan tataan makanan bibi di meja.
" Bi, udah 6 bulan Gesya ngandung, bunda khawatir gak yah?" tanya Gesya
" namanya ibu pasti khawatir lah non, tapi ada beberapa hal yang nutupin perasaan bunda non akibat perbuatan non sendiri"
" Nalu juga nyesal bi, tapi mau di apa kalau ini semua udah terjadi, Nalu udah terlanjur sayang sama bayi nalu bi" ucapnya
" semua gak perlu di sesali kalau itu sudah terjadi, ini semua pelajaran juga buat non" Bibi menasehati
" aku bakal ngebuktiin sama mereka kalau aku gak lemah tanpa mereka bi, aku kuat, aku juga kerja demi anak aku dan bibi, mulai saat ini Naku gak mau panggil bibi dengan sebutan bibi lagi, mulai sekarang Nalu panggil Ibu" Gesya memeluk bibi cepat.
" bibi seneng banget, bibi udah anggep non kayak anak bibi sendiri " ucap bibi
" ibu gak usah bilang non lagi, panggil Nalu aja atau Nak atau Apapun itu"
" iya Nak" jawab bibi
1 minggu kemudian Gesya berniat mengajak IBU-nya kini ke pantai untuk jalan-jalan, kini Ibunya sudah berubah drastia yang berapa hari memakai Daster kini memakai pakaian yang Gesya suruhkan.
" foto dulu bu, nanti Gesya Upload ke Instagram" ajak Gesya.
" Instagram teh apa Nak?"
" hehe instagram tuh tempat ngunggah foto atau video dan di lihat banyak orang" jelas Gesya
" oh, yaudah yuk"
merekapun melakukan beberapa kali foto, hingga sudah menunjukkan sore hari mereka baru pulang, setelah itu Gesya bersiap untuk di urut oleh Ibunya
Hanya pada Ibunya lah dia bisa mengadu nasibnya, ia sangat sayang pada Ibunya, orang yang udah dia anggap bahwa ibunya lah yang melahirkan dia.
" Ibu, kalau orang hamil emang gini kan? suka kecapean?"
" iya kok, ehmmm...kalau udah 7 bulan, stop dulu kerja sayang, fokus mau lahiran aja, belanja buat dedeknya, pakaian, alat mandi, alat harum dan segalanya deh" ucap Ibu
" iya, ehmm 3 tahun lagi Bunda balik, mungkin anak aku udah bisa jalan"
" hehe iya"
Sampai pagi Gesya ketiduran di kamar Ibu, hingga pagi ia harus cepat bersiap ke kantor denganc cepat karena akan memberikan surat untuk cuti sama pak William yang sudah ia anggap sangat membantunya.
" sayang sekali Gaby, padahal anak saya dari jakarta akan ke sini untuk melanjutkan perusahaan 3 bulan nanti" ucap pak william dengan memanggil Gesya dengan sebutan Gaby, memang di kantor ini mereka taunya nama Gaby.
" iya pak maaf sekali, saya juga harus cuti karena saya kecapean, nanti setelah saya cuti 6 bulan ini, saya kembali lagi"
" iya Gaby, saya harap begitu, gaji kamu akan saya transfer " kata pak William
Gesya tersenyum senang " makasig banyak pak william anda sudah banyak membantu saya " kata Gesya
" iya tidak masalah" Pak william tampak perihatin.
perusahaan pak william adalah perusahaan yang mengeluarkan vila - vila mewah yang ada di bali dan terutama juga adalah Apartemen Gesya yang di atas namakannya olehnya.
hari terakhir kerja ia habiskan juga sampai malam pun ia berbarengan dengan Devi yang sibuk mempersiapkan presentase besok.
" Nginep di Apart aja dev, ada ibu aku kok" Ajak Gesya
" gak ah, di rumah masih banyak laporan untuk besok" kata Devi
" yaudah, makasih yah sampai jumpa lagi Dev daaaa" Gesya nemeluk Devi tak lupa ia berterima kasih padanya.
Ibunya sudah menyiapkan makan malam untuknya, Gesya membuka pintu kamar ibunya ternya ia sudah tidur, Gesya langsung mengecup dahinya dan megelus rambut ibunya itu.
Gesya menyimpan Hpnya di atas nakas yang berseblahan dengan ranjang tidurnya, sebelum tidur ia tak lupa meninum obat terlebih dahulu, untuk menguatkan tubuhnya agar tak mudah capek.
" Hmmmm Momy udah gak sabar nunggu kamu nak" ucap Gesya dengan mengelus perutnya itu.
kemudian ia langsung tidur, semenjak kepindahannya di bali semua berubah, dari sifatnya,tutur katanya, dan yang terpenting orang-orang di sekelilingnya.
ia cepat tidur karena besok ia akan ke Mall belanja buat perlengkapan melahirkan nanti, Gesya hamil sangat cantik apa lagi jika ia tidak memakai make-Up, dia akan terlihat sangat keibuan.
masalah yang dulu sudah ia lupakan, yang jelasnya ia tak mau anaknya nanti bertemu Rasya, gesya juga bingung cara menjelaskan pada anaknya jika ayahnya kenapa tidak ada, tapi Gesya belum rela anaknya nanti di sentuh oleh rasya.
Ayah-Bunda nya kini tak peduli lagi padanya, namun Gesya selalu bertanya apakah mereka sekali saja mengingat Keadaan Gesya saat ini? mereka tak mau menerima Cucu mereka, hati Gesya murka atas sifat mereka yang tega mengusirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RASYA Gesya
Novela JuvenilNalury Gaby Gesya Ranfi, perempuan malam (bukan berarti sering jual diri) tidak. Gesya tidak seperti itu, ia bersekolah, anak orang kaya raya, tinggal di sebuah Apartemen sendiri selama ia jadi anak SMA ia memilih untuk tinggal di Apartemen sendiri...
