Kemarin keadaan Gesya kembali membaik, dan hari ini mereka sedang ke perjalanan menuju rumah sakit untuk memeriksa kandungannya takutnya terjadi apa-apa pada kandungannya.
Rasya setia menemani dan Beybi tak mereka bawah, takut merepotkan Gesya saat tiba di rumah sakit apa lagi dengan keadaan sekarang.
" kasihan Beybi belum ketemu aku dari kemaren" ujar Gesya, emang kemarin dia nggak keluar kanar sampai tadi pagi. Dan tadipun Beybi masih tidur.
" aku udah bilangin kalau mama lagi sakit nggak boleh di ganggu dulu dan dianya hanya berdoa gitu, lucu deh"
" beybi emang gitu sayang, dari dulu waktu kita masih berdua apa-apa pengertian banget sama keadaan orang, waktu papa kamu aja sakit di kantor dia nangis banget lihatnya, padahal kan papa udah bilang kalau papa cuman kecapean "
" kamu memang didiknya bagus banget, semoga anak kita yang ke dua bisa kayak beybi"
" hehehhe, oh iya kata mama semalam kamu jangan sibuk-sibuk harus nemenin aku terus kalau aku butuh bantuan"
" iya sayang, gimana respon mama dan bunda saat tau kamu hamil?"
" yah seneng lah udah mau punya cucu dua katanya"
Rasya menggenggam tangan Gesya " baik-baik yah sayang jangan kerja berat-berat dulu. Aku kasihan kamu kesakitan gitu"
" iyah, enggak tau juga kenapa hamil ke dua ini lebih nyentuh banget ke aku dan buat gini, semoga hasilnya baik kata dokter nanti yah"
" berdoa aja"
Sebelum turun dari mobil Rasya mengambil kursi roda terlebih dahulu agarGesya tak kecapean, sungguh ia memanjakan sekali istrinya ini.
" makasih " ucap Gesya saat di bantu turun dan duduk di kursi roda.
Rasya mulai mendorong dan membawa ke lift untuk menuju lantai 20 di mana ruangan dokter kandungan Gesya berada, ini pertama kalinya sih dia bertemu karena selama ini dia hanya berhubungan lewat media sosial dan mendapatkan nomor ibu dokterpun lewat aplikasi kesehatan.
" Atas nama ibu siapa?" Tanya asisten dokter Kirana.
" Nalury Gaby Gesya Ranfi "
" umurnya ibu?" Sopan sekali asisten ini.
" 23 sus" jawabnya.
" ibu Nalury Gaby Gesya Ranfi duh panjang banget namanya heheh"
"Panggil Gesya aja sus" suruh Rasya
" ibu Gesya silahkan masuk, karena dokter Kirana sudah menunggu"
Tak lupa mengucapkan salam akhirnya Gesya mengetahui wajah asli dokter ini, udah tua sekitar 47 tahun dia berhijab dan baik sekali lalu murah senyum.
" Gesya yah?" Tanyanya. Emang karena Gesya sudah membuat janji.
Gesya tersenyum dan menjawab iya.
" silahkan berbaring, saya ambil alat dulu"
Dengan di bantu Rasya akhirnya Gesya berbaring di ranjang rumah sakit ini, dokter mulai memeriksa tak ada kendala yang ia temukan, dan berhenti mualpun kemarin setelah minum ramuan yang di buatkan Rasya.
Gesya kembali duduk di kursi roda.
" Kandungan ibu Gesya sangat lemah sekali, mungkin karena anak ke dua juga, jadi sebelum memasuki usia ke 5 bulan jangan banyak aktifitas dulu, karena kalaupun sedikit jatuh atau capek bisa keguguran, ini resep obatnya silahkan di ambil di luar"
" makasih dok" Rasya yang berterima kasih
" dan setiap minggu atau terjadi lagi harus cek ke dokter yah kasihan bayinya bisa lahir prematur kalau nggak di cek kondisinya, walaupun sekarang belum kebentuk "
KAMU SEDANG MEMBACA
RASYA Gesya
Novela JuvenilNalury Gaby Gesya Ranfi, perempuan malam (bukan berarti sering jual diri) tidak. Gesya tidak seperti itu, ia bersekolah, anak orang kaya raya, tinggal di sebuah Apartemen sendiri selama ia jadi anak SMA ia memilih untuk tinggal di Apartemen sendiri...
