Kejadian Itu

4K 235 15
                                        

Sepi.

Satu kata yang menggambarkan bagaimana keadaan di ruangan itu, hening, tidak ada yang mencoba untuk membuka percakapan bahkan suara tv yang sangat kecil sampai bisa mereka dengar.

Aneh, tak biasanya mereka seperti ini, semuanya berubah entah sejak kapan bahkan mereka juga tidak tahu mengapa mereka seperti itu.

Mereka semua hanya fokus terhadap pikirannya masing masing, pandangan mereka kosong, sepertinya mereka memiliki masalah yang sangat amat berat.

Sudah ber jam-jam mereka hanya duduk di sofa tanpa mengucapkan sepatah kata.

Bahkan yang seharusnya mereka yang menonton tv kini malah tv yang menonton mereka.

Suasana ribut yang sudah menjadi kebiasaan di rumah megah itu kini lenyap, teriakan, pertengkaran, kesenangan, kebahagiaan, semua itu sudah tidak ada.

Bahkan untuk mengekspresikan perasaan mereka, mereka tidak tahu harus bagaimana, mereka hanya memandang kosong ke depan dengan wajah datar, jika di lihat seperti mereka semua sedang bermusuhan satu sama lain, namun mereka tidak bermusuhan.

"Kalo aja kejadian itu tidak terulang, mungkin kita tidak seperti ini" gumam seseorang yang masih bisa di dengar.

Setelah sekian lama akhirnya ada juga orang yang memhuka obrolan, suasana mencekam itu berubah debgan cepat.

"Tidak ada yang bisa mengulang kejadian itu, andai saja kita berhati hati mungkin tidak akan seperti itu" lirih seseorang.

"Jen, seul, kita juga gak mau kaya gini, yaa mungkin ini memang udah takdirnya" balas Joy.

"Takdir apa Joyy??? Irene di rumah sakit dia ketabrak dan dia koma dan lo bilang ini takdir? Iyaa??" ujar Jisoo.

"Bukan gitu soo, maksud gue mungkin ini takdir dari Tuhan buat kita, supaya kita lebih hati hati" balas Joy.

Ya, Son Wendy orang yang sudah mereka anggap saudara mereka sendiri kini harus terbaring di rumah sakit, kecelakaan besar yang menimpa Wendy membuat Wendy koma, sedih rasanya jika mengingat kejadian beberapa jam lalu.

Sayangnya mereka kini hanya bisa berdiam dan berdoa untuk kesembuhan Wendy.

"Kita ke rumah sakit, dokter minta kita tanda tangan untuk pemindahan Wendy ke ruang inap" ujar Irene.

Mereka bergegas menuju rumah sakit dan tidak lupa mematikan alat listrik yang ada di rumah itu dan mengunci pintu utama serta gerbang agar tidak ada yang bisa masuk.

Butuh 20 menit perjalanan untuk tiba di rumah sakit, dan karna jalanan kali ini lancar Seulgi mengendarai mobil dengan kecepatan di atas rata rata agar cepat sampai di rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit mereka keluar mobil lalu berlari menuju ruang UGD, sedangkan Irene dan Jisoo menuju ruang dokter untuk menandatangani surat pemindahan Wendy ke ruang inap.

Setelah semuanya selesai Wendy di pindahkan ke ruang inap dan mereka di persilahkan untuk masuk. Ketika mereka masuk dokter pun keluar dari ruangan itu.

Tidak tidak bukan mereka namun salah satu dari mereka, Wendy belum boleh di jenguk orang banyak karna takut keadaan nya menurun lagi, Rose pun memutuskan untuk masuk duluan bergiliran dengan yang lain.

Tidak lama setelah Rose masuk tiba tiba grup yang tak lain adalah Bts, Exo, Nct, Got7, Ikon, Twice, G-friend pun datang.

Mereka di beritahu oleh Irene jika Wendy mengalami kecelakaan.

Mereka bisa melihat jelas ke dalam ruangan itu ada Wendy yang terbaring lemah dengan muka yang pucat dan tangan yang di penuhi selang infus dan kepala yang di perban dan lehernya pun di beri penyangga leher. (Author gak tau namanya apa, jadi maapkan)

BlackVelvet [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang