Jadi cowok jangan banyak bacot. Kena tampol cewek tomboy tau rasa lu.
***
"Eh, kenapa?" tanya Zalicta dengan bingung kepada Bunda nya.
"Itu, kamu mau kan kalo Zorro jagain kamu?"
"Ih apaan sih, nggak ah. Aku kan juga udah gede, masa harus di jaga lagi." jawab Zalicta sambil memutar kedua bola mata nya.
"Nggak, maksud bunda kamu itu di jagain saat ada yang ngeganggu kamu aja, iyaa kan, Zo?" tanya Zytka sambil tersenyum ke arah Zorro.
"Iya deh, iya. Udah ya bun, nggak usah banyak bicara lagi, maybe aku sekarang udah telat gara-gara bunda. Oke fix? Udah, Licta berangkat dulu. Assalamualaikum." jawab Zalicta sembari mencium punggung tangan bunda nya.
Zytka pun memberi jalan kepada Zalicta untuk menuju keluar rumah. Zytka pun menutup pagar setelah Zalicta keluar.
"Kue gue mana?" tanya Zorro sambil menggosokkan kedua tangan nya tidak sabar.
"Kue apaan? Gue aja ini lagi cepet-cepet supaya gak ketauan ama Bunda, eh ternyata bunda tau," jawab Zalicta sambil memutar kedua bola matanya.
"Maksud lo, tadi sebenernya lo mau bikinin gue tapi nggak jadi karena buru-buru?"
"Ish bukan. Gue kan tadi kebangun jam lima subuh, terus gue bingung mau bikin apa, jadi ya gue shalat subuh aja dulu. Udah gitu gue baru aja mejamin mata dan masuk notif dari lo," jelas Zalicta.
"But you don't need to explain it,"
ujar Zorro sambil tertawa.
Zalicta kaget sambil ternganga tak percaya dengan jawaban Zorro. Dia yang bertanya, pas di kasih jawaban, eh taunya menjengkelkan.
"Lo tuh ya! Lo yang nanya, lo yang bikin orang jengkel. Mau lo itu apaan sih ?! Gak jelas tau nggak!" bentak Zalicta yang langsung di tertawai kencang oleh Zorro.
"Astaga pagi-pagi gak boleh marah-marah dong Za, nanti cantik nya ilang loh," kata Zorro sambil menyentil hidung Zalicta.
"Ih apaan sih pegang-pegang! Gak lucu tau nggak! Dan satu hal, jangan panggil gue dengan nama Za, gue nggak suka."
"Loh? Kan nama lo Zalicta, ya harus nya di panggil apa dong?" tanya Zorro dengan heran.
"Panggil gue Lic aja,"
Zorro sangat menahan tawanya.Zalicta lebih suka di panggil Lic di banding Za? Sangat lucu bagi Zorro.
"Eh, bisa sopan dikit nggak sama orang?Ngapain ketawa!? Ada yang lucu emangnya?!"
"Haduh ya ampun. Gue gak abis pikir sama lo Za , eh Lic." jawab Zorro dengan mulut di tutup yang berarti dia masih menahan tawanya.
"Mau-maunya lo di panggil Lic , emang bagus yah kedengeran? Haha," ujar Zorro sambil tertawa dengan kencang.
Zalicta menatap Zorro sinis. Memang nama nya Zalicta, tetapi dia sangat tidak suka bila di panggil Za oleh siapapun.
"Yaudahlah cepetan berangkat, deh."
"Emang kenapa Za, eh lic?" canda Zorro.
"Aduh kebanyakan bercanda lo ya! Sini lo!" ucap Zalicta sambil memukul tangan dan kepala Zorro.
"Aduh aduh neng Licta nya kok galak bener, yah? Lagi mens ya neng?" tanya Zorro. Lagi-lagi Zalicta kembali memukul nya di lutut dan mencubit Zorro di bagian pinggang nya.
"Duduh si eneng naksir yah ama abang? So sweet banget sih neng,"
"Ya ampun nih orang, harus di siram pake bensin sama air comberan dulu kali ya baru bisa diem? Gue masih ada stok bensin tuh di dalem,mau?"
"Waduh si eneng jadi galak nih, yaudah deh neng. Naik. Jangan cubit-cubit lagi yah neng, nanti abang sakit. Nanti kalo abang sakit, nggak ada yang nganterin neng Licta sekolah, gima—"
"Heh, lo turun udah gitu pindah ke belakang gih. Sini gue yang bawa motor," jawab Zalicta sambil turun dari motor Zorro.
Akhirnya Zorro menyadari ia yang terlalu banyak bicara. Ia pun langsung tancap gas dengan kecepatan enam puluh. Zalicta tidak sengaja langsung memeluk Zorro. Zorro pun langsung tersenyum tipis ke arah kaca spion dan melihat ke arah Zalicta.
"Zorro jangan kenceng-kenceng napa !?" teriak Zalicta sambil memukul pundak Zorro.
"Iya iya Lic. Eh bagusnya kita kemana dulu nih?" tanya Zorro sambil menurunkan kecepatan motor nya.
"Nggak tau, terserah."
"Cewek tuh ya, kalo di tanya jawabnya terserah, pas di bawa arah tujuan nya jadi nya marah-marah. Jadi, gue sebagai cowok tugas nya menanya—"
"Lo belom makan pagi kan? Yaudah makan ketoprak aja,"
"Nah, gitu dong. Peka dikit. Dimana tempat nya?"
"Dekat pertigaan jalan situ tuh," tunjuk Zalicta untuk mengarahkan Zorro ke arah yang ia tunjukkan.
Zorro pun mempercepat sedikit kecepatan motornya. Ia pun akhir nya sampai di tempat ketoprak yang di tunjukkan Zalicta.
Selamat berbuka puasa semua nya!Bagi yang udah bukpus sih sambil baca cerita Zalicta and Zorro.Udah kalian lanjut bukpus nya aja,jangan mikir Zorro yang kegantengan nya melebihi Arvin!
~CHIKA💋
KAMU SEDANG MEMBACA
ZALICTA [SELESAI]
Novela Juvenil"Kamu adalah bulan yang bersinar untuk melengkapi malam indahku." Cover by Seulwoonbi *** Kisah hidup Zalicta Lenka Zurie sangat susah untuk ditebak oleh Zorro Rocco Zachery. Zorro mulai untuk mencoba mendekati Zalicta dan berusaha untuk membantunya...
![ZALICTA [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/151782892-64-k777318.jpg)