Patah hati itu nggak sulit. Tinggal Move On aja.
***
"Bener-bener tuh si Arvin! Harus di kasih pelajaran tuh anak!" ucap Nerissa sambil melemparkan pulpen ke arah temannya dan mengenai kepala temannya.
"Aduh! Sakit monyet! Minta di tabok lo ya?" kata Rafael sang wakil ketua kelas.
"Sorry T-Rex! Aduh si T-rex marah nih!" canda Nerissa sambil menyentil hidung Rafael.
"Udah sana pergi pergi! Jangan kegatelan jadi cewek! Sentil-sentil idung gua lagi," ketus Rafael.
"Idih! Amit-amit juga gue deket-deket ama elo! Udah ah,pamit yah T-Rex!" jawab Nerissa yang baru saja ingin beranjak ke kelas XII IPS 1 untuk mencari Arvin.
"Udahlah Rissa, gak usah cari masalah lagi sama Arvin. Gue aja udah nggak suka sama dia." tahan Zalicta sambil mengeluarkan handphone nya.
"Ish, gimana sih mau di tolong tapi di tolak. Mumpung tangan gue gatel nih pengen nonjok orang." kata Nerissa sambil berbalik ke arah Zalicta.
"Nggak usah Sa, nanti malah ribet urusan nya." saran Zalicta sambil tersenyum seperti tidak ada terjadi di antara dia dan Arvin. Akhirnya, Nerissa kembali duduk dan menghela napas nya.
°°°
"Eh Rendra, lo liat Arvin gak?" tanya Naraya pada salah satu teman Arvin. Naraya berlari ke kelas XII IPS 1 tanpa sepengetahuan Zalicta.
"Gak tau, tadi sih bolos dianya, katanya sekalian ngajak pacar barunya jalan-jalan," jawab Rendra sambil berjalan ke arah toilet.
Naraya semakin bingung, jadi sebenarnya putusnya hubungan Zalicta dengan Arvin itu karena Arvin yang selingkuh atau .. Arvin yang udah bosan? Atau gimana? Naraya langsung kembali ke kelasnya. Dilihatnya Tempat duduk Zalicta sudah kosong.
Naraya pun menanyakan keberadaan Zalicta.
"Eh Kyra, Nerissa, Licta mana?" tanya Naraya.
"Licta udah pulang tadi pas lo lari ke kelas Arvin. Katanya dia juga gak bisa dateng ke sekolah besok karena males," jawab Kyra yang di iyakan oleh Nerissa.
"Aduh, gawat nih." ucap Naraya.
"Gawat kenapa emangnya?" tanya Kyra.
"Kan gue tadi ke kelas nya Arvin, terus Arvin nya gak ada jadi gue nanya ke Rendra, terus kata Rendra, Arvin nya Lagi bolos sekalian ngajak pacar barunya jalan-jalan," jelas Naraya kepada kedua temannya.
"Ya ampun, si Zalicta sama Arvin itu kenapa yah?" tanya Kyra kepada dirinya sendiri.
°°°
Zalicta sedang menunggu Angkutan Umum untuk pulang. Belum ada tanda-tanda Angkutan Umum yang lewat, karena Zalicta pulang lebih awal, yaitu jam setengah dua belas. Tentu saja belum ada Angkutan Umum yang lewat. Zalicta melihat seorang cowok yang ingin menghampirinya. Cowok itu adalah Zorro.
"Eh, Zalicta? Lo ngapain di sini?" tanya Zorro dengan penasaran.
"Gue mau pulang."
"Hah? Kenapa mau pulang? Kan masih jam setengah dua belas ? Kita kan pulang nya jam—"
"Kenapa memang nya? Ada masalah?" Zalicta kemudian langsung menurunkan dirinya di jalan raya, tanpa dia ketahui ada mobil yang sedikit lagi hampir menabraknya. Untung, Zorro menangkap Zalicta lebih cepat, jika tidak, nyawa Zalicta mungkin tidak bisa tertolong.
"Heh, lo itu kenapa sih? Udah marah gak jelas, terus nurunin diri lagi di jalan raya." marah Zorro sambil menarik tangan Zalicta dan menggenggam tangan Zalicta.
"Iya iya! Lepasin tangan gue sekarang," ucap Zalicta sambil tertunduk.
Zorro pun menyadari apa yang di lakukan nya. Ia langsung melepaskan tangan Zalicta.
"Tunggu gue di sini. Gue yang anter lo pulang." kata Zorro sembari berjalan ke arah tempat parkiran motor.
"Tapi Zo—"
"Nggak ada tapi-tapian dan nggak ada nolak-nolakan!" belum sempat Zalicta menyelesaikan ucapannya, Zorro sudah menyela kata-katanya. Zorro pun mengeluarkan motor ninja merah nya.
"Naik." perintah Zorro.
"Iya iya! Bisa nunggu gak sih!?" bentak Zalicta.
"Nggak, karena nunggu itu sakit." jawab Zorro sambil tersenyum tipis ke arah Zalicta
Zalicta pun naik ke motor Zorro. Ia tersenyum ke arah Zorro dan memikirkan, Zorro sebenarnya orang yang baik.
"Tadi lo kenapa? Tiba-tiba marah gak jelas gitu? Hm?" tanya Zorro yang masih fokus dengan kendaraan yang berlalu-lalang di depan nya.
"Gue habis putus. Terus lo dateng nyamperin gue. Ya gue marah lah, lo banyak bacot." jawab Zalicta sambil mengerucutkan bibir nya.
"Dasar bocah lu. Di tanya aja ngambek nya pengen bunuh diri. Masuk neraka jahanam mampus lo."
Zalicta memukul bahu Zorro, "Ish! Siapa yang mau bunuh diri sih, Zo? Amit-amit gue mau bunuh diri."
"Lah itu tadi mau apa turun ke jalan raya? Mau ngamen?" sela Zorro sambil tertawa kecil.
"Tau ah." Zalicta hanya membalas dengan memutar kedua bola mata nya.
Haii guys,ini udah part 2 nyaa dia udah sama Zorro nih!Kalian lebih dukung Zalicta ama siapa?Tolong Vote and comment nya yaahhh!
KAMU SEDANG MEMBACA
ZALICTA [SELESAI]
Novela Juvenil"Kamu adalah bulan yang bersinar untuk melengkapi malam indahku." Cover by Seulwoonbi *** Kisah hidup Zalicta Lenka Zurie sangat susah untuk ditebak oleh Zorro Rocco Zachery. Zorro mulai untuk mencoba mendekati Zalicta dan berusaha untuk membantunya...
![ZALICTA [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/151782892-64-k777318.jpg)