Susah kalo mau minta maaf duluan ke orang yang udah nyakitin hati kita.
***
"Lo besok, minta maaf ke Zorro,"
"Nggak ah. Dia udah nyakitin hati gue, masa gue duluan yang minta maaf," potong nya.
"Ish dengerin dulu. Terus lo bilang ama Zorro, kalo lo itu sebenarnya suka dia juga sejak awal pertemuan kalian." lanjut Kyra.
Zalicta yang awal nya memakan cemilan taro net, langsung tersedak.
"Uhuk, uhuk!"
"Minum dulu Lic, minum dulu," ucap Naraya sembari menyerahkan Le minerale yang segelnya sudah terbuka di atas meja belajar Zalicta.
Setelah minum, wajah Zalicta masih memerah dan di pinggir mata nya ada sebuah butiran air yang hampir jatuh karena terbatuk.
"Wait, wait wait. Apa lo bilang Ra? Gue harus bilang sama Zorro kalo gue suka dia sejak awal? Mau muntah gue!" teriak Zalicta sambil menaruh botol minum Le minerale nya kembali di atas meja belajar.
"Ya gimana cara nya dong supaya kalian gak marahan?" tanya Nerissa, "Padahal gue setuju sama saran Kyra," lanjut nya.
"Kalo gue sih, terserah ama lo Lic. Mau lo ngikutin saran si Kyra juga nggak pa-pa." tambah Naraya. Jika Zalicta sudah mendengar tambahan Naraya dalam memberi saran, dia sangat yakin saran tersebut dapat memberikan hasil yang sangat baik.
"Yaudah deh, karna Naraya juga ikut nambahin kalo saran Kyra itu gak pa-pa kalo di lakuin, gue juga akan lakuin besok," jawab Zalicta dengan pasrah.
"Tapi kalo dia di tembak Zorro gimana Ris?" tanya Kyra di samping telinga Nerissa.
"Aduh! Lo juga, jangan banyak bacot deh ah. Nanti si Zalicta berubah pikiran lagi," jawab Nerissa.
Tidak lama, Zalika pulang dari kampus nya. Zalika memanggil nama Zalicta tiga kali di bawah. Zalicta langsung turun sebentar ke bawah melihat kakak nya.
"Apa kak?" tanya Zalicta.
"Kamu dimana tadi pas kakak panggil?"
"Aku di kamar, sama temen-temen."
"Oh, kakak kirain kamu kemana lagi. Yaudah, lanjutin aja kerja tugas nya."
"Eh, kita nggak kerja tugas kok. Kita lagi .. Curhat." jawab Zalicta.
"Oh, yaudah lanjutin aja curhat nya. Kakak mau ganti baju dulu, panas nih dari kampus,"
"Panas apaan, orang ini kakak aja pulang nya jam setengah 6,"
"Iya, tapi tadi kakak ngumpul di lapangan kampus, jadi kepanasan. Udah kakak ke kamar dulu." jawab Zalika sambil naik ke atas tangga. Zalicta pun menuju ke belakang kakak nya.
"Ngapain ngikutin sih? Kakak mau ke kamar," ucap Zalika yang melihat Zalicta di belakang nya.
"Siapa yang ngikutin? Orang mau ke kamar aku juga kok, ge-er deh." jawab Zalicta sambil memutar kedua bola mata nya.
"Oh iya, kakak baru ingat kalo kamar kamu itu di atas,hehe." Zalicta melanjutkan jalan nya menuju ke kamar nya, sedangkan Zalika ke kamar nya.
"Gue balik guys!" teriak Zalicta pada saat membuka kenop pintu dari luar.
"Lah? Emang nya mba Zalicta dari mana?" tanya Naraya.
"Dari bawah, mba."jawab Zalicta. Zalicta pun langsung duduk kembali di bawah bersama teman-teman nya.
"Eh Lic, gue mau pulang yah, papa gue udah jemput," ujar Kyra duluan.
"Kok cepet banget sih? Nggak seru kalo gue cuman ngumpul sama Raya sama Rissa doang," Zalicta mengerucutkan bibir nya.
"Nggak, kita berdua juga mau pulang kok Lic," balas Nerissa sambil mengangguk pada Naraya.
"Iya Lic. Udah di telpon tadi sama mama gue, nanti kalo gak pulang di kunciin dari luar lagi," ujar Naraya. Zalicta hanya menghembuskan napas nya dengan kasar. Dia tidak suka jika teman-teman nya sudah ingin pulang.
"Yaudah deh, kakak gue juga udah pulang, jadi gak sendirian." jawab Zalicta membuka suara.
"Yaudah, kita pulang dulu ya Lic. Assalamualaikum," pamit Nerissa.
"Eh, gue anter kalian sampai depan pager," jawab Zalicta.
"Nggak usah Lic, lo istirahat aja di kamar. Udah nggak usah turun ke bawah, kita bisa tutup pagar lo kok." tahan Naraya.
Zalicta hanya mengangguk pelan. Teman-teman nya pun turun ke bawah. Tak terasa,
suara derap langkah kaki teman-teman nya menghilang. Ini berarti mereka sudah ada di bawah.
Zalicta membuka jendela kamar nya.Dia melihat teman-teman nya sudah berada di pintu depan. Zalicta memanggil Naraya, Naraya berbalik dan melambaikan tangan nya.
°°°
Satu persatu teman nya sudah pulang. Kini, dia menelpon Bi Tuti, asisten rumah tangga nya tersebut. Jika sudah jam setengah enam, bi tuti harus di telepon untuk membereskan rumah. Dan Bi tuti di pulangkan jam setengah sembilan malam. Ya, bi tuti hanya di pekerjakan malam hari saja.
"Halo bi tuti?" panggil Zalicta duluan di telepon.
"Eh iya non? Bi tuti sebentar lagi ke rumah non Licta. Ini bibi lagi nyiapin makan malam suami bibi dulu ya non." jawab Bi Tuti di seberang sana.
"Oh yaudah deh bi, nanti langsung kerja di dapur sama di kamar Kak Lika aja yah, terus aku mau ngasih gaji ke Bi Tuti."
"Loh, kok cepet banget non di kasih gaji nya? Kan masih dua bulan ke depan baru di kasih,"
"Nggak bi, Licta aja yang kasih bibi. Kalo nunggu Bunda yang ngasih kelamaan."
"Jadi Bi Tuti ambil gaji dari non Licta?Enggak ah non, bibi tunggu dua bulan ke depan aja, di kasih gaji sama ibu."
"Ih,Bi Tuti, rejeki itu gak boleh di tolak. Licta tau kok, Bi Tuti lagi butuh uang. Udah empat bulan Bi Tuti nggak di kasih gaji. Ini juga Licta lagi ada rezeki, jadi Licta kasih."
"Oh ya sudah deh kalo non memaksa Bi Tuti, makasih banyak sebelum nya non,"
"Sama-sama bi,"
Hai hai warga ples enem dua!Pakabar?Baek?
~CHIKA🍶
KAMU SEDANG MEMBACA
ZALICTA [SELESAI]
Teen Fiction"Kamu adalah bulan yang bersinar untuk melengkapi malam indahku." Cover by Seulwoonbi *** Kisah hidup Zalicta Lenka Zurie sangat susah untuk ditebak oleh Zorro Rocco Zachery. Zorro mulai untuk mencoba mendekati Zalicta dan berusaha untuk membantunya...
![ZALICTA [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/151782892-64-k777318.jpg)