Sandiwara Dimulai!

85 18 0
                                        

"Anu..Gue mau kita,"Ucap Zalicta dengan ragu-ragu

"Kita apa?"

"Pura-pura pacaran."

"Hah!?" teriak Zorro yang menggema di rumah Zalicta. Zalicta dengan cepat menutup mulut Zorro yang sangat tidak bisa di jaga untuk teriak itu.

Tak lama,turun Zalika dari atas.Karena Zalika mendengar suara teriakan Zorro dari bawah.

"Heh! Ada apa sih kalian teriak-teriak?" tanya Zalika heran dengan kedua nya.

"Ini kak. Si Zorro tadi nginjek kecoa,terus kecoa nya ngeluarin cairan gitu kak, jijik banget gak sih," jawab Zalicta yang berusaha menutupi kebohongan nya dan Zorro.

"Iyuw! Kamu sih dek, bukan nya beli stok baygon di rumah, malah beli baju kaos mulu. Liat kan sekarang, masa ada pacar nginjek kecoa di rumah kita." jelas Zalika sambil memarahi Zalicta. Zalicta pun hanya memutar kedua bola mata nya dengan malas.

Zalika pun akhirnya naik kembali ke atas.Dia tidak ingin mengganggu Zorro yang sudah ingin pulang.

"Makanya,tuh mulut nggak usah suka teriak.Liat kan,gue jadi nya di omelin sama Kakak gue.Huh!"Kata Zalicta sambil mendorong pelan pipi Zorro

"Iya iya,maaf.Mau ngomong apa tadi lo?Kita pura-pura pacaran?Buat apa?"

"Gue mau bikin si Arvin kapok dan nyesel udah mutusin gue.Dan gue cerita nya bisa dapet kan,yang lebih ganteng dari dia,"

"Oh gitu.Yaudah."Jawab Zorro sambil bernapas lega

"Yaudah apa nya?"

"Yaudah.Kita mulai sandiwara ini malam ini,"

"Yakin lo?"

"Ya yakin lah"Jawab Zorro secara sangat yakin dan tegas

"Awas lo yah,nanti pas sampai lo baper gara-gara drama ini,gue nggak tanggung jawab.Inget itu."

"Iya iya,gue janji gak bakalan sampe baper buat jadi pacar boongan lo"

"Oke deal."Jawab Zalicta sambil menyalami tangan Zorro

"Deal.Good night sayang ku,tidur nya mimpiin aku yah."Balas Zorro sambil mengusap puncak kepala Zalicta dengan lembut

"Lo apaan sih.Pulang sana,nanti di cariin sama mama lo lagi."Kata Zalicta yang menepis tangan Zorro.Zorro pun tertawa melihat tingkah Zalicta seperti sangat malu di panggil sayang oleh nya.

Zorro pun segera keluar sambil melambaikan tangan nya kepada Zalicta.Zalicta hanya membalas nya dengan senyuman kecil saja.

Sebenarnya,Zorro sedikit keberatan di jadikan pacar bohongan Zalicta.Dia ragu untuk memainkan peran nya,yang hanya sebagai 'Bohongan'.Dia ingin,Zalicta bisa benar-benar suka kepada nya.

"Gue bakalan bikin lo bener-bener suka sama gue Lic.Nggak masalah sekarang lo nggak naksir sama gue,tapi liat aja nanti.Ada saat nya lo bakalan nangis, karena nanti ada cowok yang sangat baik hati nolong lo dari sesuatu yang sangat tidak baik.Dari saat itu lah hati lo kebuka buat orang itu."

Begitulah kata Zorro yang sudah berada di dalam mobil.Dia memang berbicara kepada diri nya sendiri,tetapi dia merasa dia sedang berbicara pada Zalicta yang masih menunggu mobil nya pergi dari rumah nya.

Dia pun langsung menjalankan mobil nya.Dengan berat hati,Zorro kembali ke rumah sakit untuk menjaga papa nya.

Zalicta pun menutup pintu rumah nya,setelah melihat mobil Zorro perlahan mulai hilang di depan pagar rumah nya.Dia pun naik ke atas untuk memberi pertanyaan kepada kakak nya.

Sesampainya Zalicta di depan pintu kamar nya,dia melihat kakak nya ada di dalam kamar nya yang sedang asik memainkan laptop abu-abu nya itu.

Zalicta pun perlahan mendekati Zalika yang sedari tadi masih tidak sadar akan keberadaan Zalicta yang membuka pintu kamar.Mungkin Zalika tidak mendengar Zalicta masuk,karena saat ini dia sedang memakai headphone pink milik Zalika.

Zalicta pun berniat untuk mengagetkan nya,dan..

"BOOMM! "

Zalika langsung jatuh dari tempat tidur Zalicta.Dia sangat kaget mendengar Zalicta berteriak dan memegang bahu nya sangat keras dan memukul.Dia pun langsung memarahi Zalicta habis-habisan.

"DEK!Kenapa sih pake ngejut-ngejutin segala!?Kakak kaget tau nggak!"Teriak Zalika kepada adik satu-satu nya itu

Zalicta hanya tertawa sangat ngakak saat ini.Dia tidak percaya bahwa Kakak nya akan terkejut mendengar dia teriak.Padahal menurut Zalicta,kakak nya tidak pernah kaget tuh,mendengar dia berteriak apalagi pada saat Zalika sedang menggunakan Headphone pink kesayangan nya.

"Haduh Kakak ku yang ugly sedang marah nih.Don't angry kak.Calm down dulu deh,"Jawab Zalicta disertai sedikit air mata yang mengalir di pinggiran mata nya itu.

Zalika hanya memutar bola mata nya malas.Lalu bertanya ada apa tujuan Zalicta masuk-masuk ke kamar dan langsung mengagetkan nya.

"Kamu juga!Ngapain sih,langsung masuk kamar gitu aja,ngetok dulu kek"

"Lah?Ini kan kamar aku,bukan kamar Kakak.Kakak tuh,kenapa malah mainin laptop aku?Stalk ig si Tomy lagi?"Tanya Zalicta sambil menaiki ranjang tidur nya yang empuk itu.

"Idih.Kakak udah move on kali sama si Tomy.Udahlah,jangan bahas si Tomy,males banget kakak bahas dia,"

"Yaudah.Eh kak,bunda gimana tadi?Apa ada terjadi sama kondisi bunda?"

"Nggak kok dek,bunda baik-baik aja.Bunda juga udah dipindahin ke ruang inap.Jadi kamu nggak usah khawatir lagi,"Jawab Zalika sambil mengelus kepala Zalicta

"Siapa juga sih yang khawatir,"

"Kakak tau kok kamu khawatir juga sama bunda.Sebenci-benci nya kamu sama bunda,pasti dalam hati kamu juga masih tersimpan rasa sayang buat bunda."Kata Zalika yang sangat membuat hati Zalicta tersentuh.

Zalicta hanya menjawab nya dengan diam.Dia pun langsung menggeser kakak nya yang kini di dekat nya.

"Udah deh kak.Aku mau tidur dulu.Good night."Ucap Zalicta kepada Zalika duluan.Zalicta juga langsung mematikan lampu yang berada di samping ranjang tidur nya itu.

Zalika akhirnya mengalah.Ia harus keluar dari kamar adik nya ini.Karena bagi nya,Zalicta harus terus merasa sendiri dan tidak mau di ganggu oleh siapa pun saat pikiran nya sedang kacau.

Hai hai guyss!!Please Vote and Comment nya yah!😚
~CHIKA🌙

ZALICTA [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang