empatpuluh (1)

48 2 0
                                    

Melody :

Hari ini gue berangkat brng Ka Ardyan,gausa jmput.

Haidar menggaruk tengkuknya,baru ia ingin menjemput gadis itu,Tapi sang tujuan sudah menolak duluan.


Me :

Oke,inget ya hari ini udah 3 hari.

Haidar tersenyum kecut setelah itu, detak jantungnya mendadak jadi seperti sedang lari marathon, berdegup kencang seperti tengah dikejar anjing galak tetangga. Menunggu jawaban Melody membuat Haidar sangat gugup saat ini,sekuat tenaga Haidar menepis ketegangan yang bahkan datang tanpa diundang. Raungan motornya melesat kilat menuju sekolah,ya meski sudah kesiangan.

Haidar berhasil lolos dari gonggongan Bu Nelly,eh maksudnya berhasil kabur dari hukumannya. Masa iya Bu Nelly menggonggong. Ia tengah berjalan santai menuju UKS, tidak mungkin juga jika ia masuk kelas disaat sudah kesiangan seperti ini,akan sirna susah payahnya menghindari Bu Nelly. Ia merebahkan tubuhnya di salah satu ranjang UKS, tak lama pengurus UKS datang,ah kebetulan pengurusnya itu anak PMR (Palang Merah Remaja) dan adik kelas juga,jadi santai aja.

"Maaf ka, sakit apa?" Tanya pengurus UKS itu.

Haidar menoleh "Gue? Sakit jantung,"

Adik kelas itu hanya mengangguk,

"Ada obatnya ga si disini? Jantung gue ni,deg-deg nya cepet banget udah kaya di kejar suster ngesot." Tutur Haidar.

Adik kelas itu terlihat bingung, "setau saya ga ada ka,kalo sakit bisa pulang aja ka cek ke rumah sakit."

Haidar tertawa geli,

"Lo kira gue sakit beneran ya? Gua numpang tidur doang si disini. Tapi jantung gue beneran deg-degan, nunggu jawaban dari calon pacar. Doain ya,semoga dia nerima gue." Ujar Haidar sambil menaik turunkan alisnya.

......

Sore ini Melody terlihat sedikit gusar, hari ini ia akan memberi sebuah jawaban. Entah akan mengecewakan atau justru membuat sang pemilik hati senang,ia meminta Haidar menemuinya di greyo cafè sore ini. Gadis itu memoles tipis bedak bayi pada wajahnya,lalu bersiap mengendarai motornya menuju greyo cafè.

Setelah beberapa menit ia menunggu,siluet Haidar berjalan tegap kearahnya. Hatinya terasa begitu sakit saat menangkap bayangan lelaki di depannya,ia tetap tersenyum manis. Menutupi tangisnya yang akan segera tumpah.

"Haii,mau makan apa?" Sapa Haidar.

"Eumm,gue udah pesen kopi ko."

"Kopi apa?"

"Cappucino."

Haidar mengangguk,

"Gue pesen kopi dulu deh." Tuturnya sambil beranjak mencari pelayan.

Tak lama setelah itu Haidar kembali duduk di hadapan Melody. Dan Melody tersenyum semanis mungkin.

"Tuh kopinyaa.." Tutur Haidar saat seorang pelayan membawa dua gelas kopi.

Melody menyesap cappucino miliknya,menenangkan pikirannya yang bingung harus memulai semuanya dari mana.

Haidar tetap menatapnya, memperdalam tatapan itu memperhatikan Melody yang terlihat gusar.

"Dar,gue---" Tutur Melody.

Haidar mengangguk,

"Gue gabisa."

Melody ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang