4📝- Kebingungan

91 17 67
                                    

Putuskanlah sebelum kau bingung apa yang kau lakukan. Dan istikharah untuk meminta petunjuk yang baik.

-MMF

Fazrin bingung sekaligus kecewa mendengar pernyataan dari ayahnya kemarin. Pikirannya kini hanya satu, bagaimana membatalkan semua ini?

"Kenapa juga waktu itu gue mau datang ke sana?" tanyanya sambil melempar bola basket ke arah pintu.

Duakk.

Suara itu membuat Fazrin menoleh ke arah pintu dan ternyata lemparan itu mengenai seseorang.

"Bener-bener lo ya. Temen baru datang udah di lempar bola gini. Udah gue bilang jangan simpen tuh bola di kamar, bahaya kalo lagi marah, semua lewat!" marahnya menghampiri Fazrin sambil memegangi kepalanya.

"Ya sorry. Lo yang salah, main nyelonong aja!" Fazrin mengambil bola basket itu kembali.

"Alah gayaan lo, apa jangan-jangan gue udah gak dianggap temen lo lagi? Sampai-sampai lo milih nikah. Gue tau dari nyokap, bro," sindirnya.

"Udah, deh. Lo tau 'kan kalo gue gue nggak suka sama dia!" tegasnya, cowok itu memantulkan bola basket dengan keras ke lantai.

"Gue kan udah bilang, kalo gak setuju ya lo bicara baik-baik sama bokap. Nah, ini  lo yang setuju, kenapa malah uring-uringan gak jelas?" Membuang tasnya ke sembarang tempat tidur Fazrin.

Fazrin mengacak rambutnya asal, benar-benar pusing memikirkan semua ini.

"Lo itu harusnya kasih ide ke gue. Bukan malah nambahin beban gue kunyuk!" emosinya. 

"Wihhh, woles bro. Semua itu udah ada jalannya. Ya, kalo gue boleh ngasih saran. Lo jalanin aja pernikahan itu. Lagian juga, si Mafka itu kan pinter. Cocoklah buat penyeimbang," ujarnya
meyakinkan.

Fazrin merasa kesal, alhasil ia melempar bantal ke arah Fabian. "Maksud lo, gue bego gitu?"

Dengan sigap Fabian berhasil menghalang bantal itu mengenai wajahnya. "Maksud gue itu, lo 'kan pinter nih. Jadi cocok sama Mafka. Lagian waktu SMA keliatan banget kalo dia itu naksir lo!" timpalnya kemudian mengembalikan bantal ke si empunya.

"Kenapa lo jadi belain si Mafka bukan bantu gue? Lagian lo kan tau dari dulu gue suka sama siapa?" tanyanya.

"Syafa? Duhh! Udahlah bro. Kalo lo batal nikah, lo itu masih kalah sama gue! Padahal yang suka dikerubungi cewek-cewek, kan lo. Tapi kenapa yang nikah duluan gue, ya?" kalimat umpan balik Fabian mampu membuat Fazrin berdecak sebal.

"Mentang-mentang udah nikah. Nih gini-gini gue masih banyak yang ngejar, tapi sebanyak apapun cewek itu, gue gak bakal nikah sama orang yang gak gue cinta ngerti lo!" gertaknya.

***

Seorang perempuan tengah berdiri di bandara menunggu seseorang, selepas menerima kabar bahwa dirinya masuk perguruan tinggi di Bandung. Seketika itu juga ia mendapat kabar bahwa Ardan akan berangkat ke Inggris untuk kuliah di sana.

Dan sekarang dirinya tengah berdiri di Bandara mencari cowok itu. Ia mencari keberangkatan menuju Inggris dan setelah ia menemukannya, ia berlari menuju keberangkatan.

Harapku HadirmuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang