35-📝 Memulai

46 4 0
                                        

Jika masa lalu mendominasi? Biarkan, toh semua orang berusaha untuk mengurangi. Jika belum bisa, coba perbaiki terlebih dahulu.

Tersenyum adalah hal yang sering dilakukan oleh semua orang, tak akan aneh jika di setiap pertemuan mengandung senyuman. Berbeda dengan senyum bersama mereka yang kita sayang, semuanya menjadi lebih haru dan bermakna.

Tempat yang kini tengah menjadi objek pengawasan pihak berwajib ini, menjadi satu hal yang cukup rumit.

"Bagaimana, kak?" tanya perempuan berhijab warna mocca yang mengambil dudukbdi samping Fazrin.

Lelaki yang tengah menatap diam pun langsung menimpali, "alhamdulillah, semua lagi di proses." Melebarkan senyum.

Gadis berhijab itu mengangguk-angguk kecil. "Oh ya, Kak Fazrin udah makan?" tanyanya.

Fazrin menggeleng.

"Kalo gitu, kita makan siang?" ajak gadis itu namun Fazrin memiliki rencana lain.

"Duh, Syaf. Maaf nih, aku udah ada janji sama orang," jujurnya.

Gadis itu mengkerutkan kening, tidak biasanya lelaki ini menolak. Dan janji dengan siapa? Yang pasti bukan dengan Fabian, karena biasanya ia selalu diajak.

"Janji, sama siapa kak?" tanyanya membuat Fazrin terlihat gusar.

"Eumm, ada janji sama ...." Fazrin merasa bingung memberi tahunya. "Itu, sama temen kampus. Katanya ada yang mau dibicarain gitu deh."

Meski ragu, Syafa mengangguk. "Oh, hati-hati ya kak," katanya membuat Fazrin tersenyum sedih.

"Maaf Syafa, kalo gitu sebelum pergi. Aku anter pulang?" tawar Fazrin.

"Nggak, gak usah kak. Kalo itu tenang aja, kebetulan mau ketemu temen juga sekitar sini, katanya dia mau jemput," bohongnya.

"Ya udah, kalo gitu hati-hati juga. Aku duluan ya Syafa." Berjalan pergi setelah senyuman melengkung di bibir gadis itu.
Setelah kepergian lelaki itu, entah rasa curiga menyelimutinya. Khawatir bahkan begitu tebal menyelimuti Syafa, bertanya siapa kah yang akan ditemui lelaki itu?

Mungkin ia harus bertemu dengan seseorang dan sedikit menceritakan keluhannya, mungkin prasangka buruk itu akan hilang.

Lelaki yang tengah duduk di dalam mobil itu segera mengambil ponsel dan menghubungi seseorang. Lebih tepatnya mengirim beberapa pesan.

Mafka

Dimana?

Udah selesai kan kuliahnya?

Nanti aku jemput.

Setelah beberapa menit akhirnya balasan pun membuatnya tersenyum.

Mafka

Di kampus kak, gak papa aku pulang sendiri aja.

Belum makan kan?

Iya,

Urusan cafe gimana kak?

Harapku HadirmuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang