17-📝 Masakan spesial

35 4 0
                                        

Sebenarnya tidak harus menunggu sebuah hukuman.

Suara minyak panas menggema di sebuah dapur disusul aroma bumbu yang menyebar ke seluruh penjuru ruangan.

"Duhh, jangan kebanyakan!" ucap Mafka merebut sebuah bumbu pedas yang akan dimasukkan ke dalam wajan.

"Apaan sih, sini. Orang baru dikit!"

"Baru dikit gimana? Tadi itu masih penuh sekarang udah setengah aja!"

"Udah-udah sana! Yang masak itu saya, jadi kamu diem aja!" ucapnya menarik gadis itu menjauh.

"Tapi kak, duhh awas itu gosong!" ucapnya sedikit berteriak karena diseret pergi menjauhi dapur.

Mafka pun hanya memberengut dan akan memberi tahu agar masakan itu tidak gagal, tapi ternyata Fazrin bisa membuatnya diam.

"Duhh, Semoga Kak Fazrin gak aneh-aneh masaknya."

Remote itu ia pegang untuk memindahkan saluran televisi yang belum memikat hatinya.

Tiba-tiba sakit diperutnya membuat remote itu ia letakkan di karpet. Tangannya beralih karena rasa sakit itu begitu melilit.

Mafka mengubah posisinya menjadi selonjoran di sofa. Ia tahu rasa sakit ini akibat sore tadi memakan bakso super pedas, meski tidak pernah sesakit ini tapi ia hanya perlu mengistirahatkannya.

Tangannya terus memegangi perut yang semakin membelit, terlihat jelas wajahnya menahan sakit itu. Matanya ia pejamkan setidaknya tidur selalu membuat rasa sakit itu hilang.

Mafka terbangun ketika lengannya digoyangkan lembut. "Uuuhhh, iya kak ini juga bangun!" ucap Mafka tersadar.

"Nih masakan ala Chef Fazrin!" menyodorkan nasi goreng dan masakan yang pernah dibuat Mafka sebelumnya.

Mafka menghirup aroma pedas yang begitu menyengat, karena merasa diperhatikan oleh dua pasang mata yang memintanya mencicipi ia pun segera memakannya.

"Bukan gitu dong caranya!" ucap Fazrin melihat cara menikmati makanan yang dibuatnya.

Mafka mendongak, "Gini, satuin mie sama kuahnya ke nasi goreng!" melakukan apa yang diucapkan.

Mafka menatap ngeri, nasi goreng aja udah pedes gila apalagi ditambah kuah super pedas itu.

"Aku makan nasi gorengnya aja kak, gak bakalan habis!" pintanya menyodorkan mie super pedas itu ke arah Fazrin, tapi bukannya meng-iyakan, ia malah kembali menyodorkannya kepada Mafka.

"Kamu harus habisin semuanya! Kalo gak berarti kamu gak menghargai masakan saya!" tegas Fazrin kemudian senyum terbit tanpa Mafka ketahui.

"Tapi kak, aku tadi sakit perut. Kalo makan ini semua bisa makin-" ucapnya terpotong.

"... Banyak alasan! Jangan bohong deh, udah cepat makan!"

"Tapi aku ga-."

"Mafka...." ucapnya membuat Mafka bergidik ngeri kemudian tidak ada pilihan untuk menghabiskan semua masakan yang super-super pedasss!

Harapku HadirmuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang