5-📝 Ikatan Suci

78 11 16
                                        

Ikatan ini benar-benar suci, meskipun hati belum selaras. Namun, Allah SWT. telah menyatukan kita dalam ikatan suci ini.

Lelaki bertubuh tegap, tengah memandangi beberapa orang yang akan mengantarkannya menuju tempat acara.

Hari yang menjadi impian semua lelaki dan diharapkan menjadi yang pertama dan terakhir pun akan dilaksanakan hari ini. Tetapi,  Fazrin tidak yakin ini akan menjadi yang terakhir untuknya.

"Az, kamu jangan gugup, dong. Kamu tanya nih ke Mas Fajar," tegur Mela kemudian menoleh ke arah suaminya.

"Iya, Az. Dulu waktu kami menikah memang gugup sih. Tapi tenang aja kalo kamu yakin dan percaya diri pasti bisa dan semua akan indah." Hibur Fajar kepada adik iparnya.

"Gimana mau yakin, saling cinta juga enggak!" tegasnya sedikit berbisik namun tetap terdengar oleh sepasang suami istri yang berada di dekatnya.

Fajar pun tersenyum, bagaimana pun ia memang tidak pernah berada di posisi Fazrin yang akan menikahi perempuan yang belum dicintainya. Namun sebisa mungkin ia harus meyakinkan adik iparnya agar tidak murung di hari pernikahan.

"Az, kamu harus bersyukur. Jodoh dan rezeki atau segala apapun telah direncanakan. Dan Allah maha mengetahui yang baik untuk setiap makhluknya," nasihat Fajar kemudian diangguki Mela--sang istri.

"Az, kamu sudah siap. Kamu di mana Fazrin?" teriak lelaki separuh baya yang kemudian menghampiri.

"Sayang, kamu sangat tampan. Mafka juga cantik pastinya, kalian memang pasangan yang tepat!" ucap Bunda Fazrin.

Fazrin hanya tersenyum kecut, ia benar-benar tidak setuju dengan pendapat bundanya. Bukan pujian tentang dirinya, tapi tentang pasangan yang tepat! Sungguh dari apa sang bunda menyimpulkan itu.

"Baik, semua sudah siap! Mari kita berangkat." kata Ayahnya, menepuk pundak sang putra.

Keluarga Fazrin pun pergi menuju masjid tempat bagi Fazrin mengucapkan ijab qobul.

🐚🐚🐚

Mafka menatap pantulan dirinya di cermin, entah seberapa kali ia menatap wajahnya yang sudah memakai make up tipis sesuai permintaannya.

Balutan kebaya putih dan hijab yang senada pun membuat Mafka semakin cantik, tak lupa sepatu high hells yang membuatnya lebih tinggi.

Di sebuah ruangan yang berbeda dari tempat ijab qobul, Mafka merasakan jantungnya berdebar, tangannya berkeringat dingin, dan ia berkali-kali menghela napas.

"Sayang, keluarga Fazrin telah menuju ke sini." Sang ibu tersenyum begitu juga dengan Mafka walau saat ini dirinya merasa gugup.

"Sebentar lagi, bukan Ibu yang selalu ada buat kamu, kamu akan menjadi seorang istri." Ibu Mafka tetap tersenyum meski dengan mata yang berair.

Mafka memeluk ibunya, ia merasa tidak sanggup jika harus berpisah dengan orang yang disayanginya seperti dulu ia kehilangan nenek dan kedua orang tuanya. Bahkan kedua orang tua kandungnya tidak tahu pergi ke mana.

"Sayang, kamu pantas bahagia hari ini. Ibu yakin Fazrin akan membawa kamu dalam kebahagiaan yang kamu impikan."

Air mata Mafka semakin mengalir deras ketika ibunya mengatakan hal itu. Apakah benar lelaki itu akan membuatnya bahagia? Dia tidak pernah mencintainya, dan ia pasti terpaksa menjalankan pernikahan ini.

Harapku HadirmuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang