Cerita yang menurutku baru dimulai, ternyata sudah lama diawali.
"Kok diam?"
Tapi Fazrin hanya diam sampai akhirnya dirinya tersadar dan melanjutkan ucapannya.
"Siapa yang ... " tanpa mengubah posisinya.
Tok.. Tokk.. Tokk...
Suara ketukan terdengar membuat Mafka teralihkan, dan hendak beranjak menuju pintu utama.
"Tunggu, jawab dulu pertanyaannya!"
"Tapi kak, pertanyaannya aja belum selesai."
Tokk.. Tokkk.. Tokk
Suara pintu diketuk pun terus terdengar, tapi Fazrin sepertinya tidak ingin pertanyaan ini menjadi pikirannya.
Mafka hendak beranjak namun tangan itu kembali menahannya untuk pergi. "Saya bilang tunggu!" tahannya membuat Mafka duduk kembali.
Tokkk.. Tokkk... Tokkk...
"Oke, jadi apa pertanyaannya?" Mafka mencoba tidak terusik suara ketukan itu. Padahal Mafka ingin sekali membuka pintu, siapa tahu itu adalah tamu penting kan?
"Siapa candidate husband?" tanya Fazrin.
"Hallooooo, ada orang di sini?" teriak seseorang yang masuk akibat lama menunggu di luar.
Mafka menoleh.
Ia hendak beranjak tapi lagi-lagi tangan itu menahannya.
"Jawab dulu."
Mafka mengernyit, ia bingung harus menjawab apa. Bukannya tidak ingin memberi tahu, tapi maksud dari 'siapa' itu apa?
Tapi Mafka mencoba menjawab, "Candidate husband itu ya calon suami." Fazrin merasa aneh dari jawaban ini.
Ada dua arti, apa dia menterjemahkan pertanyaannya atau kah ia memastikan bahwa kontak itu adalah calon suaminya?
Mulutnya akan kembali menanyakan lebih jelas, tapi suara yang datang membuatnya menghela napas.
"Oalahhh, pantesan gak ada yang buka. Ternyata lagi pacaran toh!" ucap Fabian setelah melihat keduanya berada dalam jarak yang dekat.
"Duhh, mas. Sepertinya kita datang di waktu yang tidak tepat," timpal Alea ketika melihat Fazrin menghebuskan napas kasar.
Mafka mencoba melepaskan tangan yang menggenggam pergelangannya, karena meskipun ia adalah suaminya tapi jika ada yang melihat secara terang-terangan ia belum biasa.
"Kak..." pelan Mafka.
"Udah jangan malu Maf, kita bisa keluar dulu kok." Fabian semakin membuat Mafka tersenyum kikuk.
Fazrin pun merasa terusik. "Apa sih lo, orang kita lagi duduk-duduk aja." elak Fazrin membuat pasutri itu tersenyum.
"Duduk sambil pegangan tangan hmm?"
Melihat ke arah tangan mereka.

KAMU SEDANG MEMBACA
Harapku Hadirmu
Spiritual#3 fazrin 24/06/2020 #2 fazrin 13/08/2020 Mafka Malihah Farha, seorang perempuan yang selalu berharap pada lelaki yang tak pernah mengharapkannya. Ia lelah selalu memberi hati! Namun, suatu hari ia dipertemukan dengan lelaki yang diharapkannya! Buk...