Ketika hal yang harusnya mudah menjadi begitu sulit.
"Terus... Bukannya lo bilang mau seminggu di sana?" tanya Alea.
"Nah, mungkin ini agak ganjil sih. Setelah makan malam gue kan dapet kabar kalo di cafe ada yang ngambil resep dan ada juga yang komplain gara-gara pesanan yang gak sesuai. Dari situ gue menyingkir dari banyak orang ke taman belakang, ya gue mau denger cerita sebelum kejadian itu jadi lumayan lama lah.
Nah sekitar tengah malam gue masuk ke kamar, Mafka gak ada. Awalnya gue pikir dia masih ngobrol sama Bunda atau Kak Mela tapi ternyata gak ada." Fazrin menceritakan kronologi yang menurutnya setelah itu Mafka agak beda.
"Terus dia ada di mana?" tanya Fabian yang kemudian juga membuat penasaran Alea.
"Ternyata dia ada di..."
Fabian dan Alea pun begitu kepo dengan apa yang akan dikatakan oleh Fazrin tentang keberadaan Mafka.
"Dia lagi teleponan atau lebih tepatnya video call di depan rumah."
"Sama siapa?" tanya Alea.
Fazrin hanya mengedikan bahu seakan tak acuh tapi sebenarnya sampai saat ini ia juga masih bertanya-tanya.
"Udah itu?" gantian Fabian yang bertanya.
Fazrin kembali mengingat. Dan menceritakan semua yang terjadi selama di sana.
"Az, apa jangan-jangan Mafka..." Alea menggantungkan kalimatnya, tentu membuat Fazrin bertanya.
"Jangan-jangan apa?"
"Mungkin dia kesel sama kamu atau marah?" tandas Alea.
"Ya tapi kenapa?" tanya Fazrin lagi.
Fabian yang tengah melahap hamburger tadi pun kembali menimpali. "Masa lo gak sadar sih? Mafka itu punya alasan lagi marah sama lo. Lo kan gak pernah cerita ke dia padahal jelas-jelas sebagai istri Mafka harus tahu dong!" mendengar itu Fazrin menggigit bibir bawahnya, mencerna kalimat dari sahabatnya.
"Masa sih?" tanya Fazrin masih tidak percaya bahwa Mafka berbeda gara-gara itu.
Pertanyaan itu sebenarnya lebih ditujukan kepada dirinya sendiri. Kedua pasangan suami istri itu tak lagi menimpali karena berebut hamburger yang dibawa salah satu di antara mereka.
"Loh kok dimakan lagi sih mas?" tanya Alea pada suaminya.
Fabian pun tersadar. "Ehh iya lupa. Abisnya enak, nanti beli lagi ya?" menenangkan sang istri agar tidak marah.
Alea pun mendelik dan langsung mengambil hamburger itu dari tangan sang suami. Ia pun melahapnya tapi Fabian kembali merajuk untuk meminta lagi.
"Mau dong lagi." Alea yang tengah mengunyah pun akhirnya dengan muka tang ditekuk, menyodorkan makanan cepat saji itu ke mulut sang suami.
"Gitu dong, Aaamm." melahapnya dan tersenyum.
Tersadar istrinya masih cemberut, Fabian pun merayu agar muka itu kembali tersenyum.
"Jangan ditekuk gitu dong, masa bidadariku ini gitu sih."
"Biarin!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Harapku Hadirmu
Spirituelles#3 fazrin 24/06/2020 #2 fazrin 13/08/2020 Mafka Malihah Farha, seorang perempuan yang selalu berharap pada lelaki yang tak pernah mengharapkannya. Ia lelah selalu memberi hati! Namun, suatu hari ia dipertemukan dengan lelaki yang diharapkannya! Buk...
