Sebentar lagi bukan aku yang ada untuknya, kuatkan hamba Ya Rabb.
Fabian dan Alea pun tak menyangka, ternyata perempuan itu adalah orang yang mungkin dihindari oleh seseorang.
Mengetahui keadaan yang hanya hening, Alea pun berinisiatif untuk menyapa terlebih dahulu.
"Loh, kamu di sini juga?" tanya Alea membuka pembicaraan.
Perempuan itu pun teralihkan dari rasa kegembiraan yang sangat dirindukannya. "Mungkin kita sakah orang ya kan?" meminta pendapat Fazrin yang hanya terpaku pada gadis di hadapannya.
Fazrin ingat.
Suara yang tak lagi asing itu memang sudah lama ia kenal.
Dia itu...
Fazrin pun buka suara. "Syafa?" Fazrin pun membuat perempuan dihadapannya tersenyum gembira, ternyata lelaki itu masih mengingatnya.
Melihat mereka saling tatap, Fabian pun berdehem. "Ekhem, jadi..." ucapannya sengaja ia gantung untuk memutus kedua bola mata yang terus menatap.
Syafa pun menoleh kemudian berbicara, "Kalian gak salah orang kok. Aku yang telepon Kak Fazrin kemarin malam," tandasnya.
"Jadi, kamu tahu siapa orang yang..." kalimat itu tidak dilanjutkan melihat Syafa yang mengangkat tangannya rendah.
"Duduk dulu," ucapnya kemudian mereka pun duduk secara bersamaan.
Syafa pun memanggil pelayan dan menyuruh semuanya untuk memesan terlebih dahulu. Pasutri yang ada pun memesan dua jus mangga, sedangkan Fazrin memesan es kopi. Pesanan es kopi itu membuat Syafa menggigit bibir bawahnya, dia tahu alasan dari Fazrin yang memesan minuman itu.
Fazrin merasakan bahwa gadis yang baru bertemu dengannya lagi itu menghela napas panjang.
"Kak Fazrin, sesuai yang aku bicarakan lewat telepon. Aku tahu siapa orang itu." akhirnya Syafa pun mulai memberi tahu.
Tak ada yang bicara. Mereka menunggu pembicaraan selanjutnya, wajah mereka memang datar tetapi gadis itu yakin rasa penasaran begitu kental terlihat dari wajah mereka.
"Kak Rendi." mendengar nama itu sontak ketiga orang yang mendengarnya membulatkan mata sempurna.
"Maksud kamu Rendi Fahlando?" tanya Alea.
Fabian mengepalkan tangan ketika mendengar nama itu disebut, bukan tanpa alasan. Rendi Fahlando adalah orang yang pernah mencintai istrinya, Alea. Dia pernah ingin merebut sang istri.
Rendi memang tidak suka kepada Fazrin, terlebih ketika tahu bahwa Alea jatuh cinta pada sahabat Fazrin, yakni Fabian. Dari SMP dan SMA memang mereka selalu bersaing, apalagi mengenai cinta.
"Dia itu benar-benar gak berubah!" Fazrin mengepalkan tangan.
"Jadi, apa yang kamu punya sebagai bukti kalo dia adalah pelakunya," tanya Fabian.
"Cerita, gambar dan video. Aku punya bukti itu semua."
Fazrin mendongak. "Ceritakan dan tunjukkan semua bukti itu." diangguki oleh pasangan suami istri yang begitu antusias ingin tahu lebih lanjut dalang dari semua kehancuran ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harapku Hadirmu
Spiritual#3 fazrin 24/06/2020 #2 fazrin 13/08/2020 Mafka Malihah Farha, seorang perempuan yang selalu berharap pada lelaki yang tak pernah mengharapkannya. Ia lelah selalu memberi hati! Namun, suatu hari ia dipertemukan dengan lelaki yang diharapkannya! Buk...
