3📝-Rencana

77 13 45
                                        

Kita boleh berencana, tapi tetap Allah swt yang menentukan. Bersyukurlah meskipun tidak sesuai rencana kita.
-MMF

Mafka terus menatap pantulan dirinya dicermin, apakah ia memang pantas untuk menjadi seorang istri. Akan kemana ia membawa semua harapan dan cita-cita yang ia rangkai setelah lulus itu? Dan apakah orang yang selama ini ia harapkan itu benar-benar setuju?

Ia tidak yakin! Karena dari awal perjodohan ini terungkap dari keluarga mereka, tak pernah ia mengatakan setuju. Bahkan ia terlihat marah dan membenci dirinya.

Awalnya memang Mafka setuju-setuju saja karena itu keputusan orang tuanya, dan alasan lainnya adalah ia mengharapkan lelaki itu menjadi imamnya! Tapi setelah ia tau bahwa semua itu hanya mimpi, Mafka hanya ingin menjadi calonnya saja. Yang dapat ia perhatikan meskipun dengan terpaksa, sudah semua itu sudah cukup! Jika harus bersama apakah ia bisa menerimanya dengan baik tanpa ada benci dan kehancuran?

Ceklek.

"Mafka?" ucap wanita paruh baya membuka pintu kamar.

"Iya bu?" ucapnya menoleh.

"Kenapa? Kok mukanya kayak sedih gitu?" setelah berada didekat putri angkatnya itu.

"Kamu kepikiran sama Fazrin? Ck ... Ck .. Ck, udah dong bukannya kamu senang dia menerimanya bahkan keluarga mereka itu mau mempercepat pernikahan loh!" lembut Riri.

Mafka hanya menghela napas panjang lalu tersenyum seperti yang dipaksakan. Melihat itu Riri memeluk Mafka dari samping.

"Apa karena cita-cita kamu sayang?" tanya Riri menatap Mafka.

"Mafka memang ingin menjadi makmum laki-laki suatu hari nanti. Tapi menurut Mafka ini bukan waktu yang tepat, Mafka baru lulus dan umur Mafka 20 tahun juga masih nunggu beberapa bulan lagi bu." merengek keluh kesahnya.

Riri mengelus wajah Mafka lembut. "Menurut Mafka memang tidak tepat, tapi menurut Allah? Mungkin ini waktu yang sangat tepat. Pertemuan kamu dengan Fazrin dan sebelumnya dengan Bunda Rani itu adalah takdir dan rencana Allah yang indah Maf. Ibu yakin mereka juga akan mengijinkan kamu untuk kuliah." membenarkan hijab Mafka.

Mafka merasa lega, ia sadar bahwa semua sudah ada yang mengatur. Bersama atau tidak dengan seseorang yang diharapkan itu tidak penting. Karena Allah telah menuliskan jodoh setiap manusia jauh sebelum kita dilahirkan, di lauhul mahfudz semua sudah tertulis dengan indah. Lebih indah dari rencana manusia sebanyak apapun ilmunya atau seberapa besar pengaruhnya untuk dunia.

"Sudah sekarang bersiaplah, keluarga Fazrin akan kesini untuk makan malam dan merencanakan pernikahan," ucap Riri kemudian tersenyum setelah itu meninggalkan kamar Mafka.

Setelah beberapa menit, sebuah mobil tepatnya dua mobil memasuki halaman rumah keluarga Mafka.

Setelah mengetuk pintu, mereka pun dipersilakan masuk.

"Assalamualaikum," salam Bunda Rani.

"Waalaikumsalam, apa kabar?" jawab Riri.

"Alhamdulillah baik bu, bagaimana sekeluarga baik juga?"

"Alhamdulillah, ya sudah mari duduk." mempersilakan semuanya duduk.

"Sebentar, saya panggilin Mafka. Silahkan dinikmati dulu sajiannya," ucap Riri kemudian dibalas senyuman oleh semua keluarga Fazrin.

Tak berseling lama, seseorang yang digandeng Riri pun mulai berjalan kearah ruang tamu.

Dengan gamis berwarna marun dan hijab yang senada, gadis itu mendapat sambutan mata yang menatapnya tak percaya kecuali Fazrin yang membuang muka tak peduli.

Gadis itu mulai menyalami semua orang yang berada disana kemudian duduk di samping ibunya.

Pembicaraan pun mulai serius, Mafka hanya tertunduk ketika ibu angkatnya menceritakan keluarga kandung Mafka.

"Dari awal perjodohan ini, saya sudah memberitahu bahwa Mafka ini bukan anak kandung saya." Riri pun menjelaskan lebih rinci tentang keluarga kandung putri angkatnya ini.

Mafka di adopsi oleh Riri dan suaminya waktu berumur dua tahun. Mafka berada di panti asuhan karena tidak ada yang merawatnya, lebih tepatnya nenek yang mengurus Mafka telah meninggal saat usianya satu tahun. Sedangkan kedua orang tuanya tidak ada yang mengetahui keberadaan mereka. Satu-satunya yang mengetahui adalah neneknya, tetapi neneknya telah tiada disaat Mafka belum mengerti apapun.

Tetangga-tetangga pun hanya mengetahui bahwa kedua orang tua Mafka pergi ke kota untuk mencari penghasilan yang layak. Sayangnya, tidak ada yang tahu pasti mereka dimana dan tidak ada informasi mengenai mereka bahkan saat nenek Rima meninggal dunia.

Di saat itu, Mafka sendirian. Hingga beberapa bulan kemudian Mafka di angkat oleh Riri dan Surya yang merupakan keluarga religius. Mereka memutuskan mengangkat anak panti asuhan di Desa Garut saat mereka menenangkan diri karena belum dikaruniai seorang anak.

Mereka bahagia saat Mafka berada dalam keluarga mereka, Mafka menghilangkan kesedihan Riri dan Surya. Bahkan mereka berdua sudah menganggap Mafka anak kandungnya sendiri. Mafka mendapat penuh kasih sayang dari orang tua angkatnya, hingga ia tumbuh menjadi gadis yang ramah dan murah senyum.

Meskipun ia orang yang tertutup bagi orang yang baru atau tidak dikenalnya, ia selalu ramah kepada siapapun meskipun orang itu telah menyakiti perasaannya.

Disaat umurnya 16 tahun Riri dan Surya memberitahu yang sebenarnya mengenai orang tua kandung dari Mafka. Awalnya Mafka sedih dan kecewa, tapi ia menerima itu semua. Toh jauh di sana masih banyak orang yang jauh dari orang tua tetapi mereka tidak seberuntung Mafka yang diberikan kasih sayang oleh mereka.

Tetapi, kesedihan pun melanda keluarga kecil mereka. Di mana suami dari Riri harus pergi terlebih dahulu karena penyakit yang menyerangnya.

Mafka pun menghibur ibunya dan menjadi alasan kebahagian bagi sang ibu. Riri yang sudah berhijab sejak kecil pun membuat Mafka ingin seperti ibunya. Mafka pun memutuskan berhijab dan mendalami ilmu agama agar menjadi manusia yang tidak merugi.

Itulah kisah tentang Mafka Malihah Farha yang tidak diketahui banyak orang.

"Mafka, bunda memang tidak salah meridhoi kamu menjadi istri Fazrin nak!" ucap Bunda Rani tersenyum bangga.

Semua orang pun sama, tersenyum dan sudah menemukan sesuatu yang baru. Meskipun Fazrin hanya diam tidak tertarik dengan semua yang terjadi.

"Kalo begitu kita sepakat pernikahan akan dilaksanakan sebulan lagi!" tandas sang Ayah.

"Apa?" ucap Fazrin dan Mafka bersama.

Bersambung...

Assalamualaikum Wr. Wb, readers makasih masih ada yang membaca part ini.

Cerita ini hanya murni khayalan saya, jadi jika ada hal yang sama atau nama tempat itu semua bukan plagiat. Karena saya punya imajinasi sendiri, meskipun saya juga tertarik menulis Cerita perjodohan ini karena beberapa cerita yang pernah saya baca. Tapi saya benar-benar tidak meng copy ya!!!

Gak tau kenapa terlintas cerita ini saat bengong gitu😂

Makasih

Wasalamualaikum

@marayna16
Ig :mega_rohayana16

Happy reading

Harapku HadirmuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang