9-📝 ....

34 5 7
                                        

Bismillah, semoga tidak terlalu menyakitkan

Di sebuah cafe, mereka bertemu. Sebuah ruangan yang menonjolkan bangunan kaca seperti di sebuah hutan meskipun berada di pinggir kota.

Banyak pepohonan atau kebun yang mungkin sengaja dipilih pemilik untuk memanjakan pengunjung mereka.

Mafka dan kedua pasangan yang baru beberapa minggu ia kenal pun duduk tepat di samping pepohonan atau area outdoor yang disediakan hanya satu meja untuk tamu khusus, itu yang mereka katakan pada Mafka saat bertanya.

"Jadi kamu mau bicarain apa Maf?" ucap Fabian diangguki sang istri yang tengah mengaduk jus.

Mafka mengeluarkan handphonenya dan membuka album foto kemudian menunjukkan itu ke kedua pasangan muda dihadapannya.

Setelah mengamati apa yang diperlihatkan Mafka, mereka saling memandang bingung. Alea menganggukan kepala kepada sang suami entah tanda apa itu.

Helaan napas terdengar sebelum berbicara sesuatu.

"Dia perempuan yang Fazrin cinta." menohok, itu yang Mafka rasakan. Begitu jelas dan benar dugaannya.

"Mereka pernah menjalin hubungan tapi sepertinya bukan pacaran," tandas Alea.

"Komitmen!" ucap Fabian melirik Alea.

Mafka hanya meremas roknya, mendengar hal yang tentu saja menyakitkan. Sampai sini saja telah membuat matanya memanas apalagi ia harus mendengar hal yang lebih.

"Komitmen untuk menikah?" tanya Mafka gemetar.

Alea mulai menghentikan pembicaraan ini, ia tahu dalam hati Mafka mungkin kini tengah terluka.

"Maf, udah ya." ucapan itu membuat Mafka menggeleng.

"Gak, ini harus diselesaikan kak. Aku mohon, hanya kalian yang bisa memberitahu aku," ucap Mafka meyakinkan mereka.

"Oke, kamu benar. Mereka memang berkomitmen untuk tidak berpacaran tapi mereka memang ingin menjalani semuanya karena waktu itu mereka masih SMP. Sehingga mereka tidak pernah lagi bertemu sampai sekarang," ucap Fabian.

"Tuh Maf, mereka udah lupain kenangan mereka berdua buktinya mereka tidak pernah saling mencari apalagi bertemu." Alea mencoba meyakinkan bahwa semua adalah masa lalu.

"Tapi mungkin mereka belum ditakdirkan kembali bertemu, tapi aku yakin mereka berharap kembali bertemu seperti beberapa bulan lalu di tahun ini!" ucapan ini membuat keduanya mengkerutkan alis.

"Jadi maksud kamu, mereka pernah bertemu?"

"Iya, ini salah satu foto yang aku temukan. Dan di belakang itu tertulis dua bulan kemarin di tahun ini." memperlihatkan foto yang ia abadikan dalan kamera handphonennya.

Mereka saling bertatap tak percaya bahwa Fazrin pernah bertemu dengan perempuan itu, dan tidak biasanya ia tidak memberi tahu hal itu kepada Fabian yang notabennya selalu dijadikan tempat curhat oleh Fazrin.

"Terus setelah ini kamu mau ngapain Maf?" tanya Alea.

"Kalian tenang aja, aku akan berusaha untuk menjadi satu." senyumnya padahal hatinya bertanya apa bisa?

"Kami tau kamu pasti bisa memenangkan hatinya," ucap Alea diangguki Fabian.

"Oh ya, Fazrin sempat cerita ke kamu?" tanya Fabian.

"Cerita?" setelah itu Mafka menggeleng tidak tahu.

"Dia punya bisnis sendiri, kamu tidak di beri tahu? Dasar lelaki itu!" Alea mencibir dalam hati.

Harapku HadirmuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang