Jangan pernah malu untuk berbuat baik, meskipun itu belum terlihat hasilnya di dunia.
Mafka sudah bersiap, dan tengah mengunci pintu rumah. Sedangkan Fazrin, ia sudah berada di mobil.
Fazrin menyalakan mesin dan perlahan melajukan mobilnya berharap Mafka berteriak kesal dan memberhentikan mobilnya.
Mafka melihat mobil itu melaju, sepertinya Fazrin ingin pergi sendiri. Tanpa dirinya. Oke, dia bisa naik angkutan umum.
Meski uangnya sudah pas-pasan tapi ia belum bisa seceria yang ia rencanakan saat bersama dengan Fazrin. Ia menjadi dirinya yang dulu, pendiam dan lebih pasrah.
Sejenak, setidaknya sampai ia punya tenaga untuk bisa menghadapi segala penolakan yang akan mengingatkannya dengan mereka yang mungkin akan bertemu suatu saat nanti.
Mafka akhirnya sampai di jalan dan memberhentikan sebuah angkutan umum, yang ia tunggu. Angkot sahabatnya.
Fazrin POV
Aku hanya bisa diam karena melihat dia masuk ke dalam angkot. Sebenarnya ia ingin mengajaknya untuk pergi bersama, tapi kenapa ia sulit sekali memanggilnya dan mengajaknya naik mobil?
Entah, kenapa. Aku sedikit kecewa saat Mafka diam, tak berteriak memanggilnya yang akan meninggalkannya pergi.
Bahkan saat aku ingin memberikan uang, kenapa begitu sulit. Aku pun hanya sampai di situ, sebab semua yang aku ingin berikan itu hanya sebagai bukti tanggung jawab sebagai seorang suami.
Tidak lebih!
Tapi kenapa begitu sulit.
Aku hanya tak ingin Mafka merasa aku sudah membuka hati untuk dirinya.
Karena sungguh aku masih berharap dapat kembali bertemu dengan Syafa, orang yang mengisi relung hati sampai saat ini.
Tidak mungkin bisa tergantikan oleh seseorang yang baru mengisi hari-harinya bukan?
Hah. Aku tertawa memikirkan itu semua.
Fazrin POV selesai.
Mobil pun berhenti tepat dengan sebuah angkutan umum yang berhenti di depan gedung tinggi, Mafka melihat mobil suaminya melaju ke dalam area parkir kampus dan ia hanya tersenyum kecut. Seandainya ia memaksa untuk ikut, pasti ia akan berada di sana.
"Hey, malah ngelamun!" tepuk Nadya membuyarkan lamunan.
"Astagfirullah! Huh Nad, jangan ngagetin ih!" jawabnya.
"Abisnya malah ngelamun, liatin apa emang?" mengikuti arah pandang sahabatnya beberapa menit lalu.
"Ohh, mobil itu punyanya Kak Fazrin yo?" goda Nadya menduga dan pasti dugaannya benar.
"Udah lah ayo masuk!" ucap Mafka berjalan mengalihkan pembicaraan.
"Oke, alah mengalihkan pembicaraan aja kamu mah!" godanya kembali sambil berlari mengejar Mafka.
Dan setelah ada di samping Mafka, Nadya semakin menggoda Mafka. Mafka hanya menutup telinganya dan berbicara tak jelas agar semua ocehan itu tidak ia dengar.

KAMU SEDANG MEMBACA
Harapku Hadirmu
Spirituale#3 fazrin 24/06/2020 #2 fazrin 13/08/2020 Mafka Malihah Farha, seorang perempuan yang selalu berharap pada lelaki yang tak pernah mengharapkannya. Ia lelah selalu memberi hati! Namun, suatu hari ia dipertemukan dengan lelaki yang diharapkannya! Buk...