Biarkan luka mengubah duniamu, tapi jangan buat dirimu menyesal karena perubahan itu.
Menyeruput kopi di sela-sela pikiran yang merumitkan sekarang menjadi kebiasaan lelaki itu.
"Jadi kalian ribut besar?" kaget Alea.
Fazrin hanya memainkan gelas kopinya.
"Sampai kapan lo mau minum kopi Az, jangan berlebihan deh. Gue tau pencernaan lo gak cocok." Melarang sahabatnya itu agar berhenti.
"Jangan lebay bro! Masalah itu cuma beberapa jenis kopi, tenang aja. Gue cuma lagi..." diam. "Duhh, bukan itu yang penting sekarang!" lanjutnya.
Keras kepala memang!
"Apa Mafka tau tentang Syafa dari kalian?" mendelik ke arah pasangan yang merupakan sahabatnya.
Kedua orang itu saling berpandangan. Tak lama mereka menghebuskan napas dengan kompak.
"Dia tau sendiri." santai Fabian.
Mata Fazrin langsung membulat mendengar penuturan santai itu. "Maksudnya?" ia mencondongkan badan dari duduk tegaknya.
"Jadi, katanya dia nemuin buku. Di sana ada foto lo dan Syafa. Dia liat tanggal di belakang foto itu, terus dia konfirmasi ke kita."
Fazrin semakin penasaran. "Terus kalian bilang apa?" tanyanya.
Flashback on
Mafka mengeluarkan handphonenya dan membuka album foto kemudian menunjukkan itu ke kedua pasangan muda dihadapannya.
Setelah mengamati apa yang diperlihatkan Mafka, mereka saling memandang bingung. Alea menganggukan kepala kepada sang suami entah tanda apa itu.
Helaan napas terdengar sebelum berbicara sesuatu.
"Dia perempuan yang Fazrin cinta." menohok, itu yang Mafka rasakan. Begitu jelas dan benar dugaannya.
"Mereka pernah menjalin hubungan tapi sepertinya bukan pacaran," tandas Alea.
"Komitmen!" ucap Fabian melirik Alea.
Mafka hanya meremas roknya, mendengar hal yang tentu saja menyakitkan. Sampai sini saja telah membuat matanya memanas apalagi ia harus mendengar hal yang lebih.
"Komitmen untuk menikah?" tanya Mafka gemetar.
Alea mulai menghentikan pembicaraan ini, ia tahu dalam hati Mafka mungkin kini tengah terluka.
"Maf, udah ya." ucapan itu membuat Mafka menggeleng.
"Gak, ini harus diselesaikan kak. Aku mohon, hanya kalian yang bisa memberitahu aku," ucap Mafka meyakinkan mereka.
Flashback off
Fazrin menghela napas dan memundurkan badannya kembali ke sandaran kursi.
"Itu sih sama aja kalian yang kasih tau!" ucapnya tapi membuat kedua pasangan itu santai saja.
"Harusnya lo bersyukur, dia tahu dari awal dan dari kita. Setidaknya kita tak pernah melebih-lebihkan hubungan kalian yang punya cerita istimewa itu!"
Lelaki itu kembali menyeruput kopi yang di pesannya. Dentingan pintu masuk dari tempat ini mengalihkan mereka.
"Lo ajak Syafa ketemuan juga?" tanya Fabian dengan wajah kagetnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harapku Hadirmu
Spiritualité#3 fazrin 24/06/2020 #2 fazrin 13/08/2020 Mafka Malihah Farha, seorang perempuan yang selalu berharap pada lelaki yang tak pernah mengharapkannya. Ia lelah selalu memberi hati! Namun, suatu hari ia dipertemukan dengan lelaki yang diharapkannya! Buk...
