Alhamdulillah, kau masih memberi semangat yang tinggi padaku
Malam yang semakin menggelap membuat suasana semakin sunyi, malam ini entah semua orang di malam yang belum begitu larut ini tidak ada yang sekadar berjalan atau bercengkerama.
Hanya karena langit begitu mendung, suara petir mulai bergemuruh. Hujan akan datang pada malam yang akan membuat semakin dingin.
Fazrin yang semula menonton bola pun memilih mematikan televisi akibat gelegar petir. Mafka yang tengah menyetrika juga menghentikan aktivitasnya.
Mafka berjalan ke arah ruang televisi, terlihat Fazrin tengah menyederkan kepalanya di sofa. Mafka pun akhirnya berada di samping suaminya.
"Ngapain kak?" ucapnya sambil mengikuti apa yang dilakukan lelaki itu.
Fazrin terlonjak, kemudian berdiri. "Apaan sih!"
"Aku cuma nanya!" jawabnya.
Fazrin memutar bola matanya, "Oh ya,semua listrik udah di matiin kan?" khawatirnya.
"Mmm, udah kok." beranjak hendak mengambil majalah di depan televisi.
Tap!
Gelap!
Semua penerangan gelap, diiringi suara petir yang menyala. Mafka pun terlonjak dan memeluk lengan Fazrin yang masih dalam jangkauannya.
Duarrrrrr!!! Duarrrrr!!!
"Duh kak, aku takut!" gemetarnya memegang erat lengan sang suami.
Fazrin pun sebenarnya terlonjak dan membalas pelukan pada lengannya. Namun ia kembali menetralkan suasana.
"Lepas, saya mau ngambil lilin dulu!" ucapnya sambil berdiri.
Tapi bukan malah melepas, Mafka malah mengikuti ke mana Fazrin akan pergi.
"Duhh, bisa gak sih diem. Ribet kalo tangan saya kamu peluk terus!"
"Ihh, kak aku takut tau!"
Fazrin pun meraba laci di bawah televisi, ia pun menemukan sebuah lilin yang ternyata tersisa satu.
"Kak, emang gak ada senter ya?" tanyanya ketika Fazrin menyalakan lilin yang tersisa itu.
"Gak ada!" jujurnya, karena ia tidak begitu perhatian kepada barang-barang yang berguna suatu hari nanti.
Akhirnya Mereka pun kembali duduk di sofa, Mafka pun lebih memilih duduk di bawah memperhatikan lilin yang lama-kelamaan akan habis.
Fazrin pun hanya diam, karena ia belum bisa tertidur. Sedangkan Mafka memilih menenggelamkan wajah di antara lipatan tangan yang bersideku di atas meja ruangan itu.
Duarrrr!!! Duarrrr!!!
Suara gemuruh terus saja menggelegar, membuat Fazrin semakin tidak nyaman untuk terlelap.
Terlebih...
Kruyukkk... Kruyukk...
Dia lapar!

KAMU SEDANG MEMBACA
Harapku Hadirmu
Spiritüel#3 fazrin 24/06/2020 #2 fazrin 13/08/2020 Mafka Malihah Farha, seorang perempuan yang selalu berharap pada lelaki yang tak pernah mengharapkannya. Ia lelah selalu memberi hati! Namun, suatu hari ia dipertemukan dengan lelaki yang diharapkannya! Buk...