Semakin kamu menyembunyikan rahasia, semakin juga rahasia itu terbongkar.
Flasback on
Pasang mata tengah memperhatikan dua orang yang tengah berjalan beriringan. Melihat itu Mafka mencoba mendahului cowok di sampingnya.
Tapi Ardan berkata, "jangan gitu Maf." Mafka menoleh, sedetik kemudian Ardan telah berada di sampingnya lagi.
"Kamu itu...." Ardan menghela napas, kemudian melanjutkan kembali ucapannya, "mereka sama-sama makan nasi, kenapa harus takut?" tanyanya membuat Mafka tidak bisa menjelaskan apa pun.
Melihat itu Ardan tersenyum. "Gak ada perdebatan kan? Oke, jadi berhenti berpikir aneh-aneh."
"Malu, bukan takut." Koreksinya.
"Semua manusia itu sama dihadapan Allah."
Mafka melengkung senyum lebar, kemudian mereka pun kembali berjalan di koridor yang mulai ramai.
Dari sana lah, Mafka mencoba terbuka kepada orang lain. Meski itu adalah saat-saat terakhir masa SMA nya, tapi berkat itu ia bisa lebih percaya diri saat masa itu berakhir.
Flashback off
Suara bising dari kendaraan begitu menjenuhkan. Ardan datang membawa sebuah minuman, lebih tepatnya jus tomat.
"Oh ya, kapan mau pulang ke Bandung lagi?" Mafka menerima jus itu kemudian menyeruputnya.
"Kalo kamu, kapan kembali ke Inggris?" Bukannya menjawab, Mafka malah melempar pertanyaan.
"Kalo kamu udah bahagia, baru aku balik," ucapnya membuat Mafka memicingkan mata.
"Kalo gitu, sekarang dong." Mafka melirik Ardan sekilas.
"Kok gitu?"
"Karena aku udah bahagia!" Finalnya.
Mendengar pernyataan itu, lelaki di samping Mafka memegang kemasan jus kuat-kuat hingga terdengar bunyi plastik yang membungkusnya. Melihat Ardan seperti itu, Mafka tau dia pasti kecewa, bahkan marah mungkin?
"Dan, jangan kaya gini terus ya. Aku minta maaf, gak bisa bales kebaikan kamu selama tiga tahun lalu. Aku memang menyayangi kamu, tapi sebagai saudara. Gak lebih, Dan."
Terlihat mata lelaki itu berair, namun tak kunjung menetes. Laki-laki memang paling bisa menahan air mata agar tidak jatuh, tapi Mafka yakin Ardan pasti selalu menangis ketika mengingat dirinya.
"Kamu gak usah minta maaf. Aku yang salah, seharusnya aku tidak mengharap lebih kepada manusia, ya jadinya seperti ini 'kan. Hehehe." Kekehan dari mulut laki-laki itu pasti berbanding terbalik dengan perasaannya.
Mafka mengangguk kecil. "Aku yakin, ada seseorang yang bisa membuat kamu bahagia. Asalkan kamu buka hati buat orang lain, ya Dan?"
Mata lelaki itu menunduk. "Aku ikhlas kok Maf, dan aku akan bahagia kalo kamu bahagia." Ia pun mendongak, melihat wajah perempuan di sampingnya.
"Soal buka hati, aku lagi berusaha." Tersenyum kecut, namun tak lama ia kembali berkata, "asal kamu kenalin dong, perempuan di kota kembang sana!" kelakarnya membuat Mafka terkekeh, suasana pun kembali mencair dan lebih santai dari sebelumnya.
"Oke, siapa takut! Nanti aku kenalin sama temenku. Dia pasti cocok sama kamu." Mafka teringat Nadya, meski ia melihat Nadya memiliki perasaan kepada orang lain.
Selama ini Mafka menyadari bahwa Nadya menyukai Ilyasa, tapi mengingat kejadian beberapa minggu lalu sepertinya hubungan Ilyasa dan Nadya tidak seindah yang Mafka pikir. Bisa saja, Ardan dan Nadya cocok nantinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harapku Hadirmu
Spiritual#3 fazrin 24/06/2020 #2 fazrin 13/08/2020 Mafka Malihah Farha, seorang perempuan yang selalu berharap pada lelaki yang tak pernah mengharapkannya. Ia lelah selalu memberi hati! Namun, suatu hari ia dipertemukan dengan lelaki yang diharapkannya! Buk...
