Terlalu Cinta-Rossa
Entah cocok aja gitu sama part ini.
(Menurut aku ya, gak tau kalau kalian)
***
Elle menelusuri koridor kelas dengan langkah gontai. Hari ini ia tidak diantar oleh Ardi, karena memang ia sendiri yang memintanya.
Ardi kemarin menjelaskan bahwa seseorang yang bersamanya di mall adalah anak dari teman Ibunya yang ingin berjalan-jalan saja. Tidak lebih.
Dan ya! Elle percaya.
Elle mengambil kartu undangan ulang tahunnya dari dalam tas. Ia berjalan memasuki kelas Ardi. Elle melihat Rian dan Reza yang sedang bermain PUBG bersama. Elle berjalan menghampiri mereka.
Elle menaruh undangan ulang tahunnya di atas meja, disebelah kaki Rian. "Kak, gue kasih undangan ini buat kalian sama Ardi." ucapnya. "Ini tempat Kak Awang juga."
"Jancuk!" umpat Reza saat ia kalah main. "Eh, ada Elle. Kenapa El?" ucap Reza saat baru menyadari ada Elle yang berdiri di depannya.
"Ini undangan buat kalian."
"Undangan nikah? Udah mau nikah aja lo sama Ardi." goda Reza bermaksud untuk bercanda.
"Bukan, itu undangan ulang tahun gue Kak." Elle menjawab kalem. "Jangan lupa dateng, gue balik ke kelas dulu."
"Oke El, gue bakal datang." ucap Rian sedikit berteriak karena Elle yang sudah lumayan jauh dari pandangan mata.
Reza menendang kaki Rian. "Menurut lo Ardi bakal dateng apa enggak?"
Rian mengambil undangan yang diberikan Elle di atas meja. "Gue gak tau." jawabnya. "Semenjak ada Alexa, Ardi jadi gak peduli sama Elle lagi."
"Lo tau sendiri Yan, Ardi itu cinta sama Alexa." Reza menghela napas panjang. "Dan sekarang dia baru bimbang. Susah buat dia mau milih Alexa atau Elle."
"Gue jadi kasihan sama Elle Bro."
Reza mengangguk, ia membetulkan ucapan Rian yang memang ada benarnya. "Semoga Ardi bukan cowok plin-plan."
Sosok Ardi muncul dari pintu kelas, ia menghampiri Rian dan Reza yang sedang berbincang serius. Ardi menaruh tas dan melepas jaket miliknya di sembarang tempat. "Kalian lagi ngapain?" tanyanya. "Serius amat."
"Habis selesai mabar." jawab Reza tanpa melihat Ardi.
"Yang di tangan lo itu apa Yan?"
Rian melemparkan undangan ulang tahun Elle ke Ardi. "Kita dapet undangan dari Elle." sahutnya. "Kalau bisa lo sempetin waktu buat datang."
"Gue pasti datang."
"Semoga gue bisa pengang omongan lo." ucap Rian datar. "Selama empat hari ini lo sibuk terus Di, ngurusin yang baru."
"Gue pasti bisa datang." ulang Ardi mantap.
"Gue gak yakin." timpal Reza. "Emang sifat lo gitu ya di? Untuk urusan cewek, habis manis sepah dibuang."
"Maksud lo?" Ardi melirik sinis Reza yang juga menatapnya.
"Lo," ucap Reza menunjuk di depan wajah Ardi. "Cuma jadiin Elle pelarian doang. Dan setelah Alexa datang lagi, lo buang dia. Persis kayak SAMPAH."
Ardi menggebrak meja. "GUE ENGGAK KAYAK GITU!" ucapnya dengan nada suara naik satu oktaf.
Reza mengendikkan bahu acuh. "Ini emang baru awal. Belum terlalu kelihatan Di. Tapi nanti?" Reza tersenyum hambar. "Kita gak tau apa yang terjadi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Possesive Ex [END]
Ficção Adolescente[Sebelum membaca follow akun ini dulu] Elleonora Marischa Putri Elle. Seorang gadis kutu buku, cuek, culun, yang sayangnya pintar dan tajir. Kisah tentang dia yang berpacaran dengan seorang most wanted. Ardi Chandra Wijaya Ardi. Most wanted di SMA...
![Possesive Ex [END]](https://img.wattpad.com/cover/183096012-64-k866315.jpg)