Terlalu Cinta-Rossa
Aku saranin kalian bener-bener dengerin lagu ini.
Oke?
***
Ardi segera berlari keluar kamar untuk menghidupkan televisi dan menonton tayangan lokal di salah satu stasiun televisi Indonesia. Tangannya masih bergetar untuk sekedar memencet remot yang berada di tangannya.
Dan benar saja, berita itu sudah merambat kemana-mana. Mrs. Hana yang baru saja selesai mencuci piring pun ikut menjatuhkan piringnya. Mrs. Hana tentu terkejut dengan berita yang diberitahukan oleh Mbak-Mbak rambut pendek di layar televisi rumahnya.
Mrs. Hana segera menghampiri Ardi yang mematung dengan remot di tangan anaknya. Perlahan, Ardi mundur satu langkah dan berbalik badan, berlari ke kamarnya tanpa sempat memandang Mrs. Hana yang masih shock.
Dua hari yang lalu, Ardi bercerita pada Mrs. Hana jika Elle sedang berada di Singapura. Ardi mengambil beasiswanya dan akan berangkat ke Singapura besok menyusul Elle. Maka dari itu Mrs. Hana dan Mr. Adam menyetujuinya, setidaknya ada yang mengingatkan Ardi untuk makan atau mengerjakan tugas selain dirinya. Elle sudah Mrs. Hana anggap sebagai anaknya sendiri, jadi ia senang jika Ardi selalu berdekatan orang seperti Elle.
Tapi...
Kenapa layar televisi bangsatnya ini menampilkan berita yang tak kalah bangsat juga untuk dicerna olehnya. Mrs. Hana terkena sengatan listrik mendadak. Ia terduduk di sofa ruang televisi dengan tatapan kosong.
Ardi menuruni tangga dengan tergesa-gesa membuat lamunan Mrs. Hana buyar. Di tangan Ardi sudah terdapat kunci motor, mata Ardi tampak merah. Ardi berlari tanpa melihat ke bawah hingga kakinya terkena pecahan piring yang Mrs. Hana jatuhkan tadi.
"Ardi!" pekikan Mrs. Hana hanya menjadi angin lalu untuk Ardi. Ardi tetap melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan serpihan piring yang mengenai telapak kakinya yang sekarang mengeluarkan darah.
"Ardi! Kaki kamu!"
Ardi tetap melanjutkan langkahnya ke depan rumahnya untuk mengendarai motornya menuju bandara Soekarno-Hatta dengan darah di kakinya. Ardi tidak peduli dengan keadaanya sendiri. Ardi yakin pasti Elle selamat, Elle tidak akan meninggalkannya.
Kenapa Elle harus memilih bandara yang terlalu jauh dari rumah gadis itu?
Sekali lagi, Ardi sadar jika Elle ingin melupakan segala tentangnya. Entah harus bersyukur atau apa, lalu lintas sedikit mendukung Ardi untuk segera sampai ke bandara Soekarno-Hatta dengan waktu satu jam tiga puluh menit, cukup lama memang. Ardi sampai mendapat klakson dari beberapa pengemudi. Rasa perih di telapak kakinya bahkan tidak terasa sama sekali padanya.
Ardi memarkirkan motornya sembarang. Di dalam bandara sudah ada banyak manusia yang mengerubungi papan yang bertempelkan kertas berbentuk persegi berwarna putih di sana. Ardi segera menyelinap dan mencari-cari nama 'Elleonora Marischa Putri', tentu saja di daftar penumpang yang selamat.
Mata Ardi naik turun untuk meneliti, sudah sepuluh kali ia melakukan itu. Tapi, nihil. Nama Elle tidak terdaftar di sana. Mata Ardi bergerak untuk mencari nama Elle di daftar penumpang yang tidak selamat. Elleonora Marischa Putri. Nama itu tercetak jelas di papan itu.
Ardi memundurkan langkahnya. Setelah keluar dari kerumunan itu, Ardi berjalan mundur dengan kepala yang menggeleng keras. Tidak mungkin! Elle tidak akan meninggalkannya begitu saja dengan sekejam ini.
Masih dengan pandangan kosong dan berdiam tak bersuara Ardi menatap orang-orang yang semakin bertambah banyak di depannya. Ia sudah berdiri disini tiga puluh menit tapi masih tidak bergeming.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possesive Ex [END]
Novela Juvenil[Sebelum membaca follow akun ini dulu] Elleonora Marischa Putri Elle. Seorang gadis kutu buku, cuek, culun, yang sayangnya pintar dan tajir. Kisah tentang dia yang berpacaran dengan seorang most wanted. Ardi Chandra Wijaya Ardi. Most wanted di SMA...
![Possesive Ex [END]](https://img.wattpad.com/cover/183096012-64-k866315.jpg)