Ardi sedikit mengangkat wajah Elle agar lebih dekat dengannya, hidung mereka sudah saling menempel dan hembusan nafas Ardi membelai wajah Elle yang mulus tanpa jerawat.
Ketika bibir mereka hampir saja bersentuhan, tiba-tiba ada yang menarik telinga Ardi dari belakang.
"Kurang ajar kamu ya! Siapa yang ngajarin ha?" Mrs. Hana menarik telinga Ardi semakin tinggi.
Elle yang tadi memejamkan matanya langsung melotot tak percaya melihat kehadiran Mrs. Hana, ia jadi salah tingkah sendiri. Kepergok berbuat hal yang aneh-aneh disini.
"Aduh Ma... Sakit ini... Saestu,"
Mrs. Hana melepaskan jeweran mautnya dari telinga Ardi dan menatap anaknya datar. "Siapa yang ngajarin kamu main sembarangan cipok-cipok anak orang?"
"Mama sama Papa." jawab Ardi santai walau telinganya terasa sakit.
"Gak ada! Ini bukan pelajaran bahasa Indonesia yang kalau kamu gak tau jawabannya di suruh ngarang bebas Ardi!"
"Sekarang Ardi tanya ya Mrs. Adam, buat apa Ardi tulis 'dilarang berbuat mesum' di depan kamar Ardi? Buat nakutin tikus biar kalau mau masuk ketuk pintu dulu?"
Mrs. Hana merasakan pipinya memerah seketika, kejadian itu ternyata diketahui oleh Ardi. Ck! Ini gara-gara Mr. Adam yang tiba-tiba main sosor sembarangan, anaknya jadi niru kan.
"K-kan Mama udah nikah! Kamu belum!" bela Mrs. Hana gugup. Kok ini malah jadi gugup sendiri sih, tunjukan bahwa perempuan selalu benar!
"Tetep aja Ma––" ucapan Ardi terhenti karena ada yang menyenggol lengan tangannya dari samping. "Iya Ardi salah."
"Ya udah El, kamu sama Tante aja. Jauh-jauh dari Ardi. Bahaya." Mrs. Hana memeluk lengan Elle dan menarik Elle menuruni tangga bersama, meninggalkan Ardi yang terdiam.
Sebenernya anaknya siapa sih?! Nemu dari tong sampah ya gue? Batin Ardi kesal.
"MAMA TUNGGU!" Ardi mengejar langkah Mrs. Hana yang membawa ibu dari anak-anaknya kelak.
Ardi mengikuti Elle dan Mrs. Hana sama persis seperti bodyguard, hingga mereka sampai di ruang keluarga.
"Elle mau nonton apa? Di sambung ke Youtube juga bisa kok itu TV."
"Pada Zaman Dahulu aja Tan."
Mrs. Hana tertawa mendengar balasan Elle, di saat kebanyakan gadis meminta untuk mendengarkan lagu lewat Youtube atau menonton vlog, Elle lebih memilih menonton kartun. Anaknya yang dungu memang tidak salah pilih pasangan.
"Bener? Gak mau dengerin lagunya Shawn yang baru? Apa itu judulnya Di?" Mrs. Hana menoleh ke Ardi.
"Senorita."
Elle menggeleng pelan. "Enggak suka Tan, lebih suka nonton kartun."
"Mama mau ganti baju dulu." pamit Mrs. Hana yang dijawab anggukan kepala oleh Elle.
Ardi duduk di sebelah Elle, meletakkan kepalanya di pundak Elle dan tangannya yang memeluk Elle dari samping.
"Kamu tadi di rumah sendiri?"
"Iya," Elle mengelus kepala Ardi dari samping, Ardi memejamkan matanya menikmati usapan tangan Elle di kepalanya.
"Gak takut?"
"Enggak. Kenapa?"
"Aku cerita tadi waktu di rumah kamu ya." ucap Ardi tetapi tidak mengubah posisinya sekarang.
"Cerita apa?" tanya Elle dengan satu alis terangkat.
"Waktu kamu ganti baju, aku lihat-lihat foto kamu sama kakak kamu, nah waktu aku liat foto ibu-ibu yang lagi gendong anaknya, tiba-tiba aku denger suara panci jatuh."
KAMU SEDANG MEMBACA
Possesive Ex [END]
Novela Juvenil[Sebelum membaca follow akun ini dulu] Elleonora Marischa Putri Elle. Seorang gadis kutu buku, cuek, culun, yang sayangnya pintar dan tajir. Kisah tentang dia yang berpacaran dengan seorang most wanted. Ardi Chandra Wijaya Ardi. Most wanted di SMA...
![Possesive Ex [END]](https://img.wattpad.com/cover/183096012-64-k866315.jpg)