Sifat Ardi berubah dari hari ke hari. Pria itu menjadi lebih mudah marah untuk sesuatu yang sepele. Ardi yang Elle tahu adalah seorang pria mandiri berubah menjadi sangat manja padanya sampai terkadang Elle muak dibuatnya.
Sudah dua minggu ini Ardi menjadi suami yang sangat menyebalkan. Elle hanya bisa menghela napas mendengar suara perintah Ardi yang terkesan tidak ingin dibantah sama sekali. Karena perintah Ardi itulah yang membuat Elle harus tidak berangkat ke kantor untuk menemui Ayahnya. Pria itu melarangnya pergi ke kantor dengan alasan tidak ingin Elle meninggalkannya dalam keadaan sakit seperti ini.
Sudah dua minggu ini juga Ardi terus muntah-muntah, entah di pagi hari atau setelah pria itu makan. Elle memanggilkan dokter keluarganya dan dokter itu berkata bahwa asam lambung Ardi naik, itu yang membuat Ardi terus muntah-muntah.
Tapi, ini sudah dua minggu. Kenapa Ardi belum sembuh juga? Ditambah dengan perubahan sikap Ardi yang semakin menyebalkan.
"Elle!" Suara teriakan Ardi dari dalam kamar membuat Elle tersentak.
Selain Ardi yang menjadi tukang perintah, lelaki itu juga sering berteriak jika tidak ada Elle disebelahnya sebentar saja. "Sebentar!" Balas Elle tak kalah keras dari teriakan Ardi.
Elle mengambil nampan dan meletakkan mangkuk yang berisi bubur. Ardi hanya dapat memakan bubur buatannya, selain dari itu, maka Ardi akan langsung mengeluarkan makanan tersebut. Elle membuka pintu kamarnya dan Ardi, meletakkan nampan yang ia bawa di atas meja di depan sofa kamarnya.
"Kamu kok lama banget sih El!"
Lihat sifat kekanakan Ardi ini? Bukan sekali dua kali Ardi bersifat seperti ini. Sudah dua minggu ini Elle tahan menghadapi sifat Ardi yang satu ini.
"Kamu pikir aku buat bubur gak pakai waktu?!" Jawab Elle sewot. Ardi mengerutkan dahi, menatap Elle. "Kok kamu sewot sih El?!"
"Enggak aku b aja!"
"Kamu sewot!"
"Enggak!"
"Itu buktinya!"
Elle memijat keningnya, butuh kesabaran extra untuk menghadapi Ardi. Kabar baiknya, kesabaran Elle mulai habis. "Kamu sekali aja ngerti bisa gak? Aku capek."
"Aku juga capek bolak-balik toilet. Perut aku sakit!"
"Kepala aku juga sakit ngadepin kamu yang labil kayak gini! Kamu bukan remaja lagi Ardi!" Elle mulai tersulut emosi. Jika Ardi tetap menjawab ucapannya, ia akan berangkat ke kantor saja hari ini. Malas berada di dekat pria ini.
"Aku cuma mau gak jauh-jauh dari kamu! Kamu juga bisa ngerti gak sih El!"
Baiklah, Elle tidak membalas ucapan Ardi lagi. Wanita itu memilih beranjak dari tempatnya dan mengambil handuk yang tergantung di balkon kamarnya.
"Mau kemana kamu?"
"Kantor. Malas aku terus di sini sama kamu yang sifatnya kayak anak kecil begini."
Ardi segera meletakkan laptopnya di atas kasur dan menghampiri Elle. Pria itu memeluk Elle dari belakang dan mengubur kepalanya di leher Elle.
"Aku cuma pengen terus sama kamu. Berduaan aja."
Elle berusaha merenggangkan pelukan Ardi, namun Ardi malah memeluknya semakin erat. "Aku udah dua minggu di rumah terus Ardi."
"Aku udah bilang Papa, dia boleh-boleh aja kamu gak ngunjungin dia dua minggu ini." Gumam Ardi dengan suara pelan, mirip seperti anak kecil yang akan ditinggalkan oleh Ibunya. "Aku juga gak tau kenapa aku berubah kayak gini. Aku cuma pingin berada dekat sama kamu. Itu aja."
KAMU SEDANG MEMBACA
Possesive Ex [END]
Teen Fiction[Sebelum membaca follow akun ini dulu] Elleonora Marischa Putri Elle. Seorang gadis kutu buku, cuek, culun, yang sayangnya pintar dan tajir. Kisah tentang dia yang berpacaran dengan seorang most wanted. Ardi Chandra Wijaya Ardi. Most wanted di SMA...
![Possesive Ex [END]](https://img.wattpad.com/cover/183096012-64-k866315.jpg)