Tiga Puluh Satu

32.2K 1.8K 46
                                        

"Ardi tunggu!" Alexa berlari untuk menyusul langkah Ardi. "Aku mau ngomong sesuatu." gadis itu menarik tangan Ardi berbalik ke arahnya.

"Apa?"

"Aku sayang sama kamu."

"Iya aku tau."

"Aku mau kamu bahagia."

Ardi tersenyum. "Iya Alexa. Aku tau."

"Ada yang kamu sembunyiin dari aku?"

Dahi Ardi tertekuk binggung. "Maksudnya?"

"Ardi. Kejar dia selama dia masih disini." Alexa menepuk pundak Ardi. "Dia cewek yang baik."

"Maksud kamu apa sih Lex?"

"Elleonora."

Satu kata jawaban Alexa mampu membuatnya membisu seketika.

"Kejar dia."

"Kamu?"

"Aku salah udah datang diantara kalian." Alexa sedikit berjinjit untuk mengusap kepala Ardi. "Mulai sekarang kamu bebas. Kita putus."

Alexa tersenyum teduh. "Selamat tinggal Ardi. Semoga Tuhan selalu bikin kamu bahagia."

Alexa kembali menepuk pundak Ardi, lalu gadis itu pergi dari hadapan Ardi. Walau sakit tapi Alexa cukup sadar diri bahwa Ardi sudah tidak memiliki rasa lagi terhadapnya. Alexa sadar kedatangan dirinya hanya membuat gadis lain tersakiti. Ia ingin mengembalikan kebahagiaan Elle yang sempat ia rebut. Ia tidak pernah tahu jika hal yang dilakukannya selama ini sebuah kekeliruan.

"Ardi!" kini suara Rian yang memanggil nama Ardi. "Gue cariin lo dari tadi."

Langkah Rian disusul dengan Awang dan Reza. "Muka lo kenapa bonyok?" tanya Reza yang baru menyadari ada lebam di pipi sahabatnya.

"Oh ini?" Ardi menyentuh pipinya yang membiru. "Adalah kemarin."

Reza hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. "Oh. Lo gak ketemu sama Elle?" tanyanya. "Gue tadi liat dia baru aja pulang."

Ardi termenung sebentar. Lalu membalas. "Kalian semua bener." Ardi mengacak-acak rambutnya. "Gue nyesel. Gue kehilangan Elle."

"Semua belum terlambat Di." ucap Awang pada Ardi. "Lo masih punya waktu."

"Elle benci sama gue."

"Benci sama cinta cuma dibatesin sama benang tipis. Lo jangan pesimis dulu."

"Gue udah coba. Gak ada hasilnya."

"Usaha lo kurang keras. Buktiin sama Elle kalau lo itu sayang dia. Perjuangin dia lagi, luka yang lo kasih gak bisa sembuh gitu aja dengan diam di sini."

Ardi membuang napasnya kasar. "Gue udah coba semuanya." Ardi meraup wajahnya. "Hasilnya nol."

"Lo aja baru usaha dikit udah nyerah." timpal Reza. "Payah lo."

"Terus gue harus gimana lagi?"

"Usaha lo gedein, gak cuma otot doang."

"Oke." Ardi berjalan lurus meninggalkan teman-temannya. "Gue pulang dulu."

Selama perjalanan pulang. Ardi merasa bebannya sudah sedikit ringan, sekarang ia tinggal mengambil kepercayaan Elle lagi. Ardi tidak akan menyia-nyiakan Elle seperti dulu. Tidak mudah mendapatkan kepercayaan Elle kembali, namun Ardi akan selalu berusaha.

Itu tantangan untuknya.

Dan Ardi suka tantangan.

***

Possesive Ex [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang