Downtown LA, California.
"Zilya, di sini lampu-lampu mati," kata Evgenia dalam sambungan telepon.
"Aku rasa seluruh kota," gumam Zilya.
Zilya memegang sisi kepalanya dan melihat ke sekeliling. Baru saja lampu mati secara serempak.
"Ev.." Zilya menghentikan ucapanya saat ia mendengar suara keras dalam sambungan teleponnya. Pikirnya ponsel Evgenia jatuh.
Zilya langsung cemas. "Ev, are you okay?"
"Ev, can you hear me?" kata Zilya lagi.
Kali ini Zilya panik, ia tidak mendengar jawaban Evgenia. Ia tidak mematikan panggilannya, terus mendengar suara-suara di seberang sana. Zilya mendengar suara seperti pintu mobil yang tertutup dan samar-samar ia mendengar suara Evgenia sedikit berteriak. Selanjutnya tidak ada suara apapun.
Zilya memutuskan panggilannya dan segera menghubungi 911. Ia melaporkan hal aneh yang menimpa Evgenia pada polisi dan meminta bantuan untuk segera ke lokasinya. Zilya memeriksa posisi ponsel Evgenia, letaknya jalan arah ke Bel Air. Zilya juga melaporkan mobil yang telah menjebaknya. Polisi akan segera ke lokasi Evgenia dan Zilya.
Kemudian wanita berusia duapuluh sembilan tahun itu menghubungi Andreas, ia memberitahunya soal kejadian-kejadian aneh.
"Kau sudah menghubungi 911?" Andreas terdengar panik.
"Ya. Mereka dalam perjalanan," jawab Zilya. "Andreas, aku khawatir dengan Evgenia."
"Me too!" Andreas meninggikan nada suaranya. "Aku akan segera ke tempat Evgenia sekarang!"
Belum sempat Zilya membalas ucapannya, Andreas sudah mengakhiri panggilan teleponnya. Zilya terus mencoba menghubungi ponsel Evgenia, tapi nihil.
Di rumah sakit, Andreas meninggalkan ruang kerjanya dan mendatangi temannya. Ia meminta maaf karena tidak bisa ikut bergabung dengan tim operasi, keadaan Evgenia sangat darurat. Setelah dipastikan ada dokter bedah yang bisa menggantikannya, Andreas segera pergi. Ia sesekali berlari kecil dan mencoba menghubungi Evgenia.
"Baby, i hope you're alright," gumam Andreas.
Kegelisahan amat dirasakan Zilya Hemsey. Saat polisi tiba, Zilya segera menghampiri polisi yang terdiri tiga orang tersebut. Ia menunjukan mobil yang menjebaknya pada mereka. Mobil yang sangat mirip dengan Evgenia, tapi tidak ada seseorang di dalamnya. Polisi meminta Zilya menjauh dari mobil itu, takut-takut jika ada hal lebih berbahaya yang tidak di duga. Dua polisi pria memeriksa mobilnya, sedangkan satu polisi wanita menanyakan hal ini sekali lagi dengan jelas pada Zilya. Zilya menceritakannya dari awal, ada mobil yang datang dari arah lain hinga ia sempat berhenti. Zilya berpikir mungkin mobil itu jebakan pertamanya.
"Mobil tanpa ada seseorang yang mengemudikannya?" Salah satu polisi mengernyit seraya melihat mobil mewah putih itu.
Temannya sesama polisi tertawa kecil. "Zaman semakin modern. Siapapun orang yang merencanakan ini, dia jenius."
"Mungkin mobil ini dikendalikan melalui remote control, or.. something."
"Hehe.. sepertinya kita butuh ahli teknologi untuk menjelaskannya. Wait!"
"What? You found something?"
"Look at that!"
Mereka berdua melihat ke dalam mobil dari balik kaca mobil bagian belakang. Ada sebuah benda berbentuk kotak dan ada layar berukuran kecil yang menampilkan hitungan angka mundur. Serta ada lampu berbentuk bulat kecil dan merah yang mati dan menyala berkali-kali, lampu itu semakin cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Darkest Reincarnation
RomanceEvgenia tidak bisa melihat orang-orang yang tidak bersalah terluka bahkan tewas. Gadis cantik itu harus menerima kenyataan bahwa ia terlahir berbeda. Evgenia inginkan kehidupan yang normal, tanpa merasakan rasanya menjadi reinkarnasi. Melihat banyak...
