- The Past 10

32.8K 3.4K 148
                                        

     Evgenia tidak henti-hentinya sumringah saat jari-jari lentiknya memainkan piano. Daevon yang duduk disampingnya sesekali tertawa dan memujinya, permainan Evgenia cukup bagus setelah pria lanjut usia itu mengajarinya. Mitzel memeluk lengan Daevon dan merengek padanya, memintanya untuk mengajarinya juga. Daevon memangku Mitzel dan berkata untuk sabar, ia ingin melihat Evgenia bermain piano sekali lagi.

"Kalau Papamu lihat ini, dia akan memujimu berkali-kali," gumam Daevon.

"Tetap dia yang hebat, grandpa. Papa bisa memainkan beberapa alat musik dan itu keren," balas Evgenia.

"Excuse me."

Suara itu membuat Evgenia langsung berhenti dan menoleh, diikuti Daevon juga Mitzel. Melihat siapa yang berdiri di sana, Evgenia terkejut sambil tersenyum-senyum.

"Andreas?" ucap Evgenia dan beranjak.

Evgenia menghampirinya, "Kau sudah dapat izin Papa? Maksudku Tn. Mackenzie."

Andreas mengangguk, "Aku tahu dia pasti mengizinkannya."

"Sungguh?"

"Kemarin malam Tn. Mackenzie melakukan video call denganku."

Evgenia semakin tersenyum lebar, "Keren. Papa seperti sudah lama dekat denganmu ya?"

"Kami memang dekat," balas Andreas.

Evgenia mengernyit. Dia ingin mengajukan pertanyaan, namun Daevon dan Mitzel yang menghampiri mereka mengurungkan niatnya.

"Andreas? Andreas.. Jullien?" tanya Daevon.

"Ya. Hi, grandpa Dae!" Andreas tersenyum.

Daevon lantas menepuk pundak Andreas secara jantan. "Hi, boy! Sudah besar ya sekarang. Makin tampan saja," katanya.

"Grandpa kenal Andreas?" tanya Evgenia sambil melirik Daevon dan Andreas secara bergantian.

"Absolutely! Kau pasti lupa karena waktu itu kau masih sangat kecil, Ev," kata Daevon dan tertawa pelan.

Evgenia menatap Andreas dengan ekspresi terkejut dan bingung.

"Mitzel, Ini Andreas. Dia juga kakakmu. Daddy menganggapnya seperti anak sendiri. Ayo, berkenalan!" kata Daevon.

Mitzel dengan malu-malu menatap Andreas dan menyebutkan nama lengkapnya. Andreas yang gemas mengacak-ngacak rambut Mitzel. Disaat Litzi sibuk memikirkan siapa itu Laluna, Alejo si kepala pelayan mansion datang dan memberitahunya soal tamu yang datang.

"Tamu? Siapa?" tanya Litzi sambil berdiri.

"Andreas Jullien, Nyonya," kata Alejo.

Litzi terkejut dan tersenyum, "Andreas? Andreas anak kecil itu, Jo?"

Alejo ikut tersenyum, "Dia bukan seperti anak kecil lagi, Nyonya."

"Oh my God," ucap Litzi dan melangkah pergi.

"Andreas Jullien itu siapa, Alejo?" tanya Athanasios.

"Dia salah satu anak yang cukup dekat dengan keluarga Mackenzie, Tuan. Waktu itu Tuan Athan masih kecil, jadi Tuan pasti tidak ingat. Dia pernah bermain bersamamu, Tuan," papar Alejo.

Athan berdiri dari bangku taman, lalu meminta Alejo untuk menjaga Alano dan Jelena yang tengah bermain. Athan ingin menyusul Litzi.

"Andreas!" panggil Litzi.

Andreas yang masih bersama Evgenia, Daevon dan Mitzel pun menoleh ke arah suara. Tampak Litzi berjalan mendekatinya dan langsung memegang pipi Andreas.

The Darkest ReincarnationCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang