Hi, Mackenzieders! Jumpa lagi. Muehehe...
seperti biasa malam minggu.
Buat yang single, waktunya kencan sama kakak2 & babang2 TDR. Buat yang in relationship, bisa cingkuh juga. Cingkuh di halu ya, jangan real loh! Ehe..
Jangan lupa vote, gratis!
Komennya juga. Meski aku jarang balas, aku tetep selalu baca. Happy reading!
♡
♡
♡
"Buna, tuturor!"
Suara barusan mengheningkan suasana seketika. Seluruh mata tertuju pada pintu ruang makan. Di sana berdiri seorang gadis berambut coklat, gadis itu tersenyum manis. Petrova Englberht, putri pertama dan anak kedua Gualtier dan Raluca. Hal itu tak cukup mengejutkan, sampai akhirnya seseorang muncul dan cukup mengejutkan untuk Lucas dan Evgenia.
"I'm back!" Alceo tersenyum dan matanya beralih tertuju pada Evgenia Mackenzie.
Pria itu, model ternama asal Jerman yang telah lama menghilang begitu saja kini kembali. Sekarang ia berusia 29 tahun, lebih tua dari Lucas --sepupunya--.
Petrova melangkah mendekat. "Sayang sekali aku melewatkan sarapan bersama pagi ini."
"Willst du essen? We still want to be here." Raluca tersenyum pada putrinya.
*(Jerman | Apa kau mau makan)
Selain bahasa Rumania, keluarga Englberht terbiasa menggunakan bahasa Jerman dan Inggris.
"Aku akan makan nanti," balas Petrova dan pandangannya tertuju pada Evgenia.
Evgenia bertanya-tanya dalam hati, siapa gadis itu? Cara dia menatapnya begitu ramah dan kini mengulas senyum padanya.
"Ah ya, sayang.. dia Evgenia Mackenzie. Putri tertua Tn. Rexford Mackenzie," kata Raluca mengenalkan Evgenia.
"Hi!" Petrova tersenyum lagi.
Alceo bergabung. "Evgenia wanita paling cantik yang pernah aku temui."
Perkataan Alceo membuat Evgenia meliriknya, begitupun Lucas. Ada rasa tidak suka dalam hati, tapi Lucas mencoba bersikap tenang.
"Ya, dia memang cantik," ucap Petrova dan menyentuh lengan Alceo dengan sikunya.
Petrova mendesah seraya memegang kursi yang di duduki Olga, adiknya. "Ah ya Evgenia, aku Petrova."
Mendengar namanya, Evgenia teringat pembicaraannya dengan Lucas kemarin saat perjalanan ke kastil.
Petrova? Tapi sikapnya berbeda dengan apa yang Lucas katakan. Evgenia membatin dan melirik Lucas.
"Baiklah, selamat datang kembali untuk kalian." Lucas berdiri. "Aku ada urusan. Terimakasih untuk sarapan hari ini. Sangat menyenangkan. Ayo, Evgenia!"
Evgenia mendongak begitu Lucas memanggilnya. Lucas menarik tangannya begitu saja dan melangkah pergi bersama Evgenia yang dibawanya meninggalkan ruang makan juga orang-orang yang tidak bersuara. Kemudian disusul Petre yang melenggang pergi.
"Lucas, kau bilang Petrova tidak menyukaiku. Tapi kenapa sikapnya terlihat baik padaku tadi?" tanya Evgenia.
Lucas menghentikan langkah kakinya, melepas genggaman tangannya dari Evgenia. Kemudian mencubit dagu Evgenia dengan gemas.
"Yang terlihat belum tentu sama dengan kenyataannya," ucap Lucas.
"Jadi dia berpura-pura?" Evgenia mengernyit.
"Yeah. Itulah Petrova, dia suka memanipulasi." Lucas melenggang pergi.
Evgenia mengekorinya. "Aku penasaran kenapa dia tidak suka padaku."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Darkest Reincarnation
RomanceEvgenia tidak bisa melihat orang-orang yang tidak bersalah terluka bahkan tewas. Gadis cantik itu harus menerima kenyataan bahwa ia terlahir berbeda. Evgenia inginkan kehidupan yang normal, tanpa merasakan rasanya menjadi reinkarnasi. Melihat banyak...
