Rasanya amat tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Berharap ini adalah mimpi. Tetapi mustahil untuk membuktikan ini hanyalah mimpi. Rasanya amat nyata, tapi untuk percaya sungguhlah berat.
Evgenia mendorong Rex, Ayahnya itu hingga pelukan mereka terlepas. Evgenia memegang nisannya, membaca ulang tulisan yang tertera disana. Berkali-kali dan berharap ia salah lihat.
"Tidak.. tidak.." Evgenia menunduk. Air matanya bercucuran.
Air mata wanita malang itu membasahi tanah pusaranya. Evgenia meremas tanah pusaranya, tubuhnya terasa amat lemah. Ia jatuh, memeluk pusaranya dan kembali menangis histeris. Sesekali ia memukul tanahnya dengan tangannya, berkata tidak berulang kali dan menyebut nama Andreas. Hancur sekali hatinya.
Athan ikut menitikan air mata, tidak tahan melihat saudara perempuannya sehancur itu. Begitupun Litzi sebagai seorang Ibu, menyaksikan betapa remuknya perasaan putrinya. Rex dan Litzi mencoba menenangkannya, tapi Evgenia berteriak dan tetap memeluk pusaranya. Athan beralih menatap ke arah lain, ia terkejut melihat Lucas.
Pria berdarah Jerman itu berjalan mendekat dengan bantuan kruk. Ia mengalami patah tulang di kaki kanannya.
"Andreas... Andreas..." ucap lirih Evgenia.
Lucas yang mulanya menatap Athan, beralih melihat Evgenia.
"Andreas, aku mohon. Aku mohon jangan seperti ini. Ya Tuhan, Andreas. Aku tidak membencimu. Tidak. Aku memang ingin kau pergi, tapi bukan pergi seperti ini yang aku mau. Tidak, Andreas. Aku mohon, kembalilah.." lirih Evgenia.
Lucas mendekat, Rex dan Litzi sama terkejutnya seperti Athan. Tiba-tiba pria itu sudah ada di sana. Dari cara tatapan Lucas, Rex mengerti. Rex meminta Litzi menjauh dari makam, bergabung bersama Athan dan menyaksikan apa yang akan Lucas lakukan.
"Evgenia." Lucas memanggilnya.
Evgenia terdiam dan mendongak, melihat siapa yang memanggilnya. Sesaat ia melihat keadaan Lucas yang memakai kruk, lalu air matanya menetes.
"He's gone.. he's gone.." ucap Evgenia.
Sungguh tak tertahankan, kerapuhan Evgenia sangat mengenai Lucas. Sehingga air mata Lucas terjatuh begitu saja. Lucas merentangkan satu tangannya.
"Come here," ucap Lucas.
Evgenia berdiri dan lantas memeluk Lucas. Wanita itu kembali menumpahkan air matanya. Lucas mengusap kepala dan punggungnya dengan sayang. Ia juga berbisik lembut, membiarkan Evgenia menangis. Mata elang Lucas menatap lurus makam itu, air matanya kembali menetes. Ia sama terlukanya saat mengetahui Andreas tiada, tapi mungkin Evgenia satu-satunya orang yang sangat terluka. Evgenia sangat mencintai Andreas, masih mencintainya meski mereka bercerai.
Andreas Jullien benar-benar tiada. Ia tiada di usia 28 tahun. Bencana besar dua bulan lalu telah merenggut banyak nyawa, termasuk Andreas. Memang hal yang sangat mengejutkan, banyak orang yang tidak menyangka pria yang dikenal sebagai dokter bedah ternama itu menjadi korban tewas pasca gempa besar yang terjadi di kota Los Angeles.
Suara Evgenia perlahan terdengar pelan, tubuhnya semakin lemah dan tidak sadarkan diri. Lucas dengan sigap menahannya, ia masih kuat menahan tubuh wanita itu. Rex dan Athan segera mendekat. Athan mengangkat tubuh kakaknya dan membopongnya pergi dari tempat pemakaman umum.
Di perjalanan pulang. Evgenia sadar di dalam mobil, wanita itu sempat memberontak. Ia tidak mau meninggalkan makam. Tapi Rex menahannya, memaksanya untuk tetap pulang. Sampai di mansion, Evgenia kembali memberontak. Tingkahnya seperti orang tidak waras, yang dia inginkan adalah kembali ke makam Andreas. Dengan sangat terpaksa Rex mengunci kamar Evgenia, agar Evgenia tidak kabur.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Darkest Reincarnation
RomanceEvgenia tidak bisa melihat orang-orang yang tidak bersalah terluka bahkan tewas. Gadis cantik itu harus menerima kenyataan bahwa ia terlahir berbeda. Evgenia inginkan kehidupan yang normal, tanpa merasakan rasanya menjadi reinkarnasi. Melihat banyak...
