"You will be safe with me." - Lucas Englberht
×
Pandangan lurus dan berpikir keras mencari cara untuk bebas. Evgenia lakukan itu sejak tujuh menit yang lalu, ia duduk di lantai dengan jendela di depannya. Ia memegang teralis jendela dan matanya tak lepas dari gerbang hitam di bawah sana. Di lantai dua mansion, ia menyendiri. Di luar sana sepi dan gelap, tapi ia pikir lebih menyenangkan di sana. Ia bisa berlari bebas, menjauh dari pria bernama Lucas Englberht.
Evgenia merindukan Andreas dan Matvey. Ia bertanya-tanya, apakah Andreas mencarinya? Bagaimana kabar Matvey? Ada banyak telepon rumah, ingin sekali rasanya menghubungi Andreas atau seseorang untuk meminta bantuan. Tapi tiap sudut mansion di awasi CCTV.
Fuck you, Lucas! rutuk Evgenia dalam hati.
Baru saja nama si Tuan besar disebut, ia muncul dari tangga mansion. Ia datang dari lantai satu. Penampilannya santai, tapi aura misteriusnya sangat kental pada dirinya. Salah satu tangannya di masukan ke dalam saku celana, ia berhenti dan melirik wanita yang membuatnya mabuk. Ia mendekat.
"Berhenti kau, jangan dekat-dekat denganku!" ketus Evgenia.
Lucas berhenti dan tersenyum. "Whoa, kau bisa merasakan belahan jiwamu."
"Tuhan lindungi aku dari iblis yang ada di dekatku sekarang," gumam Evgenia.
Lucas mengangkat satu alisnya. "Iblis sebutan yang seksi."
Evgenia tercengang, pria satu ini selalu saja membalasnya dengan kata-kata yang tidak biasa.
"Makan malam sudah siap, princess. papa menunggumu di bawah," ucap Lucas.
"Apa hakmu memanggil ayahku papa?"
"Jabarkan peraturan resmi yang menyatakan larangan itu, Nona Mackenzie."
Evgenia diam, ia meremas teralis jendelanya dengan kesal. Lucas ikut duduk di lantai, di samping Evgenia.
Lucas berdehem. "Aku menunggu jawabanmu. Jika ada peraturan resmi yang tertulis, aku akan berhenti memanggil ayahmu papa dan menerima hukumannya."
Evgenia diam.
"Masih mencari cara untuk keluar dari sini?" tanya Lucas.
Evgenia mendengus. "Apa kau juga bisa membaca pikiran orang, huh?!"
"Ya."
Evgenia menoleh. "Shucks!"
Lucas memegang dagu Evgenia dan tersenyum licik. "Berhati-hatilah padaku, barbie."
Evgenia berdiri dan meninggalkan Lucas. Lucas tidak membiarkannya sendiri, ia mengekori Evgenia hingga membuatnya merasa risih. Lucas mempercepat langkahnya dan tangan kokohnya menggapai tangan Evgenia. Pria itu menariknya hingga menabrak tubuhnya, jarak wajah mereka hanya beberapa senti saja. Mereka bisa merasakan deru nafas satu sama lain.
"I want you so bad," ucap Lucas.
"Jangan membodohi diri sendiri!" Evgenia menentangnya dan meronta hingga terlepas dari Lucas.
Lucas memegang pundaknya dengan erat. "I want you. Did you hear that??"
"Aku milik orang lain. Menginginkan orang yang sudah dimiliki, hal yang percuma. So why?" balas Evgenia.
Lucas melangkah mendekat. "I don't know. I just want you! Your soul, your body, your heart ... all of you!"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Darkest Reincarnation
RomanceEvgenia tidak bisa melihat orang-orang yang tidak bersalah terluka bahkan tewas. Gadis cantik itu harus menerima kenyataan bahwa ia terlahir berbeda. Evgenia inginkan kehidupan yang normal, tanpa merasakan rasanya menjadi reinkarnasi. Melihat banyak...
