- The Past END

39.4K 3.1K 273
                                        

Warning! 18+

×

Keesokan harinya....

Ada keanehan yang terjadi setelah Evgenia bangun dari tidurnya. Ponselnya terus berbunyi. Saat ia membukanya, banyak sekali postingan yang menandai akunnya. Bahkan ratusan pesan masuk di Instagram dan sosial media lain. Evgenia memeriksa postingan yang paling banyak menandainya. Ia menutup mulutnya yang tercengang. Mitzel menyebar tentang pelindung yang dimiliki Evgenia, menyatakan Dasha meninggal karena pelindungnya dan kecelakaan yang dialami anak konglomerat Jennie karenanya juga. Untuk menguatkan perkataannya, Mitzel memberi bukti berupa artikel yang membahas tentang kekuatan supranatural, salah satunya sosok pelindung itu. Sebagian orang percaya, sebagian yang lain tidak. Namun karena hal itu pengikut Evgenia menurun drastis dan para pembenci mulai menjudgenya. Evgenia beranjak dari kasur dan pergi ke kamar Dasha.

Langkahnya terhenti di dekat pintu. Suara kemarahan Litzi terdengar. Ada Zilya, Santos dan Athan di kamar Mitzel. Litzi terlihat sangat marah di kursi rodanya, ia sampai membanting ponselnya sendiri. Mitzel diam saja tanpa mengatakan apapun, ia tidak menjawab alasan ia menjelek-jelekan Evgenia. Litzi mengambil ponsel Mitzel dan menyitanya. Litzi memutar kursi rodanya dan terdiam melihat Evgenia.

"Baby girl," ucap Litzi.

Evgenia melangkah pergi, ia mengusap air matanya yang jatuh. Ia tidak menyangka adiknya sendiri melakukan itu. Litzi datang ke kamar Evgenia dan meminta maaf atas kesalahan Mitzel, dengan hati besar Evgenia ikhlas dan meminta Ibunya untuk tidak memarahi Mitzel lagi. Evgenia menutupi rasa kecewanya.

Evgenia siap berangkat sekolah. Ia tidak sarapan, pergi menuju pintu utama begitu sampai dilantai satu mansion.

"Ev!" Suara Athan menjeda langkahnya.

Athan berlari kecil menghampirinya. "Kau yakin akan pergi ke sekolah? Anak-anak disana pasti akan mengejekmu."

Evgenia tersenyum padanya. "Kenapa tiba-tiba kau peduli padaku? Aku akan tetap pergi. Itu memang benar dan aku tidak mau bersembunyi."

"Ev, postingan Mitzel sudah di hapus," kata Zilya.

"Percuma, semua orang sudah tahu! Don't worry, i'm okay! Biarkan mereka dengan opininya, mereka tidak tahu kebenaran yang sesungguhnya. Mereka tidak tahu rasanya!" kata Evgenia dengan nada tinggi.

Lalu Evgenia melangkah pergi. Dari jauh ia melihat Andreas datang, namun Evgenia tetap masuk ke dalam mobil. Meminta Ehno mengantarnya ke sekolah. Andreas mengikuti mobilnya, ia tahu remaja itu tidak baik-baik saja.

Sampai disekolah Evgenia melewati murid-murid yang terus memandangnya. Berbagai tatapan diarahkan padanya, lebih banyak yang menatapnya buruk dan berbisik satu sama lain. Evgenia berusaha untuk tetap menegakan kepalanya, menahan rasa malu dan sakit hatinya. Setibanya dia di depan loker, ia tercengang melihat kata disaster yang tertulis menggunakan pilox selebar loker. Dengan tanda silang merah tepat di pintu lokernya, mungkin menandai siapa petaka itu. Evgenia menatap ke sekitar, ke murid-murid yang ada di lorong. Entah siapa yang melakukanya.

Evgenia memasukan nomor kunci lokernya, lalu membuka lokernya. Ia terkejut, selembar foto Dasha dan Jennie menempel di dinding dalam loker. Tidak cuma itu barang-barang yang ada di lokernya tidak ada, hanya kertas bertulis kata curse berwarna merah. Air mata Evgenia terjatuh. Tiba-tiba seseorang menarik kertasnya lalu merobeknya.

Andreas merobeknya dengan marah lalu melempar robekan-robekan berukuran kecil itu ke lantai. Evgenia menurunkan pandangannya dan mengambil foto Dasha juga Jennie.

The Darkest ReincarnationCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang