Los Angeles, California.
"EVGENIA!!!"
Teriakan itu melengking di telinga Evgenia, ia lantas menarik tangannya dari foto yang terpajang di dinding bersamaan air matanya yang jatuh.
"Are you okay?" Suara bariton bernada lembut mengagetkan Evgenia.
Evgenia mengusap wajahnya dan menoleh ke arah pria di sampingnya dengan tersenyum. "Yeah, i'm fine," katanya.
Pria tampan bermata cerah itu menghela nafas pelan seraya membelai pipi Evgenia dengan lembut. Evgenia menepuk-nepuk lengan ototnya dan melenggang pergi, pria itu menatap punggung Evgenia yang berlalu di tengah koridor. Lalu beralih ke foto berukuran besar di dinding. Sebuah foto keluarga, Evgenia bersama keluarga Mackenzie. Ketika Evgenia masih berusia 10 tahun.
"Andreas!" Evgenia memanggilnya.
Pria berjaket abu-abu tersebut menoleh. "Yes, baby."
"Sorry, i lied. I'm not fine," balas Evgenia dengan wajah sedihnya.
Andreas menghampirinya dan memeluknya. "It's okay."
Evgenia memejamkan matanya, menghirup aroma tubuh Andreas yang khas. Itu membuatnya merasa tenang. Andreas mengurai pelukannya dan menangkup wajah Evgenia.
"Ev, apa yang sudah terjadi adalah takdir. Berhenti menyalahkan dirimu sendiri. Aku benci itu," gumam Andreas.
Wanita yang mengenakan piyama itu mengangguk-angguk.
"Everything is okay. Aku akan selalu bersamamu." Andreas tersenyum.
Evgenia menunjukan ekspresi mual, membuat Andreas gemas dan merangkul Evgenia sekuat-kuatnya.
"Aku serius. Kenapa kau selalu mual ketika aku mengatakan kata-kata manis? Bukankah semua wanita menyukainya?" kata Andreas.
"I'm just jokes! Awhh, Andreas! Leherku bisa patah! Lepaskan, Crocodile!" pekik Evgenia memenuhi koridor.
Andreas merenggangkan rangkulannya dan mengernyit. "Excuse me. Crocodile?"
"Kau tahu sebutan buaya untuk pria kan?" Evgenia menurunkan tangan Andreas dari pundaknya.
"Aku yakin aku tidak membuat kesalahan," kata Andreas dengan serius.
"Kau mendekati banyak wanita, Andreas." Evgenia melipat tangannya di depan dada.
Andreas tertawa. "Mereka, bukan aku. Baiklah, aku butuh saran. Beritahu aku caranya menghilangkan ketampanan berlebihku ini."
Evgenia membulatkan matanya. "Ketampanan berlebih. Pft! Crocodile!"
Andreas mengangkat dagu Evgenia. "Oho, apa kau cemburu, Miss. Bra?"
Evgenia tercengang dan menepuk pipi Andreas. "Kau memanggilku begitu lagi?"
"Same too you." Andreas sumringah. "Kau sering melempar bramu ke wajahku, jadi itu julukan yang pas!"
"Hey, itu karena kau menyebalkan!" Evgenia menurunkan tangan Andreas dengan kesal.
"Okay, aku tidak akan memanggilmu Miss. Bra lagi asalkan kau berikan kecupan pagi di bibirku. " Andreas menunjuk bibir seksinya.
"Crocodile!"
"Miss. Bra!"
"Aku sarankan, kau pacari mereka semua. Aku ingin memanggilmu BASTARD!" Evgenia melangkah pergi dengab langkah cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Darkest Reincarnation
RomanceEvgenia tidak bisa melihat orang-orang yang tidak bersalah terluka bahkan tewas. Gadis cantik itu harus menerima kenyataan bahwa ia terlahir berbeda. Evgenia inginkan kehidupan yang normal, tanpa merasakan rasanya menjadi reinkarnasi. Melihat banyak...
