Evgenia tidak bisa melihat orang-orang yang tidak bersalah terluka bahkan tewas. Gadis cantik itu harus menerima kenyataan bahwa ia terlahir berbeda. Evgenia inginkan kehidupan yang normal, tanpa merasakan rasanya menjadi reinkarnasi. Melihat banyak...
Evgenia yang tertidur di dalam mobil terkejut, ia membuka matanya dan menengok ke arah jendela.
"Athan?" Evgenia mengernyit.
Seorang pria berjaket biru mengetuk kaca mobilnya. Evgenia keluar dan berdiri di depan adiknya itu. Athanasios Mackenzie, pria tampan berusia duapuluh tahun. Musisi sekaligus DJ internasional.
"What the hell, Ev! Jangan tidur di dalam mobil, bahaya!" Athan tampak khawatir.
"Aku serius?! Jangan lakukan itu lagi! Kecuali jika ada orang bersamamu, menjagamu!" balas Athan.
Evgenia tertawa. "Okay, aku mengerti. By the way, kau tidak bilang kalau akan pulang."
"Jadwalku di Tuscany sudah selesai," kata Athan.
Evgenia melihat mobil yang tidak jauh darinya. "Apa kau baru sampai?"
"Ya, aku keluar dari mobil saat melihat mobil ini tidak biasanya terparkir di depan. Ternyata kau. Untung saja aku datang, membangunkanmu. Kalau tidak kau mungkin akan mati di dalam sana," papar Athan.
Athan mengajak Evgenia masuk ke mansion megahnya, namun kakaknya itu tidak sedikit pun bergerak. Hanya menatap gerbang mansionnya dan tampak melamun.
"Ev," panggil Athan.
Evgenia menoleh. "Ya?"
"Apa kau habis bertengkar dengan Mitzel?" tanya Athan.
Evgenia tersenyum seraya menggeleng. "Tidak, hanya saja dia marah ketika Mama kambuh."
Athan mengerutkan dahi. "Mama panik lagi?"
"Karena aku Mama--"
"Oh, please. Aku benci itu, jangan salahkan dirimu. Mitzel adalah manusia terbodoh yang pernah aku kenal," potong Athan.
"Don't lie to me, i know! Aku akan menghiburmu!" Athan menarik tangan kakaknya.
"Mobilnya?" tanya Evgenia.
"Kozhak yang akan mengurusnya."
Mereka berjalan masuk melewati gerbang menuju mansion. Tempat Athan tinggal bersama Litzi, Mitzel dan Alano. Jelena tinggal di asrama sekolahnya yang berada di Irlandia. Athan pindah dari Los Angeles ke Berlin sejak lima bulan yang lalu, karena suatu urusan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sampai di dalam mansion, pelayan menyambut kedatangan Tuan mereka, Athan dan Evgenia. Terdengar suara tawa yang pecah dari ruang makan, Athan pergi ke sana dan Evgenia mengekorinya. Dari ambang pintu Athan melihat keadaan di ruang makannya, ramai dengan Mitzel dan lima temannya. Meja makan penuh dengan snack dan minuman bersoda. Mereka tampak berpesta.