"Eh, No... baru pulang kerja kamu?". Mami membukakan pintu untuk anaknya yang sudah berdiri di depan pintu rumahnya itu.
"Iya, Mi". Reno mencium tangan mami.
"Mana Binar? Kok ngga keliatan?". Mami menengok ke belakang Reno dan ke arah luar rumah namun tak mendapati dimana cucunya tersebut.
"Oh anu.. Binar di rumah Tamong tadi minta kesana". Jawab Reno berbohong.
Pasalnya, tadi siang di kantor ia ditelfon oleh Airin dan menanyakan nama dan alamat sekolah Binar. Cewek itu mau menjemput Binar katanya.
"Oooh, terus kamu tumben mampir kesini dulu?". Tanya Mami.
"Itu Mi, Mami inget nggak kasur lipet yang sering dipake kalo ada sepupu sepupu main ke rumah? Yang warna ungu itu loh"
"Oooh ada itu kayaknya di atas, kenapa? Mau kamu bawa?"
"Iya.. buat rebahan depan tv hehe"
"Oalaah, yaudah kamu ambil sendiri aja itu di atas. Kirain kesini ada apa, ternyata ambil kasur doang".
"Hehehe besok-besok deh Reno main lagi kesini sama Binar".
"Oh iya, taruh atas mana Mi kasurnya?". Tanya Reno saat menaiki tangga
"Di sebelah lemari kamarmu coba dicek".
Reno segera naik dan menuju kamar lamanya itu. Tak lama ia kembali berteriak.
"Miiiiii! Di sebelah mana siiih? Kok ngga adaaaaa?!" Teriak Reno.
Mami di lantai bawah yang sedang asyik nonton sinetron balas berteriak.
"DI SEBELAH LEMARI COBA CARI DULU YANG BENER".
"GAK ADA MIIIII UDA RENO CARI CARIIII"
Mami geregetan, ia bangkit dari sofa dan menuju ke kamar Reno. Mami langsung menuju ke lemari pakaian Reno dan menyeret kasur lipat yang tersandar di antara lemari itu.
"Hiihhh ini apa?!"
"Oh hehehe kirain lemari yang itu, Mi"
"Makanya dicari duluuu yang bener. Uda jadi bapak juga kamu iniii tetep aja gabisa nyari barang".
"Yaaa kan kalo di rumah ini ada Mami jadi ahlinya barang ilang".
"Halah alasan aja kamu. Ya udah sekarang mau makan malem disini apa sama Binar nanti?".
Reno ingin menerima tawaran Maminya tapi ia baru ingat, di rumah ada Airin, dan mungkin wanita itu sudah memasak makan malam untuk mereka.
"Emmm engga deh Mi, nanti Reno makan sama Binar aja gampang".
"Oooh ya sudah kalo gitu, mau langsung kamu?"
"Iya, Reno langsung aja mau jemput Binar juga".
Dalam hati Reno bersumpah ia berkali-kali minta ampun pada Tuhan agar tidak menghukumnya karna sudah bohong pada ibunya.
"Ya sudah, hati-hati.. salam buat Binar bilangin Mami kangen"
Reno mencium tangan maminya lalu cipika cipiki, "Iyaaaa siap nyonya". Jawab Reno lalu ia keluar dari rumah dan meninggalkan rumah itu untuk langsung pulang ke apartemennya dengan kasur lipat yang telah ia bawa untuk Airin.
***
Sementara itu tadi pagi menjelang siang, Airin memang menelfon Reno untuk menanyakan dimana letak TK Binar. Cewek itu lupa untuk bertanya tadi saat sarapan.
"Kamu yakin mau jemput Binar? Naik apa?". Tanya Reno di ujung telepon.
"Iya mas, gampang nanti aku bisa naik Grab. Ini sekalian aku mau keluar buat belanja". Jawab Airin.

KAMU SEDANG MEMBACA
AIRIN KUSUMA
Fiksi PenggemarWattpad please do your magic! Halo semuanya! Aku mau minta tolong banget nih, kalau kalian lihat orang dengan ciri-ciri seperti gambar di atas, tolong segera hubungi saya ya. Kami sangat membutuhkan orang itu. Doakan semoga cepat ketemu. Terima kas...