"Bi.. udah tidur belom?". Reno membuka pintu kamar Binar sedikit, menjulurkan kepalanya untuk mengintip putrinya yang sudah berbaring dibalik selimut.Binar membuka matanya, melihat papanya dengan posisi tidur, lalu menggelengkan kepalanya pelan.
Mengetahui anaknya itu belum tidur, ia masuk dan mendekatinya.
"Bi.. tidur sama papa yuk?". Ajak Reno. Ia berdiri di samping ranjang Binar.
Gadis kecil itu mengangguk. Lalu mendudukkan dirinya dan mengulurkan tangan minta gendong.
Reno menerimanya dan membawa putri kecilnya itu ke kamarnya. Mereka berbaring sebelahan. Mata Binar sudah terlihat mengantuk tapi gadis itu belum tidur. Ia menghadap papanya.
"Papa takut yaaa". Oloknya, menunjuk Reno dengan senyuman lebar dan mata menyipit karna ngantuk. Suaranya pun sudah terdengar parau tapi masih sempatnya bercanda.
"Enggak tuh kata siapa". Reno yang semula menghadap Binar kini merubah posisinya jadi telentang.
"Aaah bohong. Takut didatengin Om badut Pennywise ya pa hihihi". Binar masih saja menggoda papanya.
Tadi setelah pulang dari rumah Michael, mereka memang sengaja menonton IT film horror badut bernama Pennywise itu. Karna katanya film yang kedua akan rilis tahun ini jadi mereka berdua sengaja menonton film IT yang pertama itu.
"Hah enggak siapa yang takut orang cuma badut". Kata Reno masih bersikeras.
"Terus kenapa hayooo tiba-tiba minta Binar tidur disinii? Pasti papa takut yaa kalah ah sama Binar berani tidur sendirian".
Reno menghadap Binar, lalu mencubit hidung anaknya gemas.
"Papa tuh kangen aja sama kamu, makanya mau tidur bareng". Alaaasaaannn.
Binar terkekeh lalu memeluk papanya dengan tangan mungilnya.
"Pokonya menurut Binar papa takut". Lalu ia memejamkan mata dan tidur perlahan.
"Dibilangin papa cuma kangen kok". Reno masih tidak mau dibilang anaknya takut hantu badut.
Padahal aslinya benar. Ya.. Reno akan berkata "agak takut" karna pasalnya tadi saat ia sudah mematikan lampu dan siap tidur, ia mendengar barang jatuh dari mejanya. Ia kaget dan segera lari ke kamar Binar.
Meski ia sudah berada di tempat tidur dan lampu juga sudah dimatikan. Nyatanya otak Reno belum mau beristirahat. Ia masih memikirkan satu hal.
Reuni SMA.
Ah sial, dia sangat ingin bertemu dengan teman-teman lamanya. Tapi kalau ia datang ke acara itu berarti dia akan bertemu dengan perempuan itu.
Cinta pertamanya.
Iya, Reno sudah menyukai gadis itu sejak SMP, tapi ia terlalu cupu untuk mengungkapkannya saat SMP. Hingga saat ia tau ternyata mereka juga satu SMA, Reno segera mendekatinya dan menyatakan perasaan pada gadis itu.
Long story short, mereka putus setelah ujian nasional karna gadis itu selingkuh dengan teman dekat Reno. Hal itu membuatnya hancur dan membenci dua orang tersebut.
Dan kehidupan seolah berpihak pada mereka, dua orang itu menikah 5 tahun lalu. Hidup bahagia dan dikaruniai seorang anak.
Tidak, Reno tidak pernah bertemu dengan mereka lagi sejak wisuda SMA. ia hanya tau berita-berita itu dari temannya, atau terkadang saat ia ngestalk sosial media cewek itu.
Tiba-tiba dalam diri Reno merasa tidak terima. Ia tau tidak seharusnya ia merasa seperti ini. Semua memang sudah takdir. Tapi ia sangat ingin menunjukkan bahwa hidupnya juga bahagia seperti hidup cinta pertamanya itu. Ia tidak ingin terlihat sendiri dan kesepian di depan dua orang itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
AIRIN KUSUMA
FanfictionWattpad please do your magic! Halo semuanya! Aku mau minta tolong banget nih, kalau kalian lihat orang dengan ciri-ciri seperti gambar di atas, tolong segera hubungi saya ya. Kami sangat membutuhkan orang itu. Doakan semoga cepat ketemu. Terima kas...