ALONE 2 || 05

591 30 16
                                        

Happy Reading guys...
Jangan lupa vote nya biar enggak kelupaan:)

Kadang kala manusia lupa bahwa dunianya bukan sekedar untuk satu orang melainkan banyak.
___________________________________________

Danendra membasuh wajahnya di wastafel, kini matanya terasa berat dan memerah. Semalaman dirinya tidak tidur hanya karena sebuah telepon dari seseorang yang sangat misterius.

Danendra yakin ia tidak salah menebak namun ia juga ragu karena berulang-ulang kali mencoba menelpon kembali justru nomor yang dituju tidak aktif.

Lagi-lagi pemuda itu menghela napas pelan, hari ia memutuskan untuk tidak bersekolah dan memilih mendekam di kamarnya.

Sejak tadi juga Tania mamanya mengetuk pintu kamar dan mencoba membangunkan Danendra untuk sekolah namun lagi-lagi Danendra menjawab untuk tidak bersekolah hari ini dengan alasan malas atau kecapean.

"You very important, Tamara."

Danendra manatap cermin di depannya. Mencoba mengingat kenangan yang ia sudah coba lupakan namun lagi-lagi runtuh hanya karena sebuah alasan kecil.

"I miss you, i love you, and i need you my princess heart."

Tok... Tok... Tok...

"Danendra, sayang... Makan dulu nak mama udah masakin sarapan buat kamu," teriak Tania dari balik pintu kamar Danendra.

"Iya, ma..." jawab Danendra pelan.

"You need breakfast."

"Yes, i will breakfast."

Danendra tidak juga beranjak dari wastafel di dekat pintu kamar mandi, ia masih menatap dirinya dari cermin. Mencari apakah ada yang salah dari dirinya saat ini.

Plang...

Deg.

Suara benda jatuh membuat Danendra terkejut, ia pun langsung mencari sumber suara dan berjalan ke arah balkon kamarnya.

Saat mendongak Danendra justru melihat mobil hitam berjalan dengan kecepatan sedang bukan itu saja pecahan vas bunga yang Tania taruh di pinggir balkon kamarnya terjatuh dan pecah.

Tok... Tok... Tok...

Danendra menoleh ke arah pintu ketika mendengar suara ketukan.

"Apa itu Dan, kamu gapapa kan sayang?" tanya Tania dengan nada khawatir khasnya.

Hal itu membuat Danendra berjalan ke arah pintu kamar dan membukanya.

Cklek.

Danendra melihat Tania memasang wajah khawatir dan panik karena mendengar suara benda yang jatuh.

"Kamu gapapa, suara apa itu tadi?"

"Enggak ma, tadi sepertinya ada kucing yang jatuhin vas bunga di deket balkon dan akhirnya pecah."

Tania menghela napas pelan tikan bahwa tidak terjadi hal yang tidak mengenakan.

"Mama juga mau nanya kenapa kamu enggak mau sekolah, Dan?" tanya Tania dengan nada yang sedikit tegas membuat Danendra menelan salivanya kasar.

ALONE 2 [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang