Part #17 Tentang Maaf dan Perjuangan

147 19 0
                                        

"Kini giliranku, untuk membalas semua keluh kesahmu"

~Ijb~

Sudah sebulan lebih, Jinyoung di rumah sakit. Yesung berusaha sekuat tenaga mencari penawar agar Jinyoung bisa segera sembuh. Namun entah mengapa, Jinyoung terlihat semakin parah. Pasalnya, beberapa hari yang lalu Jinyoung mengalami batuk berdarah. Membuat kepanikan semua orang, termaksud Raemi dan Jaebum. Tapi, Jinyoung senang karena dia sakit. Dia senang, melihat Jaebum sangat perhatian padanya. Meskipun itu hanya sebuah perhatian kecil, Jinyoung tetap merasa senang.

"Kau sudah minum obat, Dhongshaeng?" Tanya Jaebum sehabis pulang mengantar koran.

Jinyoung tersenyum dan mengangguk. Beginilah sekarang, setelah Jaebum sembuh. Namja itu tiba-tiba bersikukuh menggantikan Jaebum mengantar koran, padahal selama ini Jaebum tidak pernah melakukannya. Itulah alasan Jinyoung selalu senang dengan perhatian yang Jaebum berikan.

"Kulitmu mulai hitam, Hyung." Kekeh Jinyoung, menggoda.

"Eh?! Be-benarkah?" Jaebum terlihat khawatir, sambil melihat kulit pucatnya.

Jinyoung terkekeh kecil, "Kau terlihat lucu, Hyung. Lagipula, aku yakin bahwa kulitmu sudah kebal terhadap panas matahari."

"Ja-jangan menakutiku!" Kesal Jaebum.

"Mianhe, Hyung. Aku hanya ingin melihat reaksimu saja." Sesal Jinyoung. Jaebum hanya duduk di kursi sebelah ranjang dan mengangguk mengerti.

Hyoona menyembulkan kepalanya di balik pintu. Dia lalu masuk, sambil menenteng sebuah plastik. Dengan senyum mengembang di wajahnya, Hyoona meletakkan bungkusan plastik itu diatas meja.

"Aku bawakan Brownies coklat kesukaanmu dengan keju diatasnya, makanlah." Seru Hyoona.

"Apa seseorang yang sedang sakit, boleh untuk makan makanan manis?" Tanya Jaebum ragu.

"Tidak masalah, Jaebum. Brownies itu roti, itu bisa sebagai pengganti makan nasi untuk mengisi energi." Jelas Hyoona menenangkan rasa ragu Jaebum.

Hyoona mempersiapkan sebuah piring ceper, lalu memotong Brownies tadi dan memberikannya pada Jinyoung. Jinyoung jadi terlihat seperti anak kecil, karena terlalu sibuk melahap Browniesnya.

Jaebum bangkit saat selesai makan, "Hyoona, tolong jaga Jinyoung dan aku akan kembali bekerja."

"Sekarang? Kau tidak ingin istirahat dulu?" Tanya Hyoona heran.

Jaebum menggeleng, "Ani. Aku harus segera mengumpulkan banyak uang, untuk membawa Jinyoung cemoteraphy di luar negeri."

Jaebum kembali mengenakan jaketnya kemudian pergi. Hyoona hanya menggeleng pelan, sedangkan Jinyoung hanya terkekeh kecil. Muncul Sehun dari balik pintu, membuat Jinyoung mengembangkan senyumannya lagi.

"Ya, apa kalian tidak merasa aneh? Aku tadi melihat Jaebum dan menyapanya. Dia bilang akan bekerja? Sungguh mengejutkan!" Ucap Sehun dengan ekspresi wajah yang lucu. Membuat Jinyoung tertawa.

"Sepertinya, dia mulai berubah." Kata Hyoona. Diikuti anggukan dari Sehun.

"Bagus, jika seperti itu." Tutur Sehun setuju.

"Oh iya, Jinyoung. Biaya rumah sakit ini udah gue bayar, Meskipun gue harus sedikit berdebat dengan Appa." Lanjut Sehun.

Mata Jinyoung membulat, "Ehh?! Untuk apa? Appa-ku juga bisa membayar rumah sakit ini."

"Tidak masalah. Appa titip salam, semoga lo cepat sembuh." Ujar Sehun.

"Ucapkan terima kasihku juga pada Siwon Shamchon, ya?" Pinta Jinyoung. Sehun mengangguk.

"Ini, Sehun. Makanlah!" Tawar Hyoona sambil menyodorkan sepiring bolu coklat tadi pada Sehun.

"Gomawo. Apa kau menjaga Jinyoung terus disini? Mungkin aku bisa menemani atau menggatikan kau, jika lelah." Tawar Sehun di sela acara makannya.

Hyoona menggeleng, "Sudah ada Jaebum yang menemani, dan aku senang bisa menjaga Jinyoung."

Sehun melirik seakan menyelidiki setiap ucapan Hyoona, "Kau menjalin hubungan dengan Jaebum, tapi sepertinya kau menyukai Jinyoung?"

Hyoona yang sedang minum jadi tersedak, "Uhuk! Apa sih yang kau maksud?!"

"Menurutku, itu tidak mungkin." Timpal Jinyoung tiba-tiba. Sehun dan Hyoona menoleh.

"Kenapa tidak?" Tanya Sehun heran.

"Bukan apa-apa." Jinyoung hanya menggeleng dan tersenyum.

Hyoona hanya diam dengan wajah tersenyum menatap Jinyoung, "Andaikan kau tau perasaanku, Jinyoung. Tapi jika begitu pikirmu, aku tetap akan berusaha menjaga dan menyayangi Jaebum." Batin Hyoona tanpa sedih.

Tomorrow - TodayCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang