Part #44 Janji dari Permintaan Masa Lalu

59 2 0
                                        

“Aku sudah terlanjur, berjanji pada permintaanmu di masa lalu. Karena itu, saat inilah aku menepatinya”

~Ltyng~

“Appa!” Sebuah teriakan menggema, di seluruh rumah.

Taeyong yang sedang berada di ruang kerjanya, ikut terkejut mendengar teriakan tersebut dan bergegas menghampiri sumber suara. Dia melihat Jian, putrinya sedang berdiri di tengah-tengah ruang tamu sembari tersenyum manis kearahnya.

“Waeyo? Kenapa kau berteriak seperti tadi?” Taeyong benafas lega, kemudian berjalan kearah salah satu sofa dan mendudukinya.

Jian terkekeh kecil, “Mianhe, tapi ada yang ingin kutunjukkan, pada Appa.”

Taeyong mengangkat alisnya heran. Seperti mengisyaratkan, ‘Apa?’ pada putri semata wayangnya itu. Sedangkan Jian masih tersenyum misterius, dan perlahan-lahan memperlihatkan sesuatu yang sebelumnya dia sembunyikan di balik punggungnya.

“Ini!” Jian memberikan sebuah selembaran, kepada Taeyong.

Awalnya Taeyong hanya diam sesaat sembari memandang putrinya, kemudian mengambil selebaran di tangan yeoja itu. Betapa terkejutnya namja itu, saat melihat judul besar yang terpampang paling atas.

“V-vocal Turnament?!”

“Nee. Aku ingin mengikutinya, Appa. Lalu, ada hadiah besar yang di tawarkan disana dan aku menginginkannya. Tolong izinkan aku, Appa. Jebal,” Mohon Jian, di depan sang Appa.

Sesaat dia melihat wajah Jian dan kemudian melihat hadiah yang di maksud yeoja itu, “Jika hadiah ini yang kau inginkan, Appa bisa memberikannya untukmu. Jadi, kau tidak perlu mengikuti hal seperti ini ya?”

Wajah Jian yang semula cerah berubah seketika, “W-waeyo, Appa? Kenapa tidak boleh?”

“Ini resiko besar untukmu. Appa takut, kau akan mengalami hal yang sama seperti Jisung. Jika hanya ini yang kau inginkan, Appa akan memenuhinya oke?” Jelas Taeyong, mengenai sebagian besar kekhawatiran-nya.

Jian merunduk kecewa, “Aku ingin memberikan hadiah itu, untuk Jisung. Bukan! Bukan hanya untuk namja itu, tapi untuk semua teman-temanku. Karena itu, aku akan mendapatkannya tanpa harus memakai uang Appa.”

“Ta-tapi Jian, ini~”

“Arasseo. Kalau begitu, aku tidak perlu lagi Appa. Gomawo, sudah mengkhawatirkan diriku.” Dengan senyuman tipis, Jian berusaha menyembunyikan kekecewaannya. Kemudian, mulai berjalan lunglai kearah kamarnya.

Taeyong hanya bergeming. Dia bingung, harus bagaimana. Hingga akhirnya, dia teringat sebuah memori lama yang tiba-tiba kembali. Memori yang sudah dia buang, namun entah mengapa saat ini malah membuat hati dan keputusannya goyah seketika.

[Flashback On]

“...You are my angel,
Oh, You are my angel
Alwasy, your here~
Oh, You are my angel
Your by my side
Always, always~ stay here forever...”

Sebuah lagu teralun merdu dari mulut sosok yeoja cantik, dia terlihat duduk di teras belakang rumah sembari menyulam sebuah syal kecil. Yeoja itu terlihat sedang berbadan dua, mungkin saja syal yang dia sulam adalah untuk calon anaknya nanti.

“Kenapa kau ada disini, Tzuyu? Kau tidak beristirahat?” Tiba-tiba, seorang namja datang menghampirinya.

“Aku hanya sedang bosan, Taeyong. Lagipula aku baru saja beristirahat, jadi aku menyempatkan menyelesaikan sulamanku ini.” Jawab Tzuyu, menenangkan.

Taeyong kemudian ikut duduk di sebelah yeoja itu, “Oh iya. Aku tidak sengaja, mendengar suaramu saat bernyanyi tadi. Apa saat aku bekerja, kau sering sekali bernyanyi seperti itu juga?”

Tzuyu hanya tersenyum namun tetap fokus menyulam, “Aniyo. Itu hanya sebuah hobi, dan aku baru-baru ini sering bernyanyi untuk putri kita ini.”

“Memangnya, apa yang terjadi?”

“Kau tahu? Putri kita menendang! Terasa kuat sekali, aku sampai kadang terkejut.” Jelas Tzuyu, sembari mengusap lembut perutnya yang buncit.

“Jinjja?! Itu kabar bagus!” Kemudian Taeyong mendekatkan wajahnya pada perut Tzuyu, sambil terus mengusap.

“Anyeong, putri kecilku. Apa kau baik disana? Jadi kau suka dengan lagu, hm? Eomma-mu pasti akan sering-sering menyanyikan lagu untukmu, jadi sehat-sehatlah disana, ya?” Oceh Taeyong, pada perut buncit istrinya.

Tomorrow - TodayCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang