"Awal yang baik, bisa berubah dengan hanya terkena buruknya masa lalu."
~Hwgrjn~
Waktu terus berjalan, dan jam terus berputar maju menandakan hari sudah semakin siang. Bunga sakura di musim semi, masih sangat indah dengan terpaan sinar matahari yang tidak begitu terik di luar Rumah sakit. Satu per satu, teman baiknya mulai mengundurkan diri untuk pamit pulang. Jisung tidak begitu mempermasalahkannya, dia hanya menyakinkan teman-temannya bahwa dia sudah benar-benar baik-baik saja.
"Saya ucapkan semoga kamu cepat sembuh, ya? Kalau begitu, biar saya ajak pulang putri saya." Tutur Taeyong, saat dia menjemput Jian sekaligus membesuk dirinya.
"Tapi Appa~ aku ingin menemani Jisung. Dia pasti sangat asing dan merasa kesepian." Cegah Jian. Yeoja itu masih ingin terus menemani sahabatnya itu, dan tidak ingin pergi.
Jisung terkekeh. Renjun yang melihatnya juga hanya bisa tertawa kecil, "Ya! Lagipula ada aku disini, jadi tidak masalah. Pulanglah. Jangan seperti anak kecil, Jian-ssi."
Jian merenggut sambil memandang kearah Jisung. Sedangkan namja itu hanya tersenyum, "Nee. Pulanglah, Jian-ssi. Gwenchana~"
"Baiklah. Kami pulang dulu, Anyeong~" Pamit Appa dan putrinya tadi.
Baru saja Taeyong dan Jian keluar, seroang namja paruh baya yang lain datang. Dia tersenyum ramah, sambil mendekati ranjang Jisung. Boemgyu yang kebetulan ada disitu, langsung berwajah senang.
"Jadi benar, Jisung yang kamu ceritakan itu adalah namja ini?" Seru Dowoon. Boemgyu mengangguk sebagai jawaban.
"Jadi, Dowoon-nim benar-benar Appa Boemgyu?" Tanya Jisung terkejut.
Dowoon tersenyum kecil, "Nee. Putraku ini, sering menceritakan semua tentangmu padaku. Kadang aku jadi penasaran, dan karena itu saat kontes kemarin aku seperti pernah mendengar namamu. Tidak lain, kau adalah teman putraku ini."
Jisung menatap Boemgyu. Namja itu hanya tersenyum malu, "Mianhe, aku menceritakan tentang dirimu. Tapi aku, menceritakan semua kebaikan dan keahlianmu sebagai sahabatku. Kalau begitu, kami permisi~"
Setelah mengatakan itu, Boemgyu dan Dowoon pamit pulang. Jadilah yang tersisa di ruangan itu, hanya Renjun dan Jisung. Sebelumnya, Jeno sudah mendapat panggilan dari sang Eomma bahwa dia harus pulang. Beruntung, namja itu membawa motornya saat datang kemari. Sedangkan Taejang dan Soojoeng, sudah ikut pulang bersama Shamchon dan Shungmo Jisung setelah selesai membesuk Eomma-nya dan Jisung.
"Kau tidak ikut pulang, Renjun-ya?" Tanya Jisung sembari menatap temannya itu, yang mulai duduk kembali di kursi sebelah ranjangnya.
Renjun malah mengernyitkan dahinya, "Waeyo? Kau tidak suka aku ada disini?"
"A-ani! Bukan begitu, hanya saja~ kau pasti akan merasa bosan hanya berada disini saja." Celetuk Jisung gelagapan.
"Gwenchana. Aku ada disini, karena Appa yang menyuruhku untuk menjagamu. Aku akan menginap, malam ini. Kalau Appa-ku, dia sedang bersama Jaebum Shamchon di ruang ICU untuk melihat perkembangan Hyoona Shungmo." Jelas Renjun.
Jisung mengangguk samar, tanda dia mengerti. Tiba-tiba dia terpikirkan sesuatu, dan langsung menatap Renjun yang sedang mempersiapkan resep obat yang sudah di dapat dari Dokter.
"Renjun-ssi~"
"Hm?"
Jisung diam sebentar. Renjun menoleh dan Jisung ikut menatap namja itu, "Apa kau tahu, tentang Jaemin yang bisa memainkan Violin?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Tomorrow - Today
Fanfiction"Tidak ada gunanya, jika kamu menyalahkan diri sendiri. Percayalah! Satu hal yang membuatku ingin pergi, adalah mengurangi beban di punggung semua orang yang mengenal siapa aku." ~ Park Jinyoung ○ "Ini bukan takdir terburuk, dari sebuah karma yang b...
