"Aku pikir ini semua memang salahku. Tetap salahku."
~Ijs~
"Eomma benar-benar sangat bangga padamu!" Seru Hyoona sambil merangkul tubuh putranya dengan erat.
"Appa juga tidak menyangka, kau bisa mendapatkan sorak-sorai yang begitu ramai. Kau lihat itu tadi kan, Hyoona?" Kini, Jaebum yang berseru senang.
Mereka saat ini sudah mulai keluar dari gedung opera. Masih dengan menggenggam erat tongkatnya, dia menuntun langkahnya menyeimbangi langkah sang Appa dan Eomma. Kini mereka tinggal menunggu Hoesook, sopir mereka yang akan membawa mobil mereka dari tempat parkir. Selang beberapa menit mereka menunggu di trotoar pinggir jalan, tidak ada tanda-tanda membuat Jaebum agak kesal.
"Kemana, Hoesook? Sejak tadi, tidak terlihat batang hidungnya." Kesal Jaebum.
Hyoona menoleh ke kanan dan ke kiri, "Mungkin, ada kendala. Apa perlu kau menyusulnya, Jaebum?"
Jaebum tampak berfikir, "Mungkin. Baiklah, kalian tunggu disini. Akan kulihat apa masalahnya."
Jaebum berlari pergi menyebrang jalan, hingga akhirnya tidak terlihat lagi. Hyoona kemudian berusaha mengajak putranya mengobrol, menenangkan Jisung bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tapi dari kejauhan, salah seorang yeoja yang sedang berjalan bersisian dengan seorang namja muda tampak berhenti. Melihat wajah sang namja jadi kesal, yeoja itu jadi keheranan.
"Waeyo, Jaemin? Kenapa kau memperhatikan kesana?" Tanya yeoja itu penasaran.
"Aniyo, Yeri Eomma. Aku hanya melihat namja itu." Tunjuk Jaemin pada Hyoona dan Jisung yang sedang menunggu di pinggiran trotoar.
Yeri melihat kearah yang Jaemin tunjuk, "Mwo? Maksudmu, namja yang memenangkan kontes tadi?"
Jaemin mengangguk. Yeri tersenyum lalu mengulurkan tanganya membelai puncak kepala Jaemin, "Gwenchana. Tahun depan, kau masih bisa mencoba memenangkan kontes itu lagi."
"Nee, Eomma." Jawab Jaemin dengan memasang senyum semanis-manisnya.
"Kalau begitu, ayo kita pulang."
"Eomma duluan saja, karena tiba-tiba aku harus ke toilet sebentar." Tutur Jaemin berbohong.
"Cepat, ya? Eomma tunggu di tempat parkir." Jaemin mengangguk, lalu menunggu Yeri berjalan menyebrang dan kemudian hilang dari pandangannya.
Jaemin menunjukkan smirknya, sambil melihat kearah dimana Jisung dan Hyoona berdiri. Dia mengeluarkan ponselnya, kemudian menekan angka lalu sebuah panggilan tersambung dengan nama 'Ha Jun'.
"Yeobosseyo." Ucap Jaemin mengawali panggilannya.
"Nee, Boss."
"Kau ingat tugasmu, kan?"
"Tentu saja."
"Tabrak target saat dia sudah mulai menyebrang, mengerti?"
"Tapi sepertinya dia sedang bersama Eomma-nya, Boss?"
"Sekalian saja! Apa susahnya."
"Baik, Boss."
"Jangan lupa, hilangkan jejak. Aku akan membayarmu nanti, setelah kau menyelesaikan tugasmu itu."
Klik.
Panggilan terputus. Jaemin lagi-lagi tersenyum jahat, dan masih mengarahkan pandangannya seperti singa yang akan memburu mangsanya. Di genggamnya ponsel yang ada di tangannya itu dengan erat, kali ini namja itu tidak akan tinggal diam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tomorrow - Today
Фанфикшн"Tidak ada gunanya, jika kamu menyalahkan diri sendiri. Percayalah! Satu hal yang membuatku ingin pergi, adalah mengurangi beban di punggung semua orang yang mengenal siapa aku." ~ Park Jinyoung ○ "Ini bukan takdir terburuk, dari sebuah karma yang b...
