Rank:
#1 billionaire
#1 klise
#1 keluarga
Victor anderson CEO muda, kaya, dingin. Sikapnya selalu sama pada siapapun kecuali Mommynya. Sikapnya ini merupakan keturunan Daddynya.
Tambok pembatas dengan perempuan selalu berdiri tegak dengan kokoh...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mondar mandir tidak tau harus berbuat apa. Ruang kantor, ruang tengan, kolam berenang, kamar, taman. Semua sudah Victor lewati sebanyak 3 kali, manssion megah yang tentunya luas
Semua membuatku pusing, mengapa Nichola selalu ada dalam pikiranku. Hus hus pergi Batin Victor, sambil mengibaskan tangannya didepan dahi
"Chris, sekarang juga carikan informasi tentang Nichola. Dalam 2 jam harus sudah ada."
Tut
Mematikannya sepihak. Berjalan ke arah dapur adalah tujuannya sekarang haus, ya ia merasa haus
"Son, apa yang kau fikirkan?" Tanya wanita paruh baya yaitu Elisabeth Anderson, Mommynya
"Bukan apa apa mom, kenapa mommy belum tidur?" Tanya Victor sambil memeluk Elisabeth
"Mommy haus nak, setelah ini mom akan tidur kembali" ucap Elisabeth
"Tidak perlu rapot mom, aku akan sediakan" balas Victor
Dengan membuka telapak tangannya kearah atas gelas dan air sudah berada ditangannya. Elisabeth tidak terkejut melihatnya, keturunan Anderson memang sudah pasti memiliki kekuatan ini.
"Jangan terlalu banyak menggunakannya, kau harus segera menemukan gadismu Son, Mommy hanya takut tidak ada yang bisa menenangkanmu" seru Elisabeth dengan nada parau
"Jangan berlebihan Mom, aku bisa jaga diriku sendiri" balas Victor malas
Mommynya selalu saja membahas tentang pendamping. Memang ada keinginan victor untuk memiliki pendamping seperti Mommy dan Daddynya. Mommy yang selalu menemani dan menenangkan Daddy, tapi ia takut kalau itu akan menjadi bencana untuknya
Anderson Group Pukul 06.55
"Pagi semuanya.." serunya bahagia
"Pagi Nichola" terdengar suara bariton membalas ucapannya. Siapa lagi kalau bukan Victor
"Eh-ah iya Mr.Anderson, apakan anda membutuhkan sesuatu?" Tanya Nichola dengan hati hati. Ia sudah tau bahwa bosnya ini memiliki mulut sepedas cabai
Tuhan bantu aku, jangan sampai aku salah bicara. Jangan biarkan singa bangun Batin Nichola
"Siapa yang kamu sebut singa?!" Tanya Victor dengan suara lantang