|| 02 || BERTEMU KEMBALI

3.8K 218 10
                                        

Mengapa aku harus berjumpa denganmu lagi?--Lesty Rakisyi


Happy Reading

"Astagfirullah! Ini hari sabtu, kenapa aku harus interview sekarang sih?!" gerutu Lesty membuat sang adik yang mendengar jengah.

Bagaimana tidak jengah? Lesty--sang kakak--menggerutu sedari tadi dan mengulangi kata-kata yang sama.

"Berisik, Kak!" tegur sang adik yang tak lain adalah Jodan Rakisyi. Jodan merasa terganggu dengan gerutuan Kakaknya yang tidak bermutu.

"Diam! Kakak lagi kesel nih! Masa Kakak harus interview sekarang? Padahalkan janjinya nanti senin!" omel Lesty membuat Jodan memutar kedua bola matanya.

"Ck. Ck. Sana ngomong sama yang nyuruhnya! Jangan ngedumel gak jelas di sini!"

"Ish! Kamu ini! Ini tuh mendadak banget! Kakak belum menyiapkan apa-apa" kata Lesty nge-gas.

"Emang apa yang harus di persiapkan?" lelah juga menghadapi kakaknya yang bawelnya melebihi ibu kos yang sedang menagih uang.

Saat ini Lesty dan Jodan tengah melakukan sarapan. Dengan Lesty yang terus mendumel karena mendapatkan kabar bahwa interview pekerjaanya akan dilakukan hari ini.

Sangat mendadak.

Dan Lesty terus menyumpah serapahi bos di kantor yang akan menjadi tempat kerjanya.

"Kakak belum siap-siap. Rumah juga belum bersih. Pokonya Kakak belum siap!" Jodan menghela nafas. Untung saja sarapannya sudah habis. Jodan menatap kakaknya yang tengah sarapan dengan ogah-ogahan.

"Mending Kakak cepet sarapannya. Terus Kakak siapakan apapun itu yang belum Kakak siapkan. Biar nanti urusan rumah aku yang kerjakan. Lagian aku lagi libur sekolah. Biar nanti kerjain tugasnya siangan"

"...Kan nanti malamnya aku mau ngedate sama calon pacar" lanjut Jodan membuat Lesty mencibirnya.

"Masih calonkan? Belum tentu dia mau!"

"Dari pada Kakak! Belum punya calon! Jadi perawan tua baru rasa lho!"

"Mulutnya!" bukan sekali ini saja Jodan berkata seperti itu. Itu sudah sekian kalinya membuat Lesty kesal setengah mati. Enak saja dikatai perawan tua! Saat ini saja dirinya masih muda. Dasar mulut adiknya ini seperti mulut perempuan.

Sedangkan Jodan hanya cengengesan melihat kakaknya yang kesal akan perkataanya. Jodan tidak bermaksud menghina atau apapun itu. Jodan hanya menggoda kakanya, karena dirinya yakin banyak lelaki di luaran sana yang menginginkan kakaknya, hanya saja sang kakak yang terlalu jual mahal.

Dan perlu kalian ketahui sikap Jodan yang seperti ini, tak pernah ia tampilkan didepan banyak orang. Hanya kakak dan anak-anak panti yang sudah Jodan anggap sebagai saudaranya dan mungkin dengan calon pacarnya juga.

"Udah ya, kakak mau siap-siap dulu. Kamu gak papa beresin nih rumah?" meski adiknya yang menawarkan diri, tetap saja Lesty tidak enak hati kepada sang adik. Meski pekerjaan rumahnya hanya sedikit, mungkin mencuci piring bekas sarapan, menyapu dan mengepel. Karena pekerjaan yang lainnya sudah Lesty kerjakan.

"Iya kak. Semangat interviewnya!"

🍀🍀🍀

"Silakan anda masuk keruangan yang ada di lantai 30. sudah di tunggu diruangan Tuan Fazsha" kata resepsionis. Saat ini Lesty sudah sampai di kantor yang kemarin Lesty cek keadaan kantornya.

cinta MENGAPA gengsi (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang