|| 35 || KEKASIH HALAL

1.7K 125 10
                                        

"Lestyyy!" seru Fildan.

"Berisik! Kenapa sih, Mas?" tanya Lesty kesal. Bagaimana tidak kesal, masih pagi begini, suaminya malah teriak-teriak tidak jelas. Membuat telinga Lesty sakit saja.

"Mau jalan-jalan gak nih? Mumpung saya lagi baik, yang pada dasarnya emang sudah baik" tawar Fildan seraya menaik turunkan alisnya. Fildan berjalan menghampiri istrinya yang tengah bersantai di ruang keluarga setelah.

"Tumben ngajak jalan. Ada angin apa nih?" sindir Lesty. Pasalnya satu bulan lebih mereka menikah, tidak pernah Fildan mengajaknya jalan-jalan, setiap weekend pasti dihabiskan di rumah atau berkunjung ke rumah Bunda Lita. Katanya di rumah lebih baik, untuk memperkuat keromantisan rumah tangga.

Dan selama itu pula, Lesty tidak merasa jenuh dengan pernikahan. Lesty merasa senang dengan pernikahan. Karena ada kalanya mereka membicarakan hal yang serius yang hanya mereka ketahui, melakukan hal-hal yang menyenangkan hati dan itu semua tidak luput dari sikap gengsi suaminya, meski ada kalanya hal yang menyebalkan seperti saat ini terjadi.

"Kalau gak mau, ya udah" ucap Fildan terlampau santai. Fildan ikut mendudukkan bokongnya disamping Lesty. Lalu mengganti chanel televisi yang awalnya menyiarkan kartun kesukaan istrinya.

"Niatnya ya nih niatnya, saya mau ngajak kamu dinner nanti malam. Biar romantis, kayak--"

"Hayuk atuh hayuk!" potong Lesty antusias. Kapan lagi coba diajak dinner sama suaminya yang akhir-akhir ini sibuk?

"Norak amat kamu, Les. Kayak yang gak pernah diajak dinner aja" ucap Fildan dengan nada suara yang mengejek tanpa menoleh pada Lesty yang sudah memasang wajah kesal, sekesal-kesalnya.

"Dih! Sering ya. Bahkan banyak yang ngajak aku dinner, dari mulai Pan--"

"Ya.. ya... Percaya deh" potong Fildan malas sebelum mulut istrinya menyebut nama lelaki selain dirinya.

"Jadi nih dinner?"

"Nanti malam atuh Les. Sekarang mah masih pagi gini" Fildan mendengus pelan, logat sundanya keluar ketika mendengar Lesty berbicara dengan nada seperti itu.

"Nanti abis duhur, ke panti yuk, Mas?" karena sekarang masih pukul 9 pagi, dan masih ada waktu untuk bersiap jika akan ke panti. Lagipula Lesty sudah lama tidak berkunjung ke panti. Terakhir kali ketika sebelum menikah dengan Fildan. Saat pernikahannya pun Umi tidak bisa hadir, karena ada halangan. Jadi Lesty sangat rindu pada Umi dan anak-anak panti lainnya.

"Iya" sahut Fildan yang sekarang asik menikmati siaran berita dari televisi.

"Yaudah. Aku mau ke supermarket dulu ya. Mau belanja buat nanti ke panti" Lesty siap beranjak jika pertanyaan Fildan tidak menghentikan aksinya.

"Sendiri?"

"Apanya?" Lesty menatap bingung suaminya yang masih duduk di sampingnya.

"Supermarketnya"

"Iya. Mau ngater yaa? Duh suami idaman sekali kamu Mas"

"Ge-er" sahut Fildan yang mendapati pukulan dibahunya. Siapa lagi jika bukan Lesty pelakunya.

"Ya udah. Aku bisa minta antar Pan--"

"Pan apa? Papan? Panci? Pan--"

"Paan sih?! Gak jelas amat" potong Lesty seraya tersenyum geli ketika merasakan aura yang tidak enak dari wajah masam suaminya. Sudah hampir seminggu Pandu tidak berkunjung ke rumahnya.

Lesty jadi merindukannya. Ops.

"Saya anter. Ayok bersiap. Jangan pake celana. Pake gamis atau rok"

cinta MENGAPA gengsi (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang