|| 24 || SAYA CEMBURU

1.9K 144 13
                                        

"Ketika gengsi menguasai diri, menjadi susah untuk mengatakan maksud yang di inginkan"
-Fildan Filfazsha-

Happy Reading

"Lusa nikah, yuk?"

"Hah?!"

"Lusa kita nikah yuk, Les?" ajak Fildan memperjelas maksud dari ucapannya. Bukannya senang atau terharu, Lesty langsung melayangkan tangannya untuk memukul pelan bahu Fildan.

"Ngajak nikah kok kayak ngajak makan!" ujar Lesty yang hanya mendapatkan kekehan dari Fildan.

"Yaudah yuk, kita makan"

"Bapak sehat gak sih?!" kesal Lesty.

Sebenarnya Fildan hanya berniat menggoda Lesty, tetapi jika memang Lesty mengiyakan ajakan dirinya, Fildan siap untuk nikahinya lusa.

"Sehat, Les. Mending lusa kita nikah, daripada gini mulu, Les. Gak enak sayanya" Fildan pura-pura mengeluh.

"Maksudnya gimana?"

"Emang kamu mau kita gini-gini aja? Saya sih pengen kita cepet-cepet nikah" "... biar saya bisa kurung kamu, biar gak ketemu Pandu sialan!" lanjut Fildan dalam hati, tentu saja dalam hati jika tidak, sudah di pastikan Lestynya akan marah.

"Yakan! Dua bulan lagi kita nikahnya, kenapa sih gak sabar banget?!" gerutu Lesty yang mulai kesal dengan aksi Fildan.

"Gak takut dosa nih kita gini aja?"

"Maksudnya apa sih, Pak? Dosa apa? Kitakan gak macem-macem"

"Ish! Kamu kok gak ngerti-ngerti maksud saya sih?!"

"Lah! Orang Bapaknya aja yang muter-muter ngomongnya! Bikin saya bingung aja" keluh Lesty menatap Fildan kesal.

"Kitakan sering ketemu gini, apa kamu gak takut nantinya timbul fitnah di mata orang-orang?"

"Ya sudah! Bapak jangan ketemu saya dulu, biar gak ada fitnah! Gitu aja kok repot!" timpal Lesty kesal.

"Memangnya kamu gak kangen nanti kalau gak ketemu saya?" tanya Fildan.

"Kangen sih"

"Eh! Gak lah! Mau ngapain kangen sama Bapak!" larat Lesty cepat, membuat Fildan terkekeh geli. Akhirnya... Lestynya terperangkap.

"Haha! Bilang aja kamu kalau kangen saya" goda Fildan membuat Lesty memalingkan wajahnya karena merasa panas di sekitaran pipinya.

"Udahlah, Pak! Sana pulang! Saya mau jalan, sudah ada janji" dengan sekejap ekspresi Fildan menjadi masam ketika mendengarnya. Fildan menjadi teringat dengan ucapan Pandu.

"Janji apa? Janji makan siang sama Pandu?!" tebak Fildan dengan suara yang meninggi.

"Apaan sih! Sana pulang! Orang mah ngantor, lah ini malah keluyuran!" balas Lesty seraya berdiri berniat akan masuk kedalam rumah.

"Kenapa?! Kamu ngusir saya, karena kamu pengen cepat-cepat ketemu Pandu, gitu?! Iya?!" dan ternyata Fildan mulai emosi. Namun sebelum emosi menguasai dirinya, Fildan menahannya, ia menghela nafas berat. Dan mengurungkan niatnya yang akan beranjak dari duduknya.

Karena kesal dengan nada suara Fildan, Lesty mulai tersulut juga.

"Hey!-"

"Tayo!" potong Fildan cepat sebelum emosi Lesty keluar, bisa berabe jika Lesty sudah emosi, terlebih sekarang telunjuknya hampir akan nunjuk wajah Fildan yang berada di sampingnya.

cinta MENGAPA gengsi (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang