|| 15 || ENAM HURUF

1.7K 140 28
                                        

"Aku bisa membalasmu"

-Lesty Rakisyi-

Happy Reading

Di saat matahari masih enggan menampakkan dirinya. Namun makhluk lain dengan semangatnya mengeluarkan suara merdunya. Bangun dari tidurnya, lalu menyuarakan suara emas yang di milikinya untuk membangunkan makhluk yang begitu di cintai oleh sang Maha Kuasa.

Seorang gadis yang tertidur nyenyak, kini merasa terganggu dengan suara-suara makhluk ciptaan sang Maha Kuasa. Gadis itu lantas tersenyum saat mengingat kembali isi chat sebelum dirinya tidur. Semalam, diri tidak kuasa menahan diri untuk tidak berteriak. Saking senangnya, karena tidak menyangka lelaki itu bisa menggombalinya.

Lantas gadis itu menoleh ke arah jam. Bermaksud ingin mengetahui sudah pukul berapa. Dan di lihatnya jam masih menunjukan pukul 04.05.

Sembari menunggu panggilan bagi umat muslim yang begitu merdunya saat di kumandangkan. Gadis itu mempersiapkan diri, membersihkan dirinya.

Setelah membersihkan dirinya. Gadis itu menyempatkan untuk membangunkan sang adik yang entah sudah bangun atau tidak, sebelum adzan berkumandang.

Gadis dengan kerudung instan membuka kenop pintu.

Ceklek!

Ia menatap pintu kamar yang berhadapan dengan pintu kamarnya. Itu adalah kamar adiknya-Jodan Rakisyi.

Dan tentu gadis itu adalah Lesty Rakisyi.

"Dek. Bangun. Bentar lagi subuh. Jangan lupa sholat" teriaknya dengan tangan yang mengetuk pintu kamar adiknya.

"Iya, kak" sahut sang adik dengan suara seraknya. Jelas sekali, jika adiknya baru bangun tidur.

Setelah membangunkan adiknya, Lesty kembali lagi ke kamarnya bertepatan dengan adzan yang berkumandang. Langsung saja dirinya menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim.

Setelah menyelesaikan kewajibannya sebagai umat muslim, Lesty langsung berkutat dengan dapur dan rumahnya.

Dirinya akan menyiapkan sarapan dan juga bersih-bersih rumah.

...

"Dan, semalam kamu yang gendong Kakak?" tanya Lesty yang ingin membahas dan memastikan apa yang Fildan tulisankan di note.

"Hm"

"Kok bisa sih?" tanpa sadar Lesty bertanya membuat jodan mendengus.

"Bisalah! Orang Kak Fildan mencetin bel rumah terus. Kakak ngarepnya Kak Fildan yang gendong ya ya? Ingetkan belum murhim! Sabar Kak, dua bulan lagi" ucap Jodan dengan sedikit menggoda Lesty, membuat pipi Lesty bersemu.

Entah malu atau kesal.

"Apaan sih?! Gak jelas banget" elak Lesty.

"Yang bener nih? Tuh pipi kena-"

"Lanjutin sarapanya, Jodan! Nanti kesiangan kamu" potong Lesty membuat Jodan terkekeh geli.

Kakaknya ini tidak cocok untuk malu-malu kucing, biasanya juga malu maluin.

🍀🍀🍀

"Pagi, Pak" sapa Lesty saat berpapasan dengan Fildan. Mereka berpapasan saat akan masuk kedalam lift.

cinta MENGAPA gengsi (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang