|| 37 || PERPISAHAN

1.4K 120 8
                                        

Adanya pertemuan, maka akan adanya perpisahan.

...

Hari demi hari kini sudah terlewati, kenangan-kenangan akan senantiasa mereka abadikan dalam benak. Tiada hari tanpa moment yang mengesankan, dan tidak ada pengalaman yang mereka sesali. Karena pada hakikatnya pengalaman adalah guru terbaik.

Pertemuan, perpisahan. Jatuh, bangun. Kenalan, musuhan. Cinta dan benci. Semuanya berputar, suka dan terkadang duka. Akan ada saatnya kita menempatkan diri pada posisi tersebut.

Hampir lima bulan lamanya pernikahan yang Fildan dan Lesty jalani. Permasalahan, percekcokan selalu menghiasai pernikahan mereka. Tiada rasa bosan, untuk menyempurnakan agama.

Seperti pagi ini. Di kediaman Lesty dan Fildan sedang terjadi perdebatan, karena sebuah kebaya.

"Jangan pake itu. Itu kekecilan" larang Fildan tegas, tidak ingin di bantah.

"Tapi, Mas. Namanya juga kebaya. Ya kecil lah, kalau melar namanya daster" Lesty berkacak pinggang menatap suaminya kesal.

"Tapi Mas gak suka" balas Fildan ikut-ikutan berkacak pinggang menatap kesal Lesty, karena tidak menuruti keinginannya.

"Ish! Tapi kan gini model kebaya tuh. Mas maunya apa sih?"

"Mas maunya kamu gak pake kebayang sialan itu. Kebaya itu membentuk tubuh kamu. Mas gak suka kalau ada lelaki lain yang liat lekuk tubuh kamu" untuk pertama kalinya, Fildan menghilangkan rasa gengsinya karena sang istri yang tidak kunjung peka.

Pipi Lesty tanpa di minta langsung merah merona. Suaminya ini lebih baik gengsi saja, daripada jujur yang berujung Lesty baper.

"Ahhh.. Mas so sweet deh" Lesty menubruk tubuh tegap Fildan yang masih berkacak pinggang. Tangan Lesty sudah melingkar di perut Fildan dan kepalanya dibenamkan di dada bidang sang suami.

"Kamunya aja yang baperan" ejek Fildan mengalihkan rasa malu yang mendera dirinya. Telinga Fildan ikut memerah karena mendengar pujian sang istri, bahwa dirinya manis. Untungnya Lesty tidak melihatnya, jika melihatnya sudah di pastikan jika Fildan akan menjadi bahan olok-olokan Lesty.

"Ayok bersiap" Fildan berusaha menjauhkan dirinya dari Lesty. Namun Lesty malah mengeratkan lilitan tanganya pada perut Fildan.

"Sayang" panggil Fildan berusaha menggoda sang istri, yang tidak biasanya bersikap manja di pagi hari seperti ini.

"Kangen tau. Hiks.. Hiks.. " Fildan terkejut bukan main saat merasakan basah di sekitar dadanya dan juga mendengar suara isikan Lesty.

Bukannya membujuk sang istri yang kini tengah menangis, Fildan malah melongo menatap horor Lesty.

"Les, kamu gak kesurupan kan?" sontak saja Lesty mendorong tubuh Fildan, membuat Fildan mundur dua langkah. Fildan masih menatap horor Lesty, sedangkan Lesty menatap kesal suaminya seraya menghapus air mata yang tiba-tiba saja keluar.

"Ish! Mas mah gak bisa di ajakin romantisan!"

"Hah?" beo Fildan yang tidak mengerti dengan sikap Lesty pagi ini.

"Udahlah. Ayok kita bersiap" Lesty sudah tidak mood melanjutkan sesi kangennya.

Tapi Lesty memang sungguhan kangen pada suaminya. Karena tadi pagi, ketika Lesty bangun suaminya tidak ada di sampingnya. Dan ternyata suaminya sudah berangkat ke mesjid karena Lesty bangun kesiangan.

...

Setelah perdebatan kecil, akhirnya mereka menemukan solusi. Dengan Lesty memakai dres panjang, simpel dan kerudung yang terlihat menawan.

cinta MENGAPA gengsi (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang